
"Baik Pak, aku akan pergi sekarang." Fiya pun menyetujui perkataan gurunya itu. Dan bergegas untuk menuju dimana lokasi perlombaan akan digelar.
"Tunggu.." Pak Ardi sedikit berteriak dan Fiya spontan menghentikan langkahnya.
"Iya pak?? Ada sesuatu yang harus saya lakukan." Tanya Fiya dengan sopan sekaligus heran kenapa gurunya ini tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Ambil ini. Dan simpan baik-baik." Pak Ardi memberikan kepada Fiya sebuah gelang yang terlihat kuno dan terdapat liontin berbentuk kerang yang berukuran kecil, liontin kerang itu berukuran sebesar tutup botol air mineral. Liontin itu nampak indah dan berwarna krem yang terlihat seperti kerang asli.
"Tapi, untuk apa ini pak?" Fiya tak bisa menerima pemberian dari gurunya begitu saja. Ia harus tahu maksud dibalik Pak Ardi memberikan gelang itu.
"Kamu bawa saja dulu. Simpan ini baik-baik, jika kamu tidak ingin memakainya, kamu bisa menyimpannya dulu. Namun, aku berharap kalau kamu mau memakainya" Jawab Pak Ardi yang membuat Fiya tambah keheranan.
Sebenarnya apa maksud Pak Ardiansyah memberikan gelang itu ya?
Namun sepertinya, gelang itu bukan gelang biasa, itu adalah gelang istimewa untuk gadis yang spesial tentunya. ~Wahhh ada apa nihh๐
"Baik Pak, saya akan menerimanya dan terima kasih untuk gelang ini." Fiya akhirnya mengalah dan menerima gelang pemberian dari gurunya itu. Kemudian ia tersenyum dan segera berlalu dari sana.
.
.
.
" Ku harap, kau akan segera mengingat semuanya. Aku tak tahan melihat mu seakan tak mengenal ku seperti ini,"
__ADS_1
gumam Pak Ardi setelah Fiya benar-benar pergi dari sana.
"Aku harus cepat! Aku tidak boleh membiarkan mereka berhasil!!"
Ucap Pak Ardi ketika ia merasakan aura jahat yang datang mendekat ke sekolah tersebut.
~Mulai ada konflik-konflik lagi nih
โ๏ธ
โ๏ธ
โ๏ธ
Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Pertanda jika tiga puluh menit lagi sekolah akan usai dan senja akan datang.
"Kamu sudah selesai?" Tanya seorang kepada Fiya dari belakang yang berhasil membuat bulu kuduk Fiya berdiri.
Fiya segera berbalik dan matanya membola sempurna melihat sosok yang berdiri cukup dekat darinya. Dan orang itu ialah Pak Ardi, yang sudah menunggu Fiya saja beberapa saat yang lalu.
"Pak Ardi, Kenapa bapak sudah ada sini??" Tanya Fiya canggung pada gurunya itu. Yang sepertinya selalu mengikuti Fiya kemanapun dia pergi, sama seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
"Aku, adalah guru di sini. Dan juga aku bertanggung jawab untuk mengawasi acara ini supaya berjalan lancar,"
jawab Pak Ardi dengan santai dan melempar senyum kepada Fiya.
__ADS_1
" Bodoh sekali.. kenapa aku bisa lupa kalau dia adalah pengawas acara ini." ucap Fiya dalam hati. Ia merutuki dirinya sendiri yang lupa jika pak Ardi adalah salah satu pengawas acara yang ditunjuk langsung oleh sekolah.
"Maaf Pak.. saya lupa." Jawab Fiya dengan pipi bersemu merah, semerah kelopak mawar yang baru mekar. Ia merasa malu karena sudah mengajukan pertanyaan yang menurutnya akan menyinggung gurunya itu.
"Yaa aku tahu, kau bahkan melupakan siapa Dirimu yang sebenarnya," ucap Pak Ardi dengan suara pelan sehingga tidak terlalu terdengar oleh Fiya.
Dalam sorot matanya terdapat sebuah kesedihan yang tersembunyi. Sebenarnya apa maksud pak Ardiansyah dengan dirimu yang sebenarnya? Apakah Fiya pernah mengalami amnesia, ataukah dia memiliki jati diri lain yang belum terungkap?
Fiya terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Pak Ardi barusan, namun ia terlanjur salah tingkah karena mengira jika gurunya itu sedang mengikutinya. Sehingga ia ingin segera melarikan diri dari situasi yang canggung tersebut.
"Maaf pak saya permisi dulu karena ada sesuatu yang harus saya lakukan." Fiya menunduk hormat dan berpamitan pada gurunya.
Fiya segera berlalu dari sana dan berjalan menuju kelasnya. Saat ia sudah cukup jauh dari sana, Fiya baru teringat jika ia ingin menanyakan kenapa Pak Ardi memberikan gelang itu padanya.
"Sudahlah aku tanyakan lain waktu saja," gumam Fiya yang baru teringat jika dia ingin menanyakan alasan gurunya itu memberikan gelang padanya.
.
.
.
"Putriku.. Kamu benar-benar telah lupa padaku..?" Pak Ardi menatap punggung Fiya yang mulai menjauh darinya itu. Terlihat sebuah kesedihan yang mendalam nampak dari sorot mata tajam tersebut.
"Cepat atau lambat, kamu pasti akan mengingat semuanya." gumam Pak Ardi sembari berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihan yang sedang melanda hatinya itu.
__ADS_1
Sebenarnya apa hubungan antara Ardiansyah salah seorang guru di SMA tersebut dengan Alifiya? Apakah terdapat hubungan darah di antara mereka, ataukah ini berkaitan dengan mimpi-mimpi aneh yang dialami Alifiya sejak tiga tahun yang lalu?
Author juga mau mengucapkan terimakasih pada kalian semua yang sudah mendukung karya pertama author hingga sejauh ini ๐๐