
"Baik, itu pilihanmu!" Ucap Pak Ardi dalam hatinya. Kemudian, ia menarik nafas dalam-dalam dan mulai memasang kuda-kuda.
Dan.. dalam hitungan satu, dua, tiga..
Brak...
Pukulan keras melayang dari tangan Pak Ardi. Ia memukul pohon itu dengan keras, sampai-sampai pohon itu bergetar seperti terkena gempa bumi dengan kekuatan 7,5 skala Richter. Kekuatan yang tak biasa dimiliki oleh orang awam, itulah sebutan yang tepat untuk tinju yang dilayangkannya kali ini.
"Kau masih tidak mau menyerah!??" Pak Ardi berucap dengan nada yang sangat menakutkan.
"Itu Pilihanmu!! Jadi, jangan meminta kesempatan kedua!" Kali ini dia terlihat akan melayangkan tinju pada pohon besar itu. Namun, belum sempat ia melanjutkan pukulannya itu. Ada sebuah tangan yang memegang pundaknya dari belakang.
Dengan cepat Pak Ardi memegang balik tangan tersebut, kemudian ia membanting tangan itu ke depan. Dan sosok berbaju putih itu pun terjatuh ke tanah dengan posisi tubuh terlentang. Ia nampak menahan sakit di seluruh tubuhnya.
Pak Ardi dengan cepat mengunci pergerakan makhluk itu, ia mencekik leher makhluk itu dan menanyakan pertanyaan padanya.
"Apa yang sudah kamu lakukan pada gadis itu!?" Tanya Pak Ardi dengan ekspresi yang menakutkan. Mata tajamnya seakan bersiap untuk menguliti mangsa di dalam genggaman tangannya itu.
__ADS_1
"Tidakk.. aku tidak melakukan apapun."
Sosok itu berbicara dengan susah payah karena ia lehernya serasa akan patah, karena cengkraman tangan pak Ardi sangat kuat, layaknya kaki elang yang sedang mencengkeram ular hasil buruannya.
"Apa maksudmu tidak melakukan apapun!!" Tanya Pak Ardi. Ia semakin menguatkan cengkraman tangannya di leher sosok itu.
"Aku.. tidak berbohong!!" Sosok itu kembali berucap. Dan kali ini Pak Ardi mulai melepaskan tangannya dari leher sosok lelaki dengan baju berlumuran darah itu.
"Cepat! Jelaskan apa yang kamu maksud." Tegas Pak Ardi dan ia mulai membantu makhluk itu berdiri.
Pak Ardi mau melepaskan cengkraman tangannya tadi karena ia melihat kejujuran dari mata sosok itu. Jadi, ia membantu sosok itu berdiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Alifiya. Setelah itu sosok misterius itu menjelaskan padanya bahwa ia tadi berniat menolong Fiya, bukan mencelakainya!
...🍂Flash Back On🍂...
"Apa yang dilakukan gadis itu di sini? Tunggu!! Apakah itu Mutiara Jiwa Putih? Tapi.. bukankan Mutiara itu sudah hilang 500 tahun yang lalu??" Tanya sosok yang berdiri di atas pohon itu.
"Jika itu benar Mutiara Jiwa Putih, Artinya.. aku bisa meminta tolong padanya untuk membantuku bebas dari sini." Gumam sosok berbaju putih itu lagi.
__ADS_1
"Tunggu, siapa lelaki berbaju hitam itu. Tidak mungkin!! Dia memakai jubah hitam dengan perpaduan garis merah darah. Apakah dia salah satu anggota Organisasi Hitam ?!!"
Sosok itu terlihat cemas ketika melihat Orang berjubah hitam tadi. Ia pun segera turun dari sana untuk memperingatkan Fiya. Namun sayang sekali, Fiya malah terkejut dengan kedatangan sosok itu. Apalagi sosok itu membawa gunting perak, jadi Fiya pun berpikir jika sosok itu ingin melukainya. Jadi, ia tak sempat memberi tahu Fiya agar segera pergi dari sana. Malah Fiya pingsan duluan karena ia ketakutan dengan pemandangan yang dilihatnya itu.
"Tidak.. kenapa gadis ini malah pingsan. Aku harus bisa menyelamatkan nya, jika dia adalah gadis yang memakai Mutiara Jiwa, pasti dia bukan gadis biasa."
Sosok itu pun berusaha melindungi Fiya dari orang berjubah hitam itu, Namun.. sosok itu tidak bisa menahan serangan dari salah satu anggota 'Organisasi Hitam' itu. Ia terluka, dan sosok itu berhasil mendekati Fiya.
Akan tetapi, saat ia akan melukai Fiya. Mutiara Jiwa yang ada di tangannya mengeluarkan cahaya putih dan berhasil membuat orang berbaju hitam itu terpelanting ke belakang.
Di saat itulah Pak Ardi merasakan jika Fiya dalam bahaya. Menyadari ada seseorang dengan kekuatan kuat yang datang, lelaki berbaju hitam itu pun segera melarikan diri dari sana. Dan sosok berbaju putih yang terluka itu kembali lagi ke dalam pohon di dekat Fiya pingsan tadi. Sesaat setelah itu Pak Ardi baru datang untuk menemukan keberadaan Fiya.
...🍂Flash Back Off🍂...
"Apa kamu berkata yang sebenarnya?!"
Sosok itu mengangguk dengan cepat. Lalu Pak Ardi mengangguk dan ingin meminta maaf pada sosok itu. Sebab Ia telah salah sangka dengan sosok ini dan hampir saja melenyapkan nya.
__ADS_1
☘️ Jadi, kita tak boleh menilai orang begitu saja ya teman-teman. Kita harus mengetahui yang sebenarnya dulu untuk menghakimi orang lain. Bisa jadi, orang yang kita anggap bersalah sebenarnya adalah orang yang lebih baik dari kita😉
# Sampai di sini dulu ya teman-teman, soalnya udah malam.. Author mau istirahat dulu 🙏