Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Sebuah Tirani


__ADS_3

Selamat hari Senin readers tercinta author๐Ÿ˜˜


"Kamu sangat cantik saat tersenyum, dan aku berharap senyuman manis di wajahmu tidak akan pernah hilang"


Ucap Ardiansyah ketika melihat foto Alifiya di layar HandPhone nya itu. Dalam fotonya Alifiya nampak berjalan dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya. Ardi berharap jika Alifiya akan terus bahagia, selalu tersenyum ceria dan juga dapat menghadapi takdir yang akan segera datang kepadanya.


Sebuah takdir yang tidak bisa Alifiya hindari lagi. Takdir itu akan datang padanya ketika usianya genap menginjak 17 tahun. Namun, takdir apakah itu?


Setalah selesai memandangi wajah cantik Alifiya di layar Handphone nya. Ardi segera mengistirahatkan diri di kamar tidurnya. Ia memasuki kamar yang ditata rapi dengan nuansa warna biru laut yang menyejukkan mata. Sepertinya pria berusia 27 tahun itu menyukai warna yang mencerminkan kebebasan dan kebijaksanaan tersebut.


Ardi merebahkan dirinya di atas tempat tidur, kemudian tangannya terjulur untuk meraih benda yang ia letakkan di meja samping tempat tidurnya. Ia membuka kotak yang ia pegang, dan di dalam kotak itu terdapat sebuah kerang laut yang berukuran sebesar telapak tangan anak kecil berusia lima tahun.


Tangan kekar itu terulur untuk mengambil kerang yang tertutup rapat di dalam sana. Kemudian, ia menggenggam kerang itu dan nampak jelas dari wajahnya jika ia seperti mengingat suatu kejadian yang amat penting dalam hidupnya. Ardi nampak memejamkan matanya sebentar, mencoba mengingat kembali kejadian lampau yang sudah membawanya sampai ke dunia Alifiya.


...*********...


Sementara di tempat lain yang jauh dari keramaian kota, tempat yang terletak di dalam hutan belantara yang belum terjamah oleh manusia. Terdapat sebuah lembah yang di dalamnya tersembunyi sebuah goa yang nampak menyeramkan. Mulut goa itu terlihat seperti mulut ular yang siap memangsa siapapun yang masuk ke dalamnya.


Di dalam sana terdapat sebuah singgasana yang tersusun dari batuan yang dipahat dengan rapi. Di atas sana duduk sesosok yang mengenakan jubah berwana hitam hingga menutupi sebagian wajahnya, dan di lengannya nampak ia memakai sebuah kelat bahu yang terbuat dari emas murni dan bermotif ular yang memiliki manik mata berwarna merah darah.


"Maaf kan saya tuan, saya belum berhasil menjalankan tugas yang telah anda berikan." Ucap sesosok mengerikan yang berlutut di hadapan lelaki tadi.


Sosok yang duduk di singgasana tadi nampak diam sebentar, namun tangannya mengepal erat menandakan ia kecewa dengan salah satu anak buahnya itu yang telah gagal menjalankan misinya untuk mencelakai Alifiya.

__ADS_1


"Mengapa kamu bisa gagal untuk melakukan tugas sesederhana ini?!" Tanya lelaki itu dengan nada datar dan tatapan yang sangat tajam.


"Ka... karena waktu itu ada seseorang yang telah menghalangi saya ketika hampir mendapatkan gadis itu." jawab sosok yang berlutut itu dengan suara gemetar karena takut dengan pimpinannya.


"Apa katamu? Ada seseorang yang mencoba untuk ikut campur urusan kita?" Tanya lelaki yang masih duduk tegap di singgasananya dengan tangan disatukan di depan dadanya.


"Iya tuan, dan orang itu sepertinya bukan orang sembarangan. Saya bahkan bisa merasakan kekuatannya dari jarak yang cukup jauh, sepertinya ia bukan berasal dari dimensi ini." Terang sosok itu yang masih berlutut di bawah sana.


"Manarik sekali.. haruskah aku bertemu dengannya?" Ia mengatakan itu dengan senyuman tipis yang terlihat di sudut bibirnya.


Lelaki itu kemudian berdiri dari tempat duduknya. Ia nampak berjalan menuruni singgasananya dan mendekati bawahannya itu. Tanpa basa-basi lagi ia langsung menebas dengan cepat kepala anak buahnya menggunakan tangan kirinya. Darah pun tumpah, berceceran di bawah sana dan kepala itu menggelinding begitu saja seperti buah kelapa yang jatuh dari pohonnya.


Sangat kejam! Itulah kalimat yang tepat bagi orang yang baru saja menebas kepala anak buahnya yang telah gagal untuk menjalankan tugasnya. Pimpinan dari organisasi itu memang sangat kejam, ia tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua lagi. Namun, ia segera memberi kesempatan bagi anak buahnya untuk pergi meninggalkan dunia tanpa bisa mengucapkan kata-kata terakhir.


Beberapa anggota yang ada di sekitar sana nampak tidak terkejut lagi dengan kejadian yang baru saja terjadi beberapa detik yang lalu. Sepertinya mereka sudah bisa menebak jika pimpinan nya itu akan menghabisi salah satu rekannya yang baru saja kembali dan melaporkan kegagalannya.


"Apa kalian lihat hukuman yang baru saja aku berikan?!" Tanya pimpinan itu dengan suara yang terdengar mengerikan di telinga para anak buahnya.


Dengan serentak mereka berjongkok dengan kaki kanan di depan dan salah satu lengannya ditaruh di atas lutut mereka. "Kami akan mengingat ini dengan baik tuan." Jawab salah seorang untuk mewakili mereka.


"Aku cukup penasaran dengan orang yang sudah berani untuk mencampuri urusan kita. Apakah aku harus turun tangan sendiri untuk melihat seberapa kuatnya orang itu sampai-sampai ia berhasil menggagalkan usaha Tiger."


Pemimpin organisasi itu kemudian kembali duduk ke singgasananya dan memainkan sebuah benda yang berkilau seperti batu kristal.

__ADS_1


Para anggota Organisasi Hitam yang berada di sana diam, mereka tidak berani untuk menjawab apa yang dikatakan pimpinan mereka barusan. Jika sampai salah kata bisa-bisa mereka kehilangan salah satu anggota badannya. Pimpinan Organisasi Hitam itu memanglah seorang yang sangat kejam, dan ia juga memiliki kekuatan yang sangat kuat. Sehingga tidak ada satupun anak buahnya yang berani melawan perintahnya.


๐Ÿ‚ Sebuah Tirani, kekuasaan yang digunakan sewenang-wenang, hanya bertindak sesuka hatinya. Tanpa mengindahkan apa yang dirasakan oleh yang lainnya. Hanya ingin melakukan semuanya sesuai keinginannya dan mengikuti hawa nafsu yang sudah membelenggu.


Jadilah seorang pemimpin yang dapat bersikap adil, yang tidak membedakan kasta dan dapat berpihak kepada kebenaran. Karena semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di masa yang akan datang.


*


*


*


โ˜˜๏ธ Kita kembali lagi ke tempat Alifiya yaa guys


Gadis itu nampak membuka buku diary nya, ia membuka halaman yang kosong dan mulai menggoreskan tintanya ke atas lembaran kertas yang berwarna jingga itu. Dengan gerakan yang pelan namun pasti, ia mulai mengisi lembaran itu dengan peristiwa yang ia lalui hari ini.


Alifiya memang memiliki hobby untuk menulis keseharian yang ia alami di buku diary nya itu. Fiya akan menulis kejadian-kejadian yang berkesan dalam hidupnya, sehingga suatu hari nanti dia bisa lagi mengingat peristiwa yang penting dalam hidupnya.


Jadi, menulis sebuah buku diary itu sangat bermanfaat ya kawan-kawan.. Selain dapat meningkatkan kemampuan Literasi kita, menulis Diary juga melatih kita untuk bisa menceritakan kembali aja yang telah kita alami hari ini.


So, mulailah menulis untuk masa depan yang lebih indah dan membaca untuk memperluas pengetahuan kita, karena dengan membaca kita bisa berkeliling dunia tanpa harus berpindah tempat.๐Ÿ˜‰


Jangan lupa untuk kasih vote nya yaa & Author ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian semua ๐Ÿฅฐ๐Ÿ’

__ADS_1


Love you all โค๏ธ๐Ÿ˜˜


__ADS_2