Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Kotak Jati Berukiran Indah


__ADS_3

Hai haii semua pembaca setia author, selamat hari Senin dan jangan lupa Vote nya bestie🌹🥰


Oke, kita lanjut ke ceritanya yaa


"Baiklah, aku juga harus melakukan suatu hal dulu." Kemudian Fiya duduk dan membuka buku Diary nya mulai dari halaman paling depan. Nampaknya gadis itu tengah mencoba menemukan sesuatu dari buku Diary nya itu.


Dan, tangannya berhenti membalik halaman buku ketika ia menemukan sesuatu yang coba ia cari. Matanya membola sempurna, ia seperti terkejut dengan apa yang ada dalam buku Diary berwana merah muda nya itu. Rizki yang masih berada di dekat Fiya pun menyadari perubahan pada raut wajah Fiya. Kemudian, Rizki mencoba bertanya sebenarnya apa yang membuatnya terkejut.


"Haloo kenapa wajahmu seperti itu Ay? Sepertinya ada yang membuatmu terkejut." Tanya Rizki yang masih melihat Fiya tidak mengalihkan pandangannya dari buku diary nya itu.


"Itu,, aku.. aku menemukan sesuatu yang aneh dari catatan ku. Lihat, sekitar 3-4 tahun yang lalu aku menulis di sini jika aku menerima sebuah kotak yang aneh, disini aku menulis jika kotak itu terbuat dari kayu jati dan memiliki ukiran yang Indah. Namun, kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Mungkinkah..."


Belum sempat Fiya melanjutkan kata-katanya, Rizki pun terlihat terkejut dan ia seperti mengingat sesuatu.


"Kotak aneh?" Beo Rizki menirukan Fiya.


"Tunggu.. sepertinya aku ingat kamu pernah menunjukkan kotak itu padaku."


Rizki kembali berucap jika Fiya dulu pernah menunjukkan kotak aneh yang memiliki ukiran indah itu. Tapi, kenapa Fiya tidak mengingatnya? Apakah ada seseorang yang telah menghapus ingatan Fiya akan kotak itu?

__ADS_1


~ Masih menjadi misterii


Fiya terkejut ketika mendengar pernyataan Rizki. Ia merasa bahwa dirinya tidak memiliki kotak itu, dan tidak ada ingatan tentang 'Kotak Jati berukiran indah' itu. Sepertinya Fiya telah melupakan memori yang penting saat usianya masih empat belas tahun.


"Tapi.. tapi, kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali tentang kotak itu?" Tanya Fiya pada dirinya sendiri sambil memegang kepalanya. Ia berusaha kuat untuk mengingat. Namun, usahanya NIHIL, Fiya tak mengingat apapun tentang kotak itu.


Kotak apa lagi inii ya? Apakah kotak ini ada hubungannya dengan Mutiara yang dimiliki Fiya? Bisa jadiii🤔


"Sudahlah Ay, lebih baik kamu ingat-ingat saja nanti, percuma juga jika kamu memaksakan untuk mengingat nya sekarang." Rizki mencoba menenangkan Fiya yang nampak mulai gelisah dikarenakan ada ingatan yang melarikan diri dari memori otaknya.


"Baiklah kamu benar Ki, aku akan mencoba mengingat nya nanti."


"Nah begitu baru benerr. Jadi, ayo kita mengemasi barang dan bersiap untuk pulang. Lihat, sekarang sudah hampir waktunya untuk kembali ke zona nyaman kita." Ucap Kiki sambil tersenyum dan melihat ke arah jam dining kelas tersebut yang menunjukkan pukul 15.20 WIB. Rizki sepertinya sudah merindukan rumahnya. Tempat yang baginya adalah zona paling nyaman di dunia ini.


"Yap, kamu benar. Eh, tunggu sebentar.. besok kan hari Jumat, kita ada jadwal olahraga nggk?" Tanya Fiya pada Rizki.


Rizki berpikir sejenak, kemudian ia menjawab pertanyaan Fiya. "Sepertinya, tidak ada karena guru olahraga kita baru saja pindah ke sekolah lain. Tapi, untuk berjaga-jaga kita akan membawa baju ganti, bagaimana?" Jelas Kiki kepada Fiya. Memang benar jika guru olahraga mereka pindah tugas ke sekolah lain. Jadi, kemungkinan waktu pelajaran olahraga sudah kosong. Selain itu, untuk praktek olahraga mereka juga sudah dilaksanakan jauh hari sebelum Ujian Akhir. Jadi, mereka tidak memiliki tanggungan praktek lagi untuk jam olah raga.


~ Wahh, ada jam luang nih. Hayyo siapa dari kalian yang nunggu-nunggu jamkos kayak gini? Ngaku yaa, kalau nggk nanti pas tidur kalian merem lhoo😆

__ADS_1


"Okey siap. Baiklah ayo kita keluar kelas. Aku sudah ingin pulang ke rumah. Aku rindu sama ibuku." Ajak Fiya dengan wajah memelas, ia memang sangat dekat dengan ibunya. Fiya selalu menceritakan semua kejadian berkesan yang dialaminya kepada ibunya. Jadi, bisa dibilang jika ibu Fiya adalah Sahabat terdekat nya.


Jadi teman-teman, bagi kalian yang perempuan usahakan untuk curhat sama ibu yaa. Karena apa? Karenaa.. Sahabat terbaik anak gadis adalah ibunya. 😉


"Baiklah-baiklah.. Aku juga sudah lapar, rindu sama masakan ibuku." Jawab Kiki dengan ekspresi membayangkan masakan ibunya yang sangat enak. Ternyata Rizki pun juga dekat dengan ibunya sama seperti Fiya, pantas saja jadi sahabat ya kak, memang satu frekuensi ya kalian.


*


*


*


Fiya dan Rizki pun keluar kelas, diikuti dengan beberapa siswa lainnya yang juga akan pulang ke rumah mereka masih-masing. Seperti janjinya tadi, Rizki mengantar Fiya untuk pulang ke rumahnya. Dikarenakan, ia masih khawatir dengan kondisi Fiya. Bagaimana tidak? Fiya yang biasanya ia kenal tangguh dan tahan banting itu bisa pingsan. Pasti ada sesuatu hal yang tidak wajar. Begitulah kira-kira pikiran yang sedari tadi memenuhi kepala Rizki.


Rizki masih belum bertanya soal kejadian tadi pagi, Rizki berencana untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Fiya besok saja. Sekarang yang terpenting adalah untuk melihat Fiya bisa aman sampai tujuan, yakni untuk pulang dengan selamat sampai ke rumahnya.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan mereka hampir setengah jam, Fiya pun sampai di rumahnya. Dan tentu saja kedatangan Fiya disambut dengan hangat oleh Bu Sulastri, seorang yang selalu menunggu kepulangan Fiya di rumah.


Sampai sini dulu ya teman-teman. Sekali terima kasih untuk semua readers setia yang mendukung karya author sampai sejauh ini🙏 Pokoknya lope-lope buat kalian semuaa ❤️🥰

__ADS_1


__ADS_2