Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Petapa di Gunung Arjuna


__ADS_3

"Apa kamu berkata yang sebenarnya?!"


Sosok itu mengangguk dengan cepat. Lalu Pak Ardi mengangguk dan ingin meminta maaf pada sosok itu. Sebab Ia telah salah sangka dengan sosok ini dan hampir saja melenyapkan nya.


"Maafkan aku, tidak seharusnya aku melukaimu seperti tadi," ucap Pak Ardi penuh sesal. Ia menyesali tindakannya yang terburu-buru karena tersulut emosi. Jadi, biasakan saat emosi kalian duduk ya gays, kalau masih belum reda pejamkan mata. Tarik nafas dalam-dalam dan pikirkan tentang kenangan indah. Itu adalah salah satu cara untuk meredakan emosi.


~Versi author yaa


"Tidak apa-apa tuan, saya mengerti. Gadis itu adalah pemilik Mutiara Jiwa. Pasti tuan mengkhawatirkannya." Jawab sosok itu dengan sopan, ia tahu benar jika orang di hadapannya itu memiliki aura yang positif.


"Kamu tahu tentang Mutiara Jiwa?" Tanya Pak Ardi yang terkejut jika sosok ini mengetahui tentang Mutiara Jiwa. Padahal, hanya orang tertentu yang mengetahui tentang Mutiara ini. Dan, jika itu orang biasa setidaknya ia harus berusia tidak kurang dari 300 tahun untuk mengetahui tentang Mutiara ini.


Bukan tanpa sebab, Mutiara ini bukan mutiara Laut biasa. Ini adalah Mutiara yang dapat membebaskan, mengikat, dan menghancurkan Jiwa. Namun, bukan hanya Mutiara Jiwa Putih yang ada di alam ini. Ada tiga mutiara berbeda yang fungsinya juga tak sama.


Kira-kira Mutiara apa saja itu? Eitss, rahasia author dulu yaa😆


"Iya Tuan, saya mengetahuinya dari seorang petapa di Gunung Arjuna."


Sosok itu menjelaskan bagaimana ia bisa tahu tentang Mutiara ini.

__ADS_1


Tapi, siapakah Petapa yang di maksudnya? Dan Gunung Arjuna, itu adalah Gunung yang dekat dengan rumah Alifiya. Apakah sejak awal Alifiya memang sudah ditakdirkan?? Bisa jadi bukan.


"Petapa??" Tanya Pak Ardi dengan raut wajah yang bingung.


"Iya Tuan, saya bertemu dengannya seratus tahun yang lalu." Sosok itu menerangkan lagi apa yang ia ketahui.


"Baiklah, dan sekali lagi saya minta maaf. Saya harus segera pergi dari sini. Jika memang benar apa yang kamu katakan tadi. Nyawa Gadis itu memang sedang terancam." Jawab Pak Ardi. Kemudian ia segera melangkah kan kakinya untuk kembali ke perpustakaan.


"Baik Tuan, mohon maaf sebelumnya, jika saya ingin bertemu gadis itu suatu hari nanti. Apakah Tuan mengijinkan saya ?" Tanya sosok itu dengan sopan. Ia masih ingin bertemu dengan Fiya karena ia memerlukan bantuan gadis itu.


"Jika Gadis itu setuju untuk bertemu denganmu lagi. Maka aku tidak keberatan." Balas Pak Ardi pada sosok itu.


"Terimakasih Tuan.. saya sungguh berterima kasih." Sosok itu membungkuk kan padanya pertanda ia memberi hormat. Kemudian ia segera lenyap dari sana. Dan kembali ke kediamannya lagi.


Dan Pak Ardi melanjutkan langkahnya untuk menemui Fiya yang masih ada di perpustakaan. "Organisasi Hitam, pasti itu kalian!!" Gumam Pak Ardi saat ia akan melangkah kan kakinya.


Sementara di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda. Kiki nampak memasuki perpustakaan dan langsung menuju silent room, ia melepaskan sepatunya. Kemudian ia melihat ke dalam, dan benar saja. Fiya masih tak sadarkan diri! Dan, di samping nya ada Bu Widya yang masih setia menunggu gadis itu siuman.


"Ay.. Kamu baik-baik saja kan?"

__ADS_1


Tanya Kiki ketika ia mendudukkan diri di dekan Fiya. Bu Widya yang duduk di samping kiri Fiya pun tahu, jika kedua anak ini memiliki ikatan persahabatan yang kuat. Jadi, ia tak heran jika Rizki begitu menghawatirkan kondisi sahabatnya.


Bagaimana tidak khawatir?? Ia sudah mengenal Fiya sejak di bangku Sekolah Dasar. Mereka belajar bersama, tumbuh bersama, dan melukis kisah-kisah indah di balik pegunungan Arjuna. Kiki sudah mengenal Fiya lebih dari siapapun di sekolah itu. Jadi tak heran bukan?? Jika ia merasa khawatir saat melihat Fiya pingsan dan belum kunjung siuman.


"Bu Widya.. mohon maaf saya lancang bertanya, tapi apakah yang terjadi dengan Fiya?" Rizki memberanikan diri untuk bertanya pada wali kelasnya itu.


Bu Widya nampak diam sejenak, ia sebenarnya juga tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada Fiya. Ia hanya tahu dari Pak Ardi jika Fiya pingsan karena terkejut. Dan Pak Ardi tidak pernah bilang, 'hal' apa yang sampai membuat Fiya terkejut dan tak sadarkan diri.


"Nak,, ibu juga kurang tahu. Yang ibu tahu hanyalah Fiya sudah dalam keadaan pingsan saat ia di bawa kesini."


Kiki diam dan menghela nafas panjang.


"Aku tidak akan membiarkan mu menderita Ay, aku pasti akan mencari tahu siapa pelakunya."


Kiki berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan membiarkan Fiya terluka sedikitpun. Meskipun mereka tidak ada hubungan darah, namun ikatan batin di antara mereka sangatlah kuat. Mereka sudah seperti keluarga. Apabila ada salah satu anggota keluarga terluka, yang lain pasti akan merasakan sakitnya.


# Jadi,, kita harus pandai dalam memilih sahabat yang kawan-kawan. Karena satu sahabat yang baik dan setia. Lebih baik daripada seribu teman yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Mencari sahabat ialah sebuah pilihan, dan kita tak boleh sampai salah menjatuhkan pilihan itu. Karena apa? Karena.. jika kita sampai salah memilih sahabat, maka konsekuensi yang akan kita terima tidaklah mudah. Karena lebih baik diserang oleh musuh dari depan. Daripada ditusuk oleh sahabat dari belakang! --


__ADS_1


Pagi ini sampai sini dulu ya.. InsyaAllah akan author lanjut nanti sore. Soalnya hati ini author ada rencana dengan sahabat-sahabat tercinta kakak🥰


__ADS_2