
"Baik Bu, saya akan menunggu di sini." Fiya menjawab dengan sopan titah dari wali kelasnya tersebut.
Bu Widya pun segera keluar dari perpustakaan. Sambil menunggu wali kelasnya. Fiya ingin membaca beberapa buku favoritnya. Ia pun menuju tak buku dan mengambil dua buku yang berbeda jika disandingkan. Yang satu punya ketebalan sekitar 200 halaman, dan sampulnya sudah terlihat agak usang. Dan Satunya lagi terlihat masih baru dengan ketebalan setengah dari buku pertama tadi.
Fiya membuka buku yang ketebalannya lebih tipis, di Cover buku itu menunjukkan bahwa buku ini adalah buku dokumenter. Buku ini mendokumentasikan tentang "Bumi yang kita tempati".
Fiya adalah sosok yang haus akan pengetahuan. Selain itu ia juga mengikuti ekstrakurikuler OSN Kebumian. Jadi tak heran jika ia suka mempelajari tentang bumi dan alam semesta.
"Woww, indah sekali ini." Fiya berdecak kagum saat melihat di buku tersebut menampilkan lapisan-lapisan yang menyusun bumi. Mulai dari lapisan teratas yang dapat ditinggali manusia. Hingga lapisan terbawah yang begitu panas. Hingga diperkirakan tak satupun makhluk hidup yang dapat bertahan.
Tiba-tiba di benak Fiya terlintas suatu hal yang tidak biasa.
" Apakah ini neraka? " Fiya bertanya pada dirinya sendiri. Namun ia tak berani menjawab pertanyaan tersebut, karena Fiya adalah gadis yang cerdas. Jadi ia tahu jika ada beberapa pertanyaan yang bukan porsinya.
Maksudnya, Ada pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh akal pikiran Manusia. Meskipun kita makhluk yang sempurna, akan tetapi kita masih memiliki batasan yang tidak bisa dilanggar. Oleh karena itu Fiya sadar. Jika pertanyaan barusan, adalah salah satu pertanyaan yang bukan ranah nya. Masih belum waktunya Fiya untuk mengetahui kehidupan setelah kematian.
__ADS_1
~ author mafa_25๐
Fiya membaca buku itu selama kurang lebih 10 menit. Saat ia akan berganti buku yang lebih tebal tadi, Fiya tiba-tiba kaget karena ada tangan yang mendahului nya untuk mengambil buku tersebut. Saat ia mendongak kan kepala untuk melihat siapa kah orang itu. Mata Fiya membola sempurna dan mengisyaratkan ada rasa kagum yang tersirat di dalam mata Gadis remaja itu.
"Pak.. Pak Ardi, kenapa bapak ada di sini?" Ucap Fiya dengan ekspresi terkejut dan juga gugup kala guru itu berada dekat dengan dirinya. Ia merasa jantungnya berdetak begitu cepat, seakan ingin lari dari tempatnya.
Jantung harap tenang. Jika.kamu merasa udah tidak kuat lambaikan tangan saja๐
"Aku, kebetulan akan pergi ke Duta Mart, dan melihatmu sedang asyik membaca. Jadi, tidak ada salahnya jika aku mampir ke sini bukan?" Tanya guru populer itu dengan nada yang datar. Dan matanya terfokus membuka halaman buku yang baru saja ia ambil dari meja di hadapan Fiya.
"Fiya, kamu ingin kemana?" Tanya Bu Widya dengan nada yang sangat lembut. Layaknya seorang ibu yang bertanya pada putrinya.
"Itu,, Buu.. sa, saya ingin ke belakang sebentar." Fiya mencari alasan dan pilihan terakhirnya jatuh ke.. "kamar kecil". Tempat itu adalah tempat paling sempurna untuk melarikan diri bukan?๐ Hayoo kalian ngaku, semasa sekolah pasti pernah kabur ke KM kan??
"Baik, tapi cepat kembali ya,, soalnya ada sesuatu yang akan kami sampaikan padamu." Jawab Bu Wahyu, kemudian ia berlalu dan menuju Pak Ardi yang terlihat memerhatikan interaksi antara siswa dan wali kelasnya tersebut.
__ADS_1
Alifiya tak pernah menyia-nyiakan kesempatan itu, secepat kilat ia berlari dari perpustakaan menuju arah Utara dengan sedikit lari-lari kecil. Akhirnya ia sampai juga di kamar mandi sebelah barat di sekolah tersebut. Fiya nampak ragu untuk masuk ke sana. Dikarenakan kamar mandi tersebut terlihat agak menakutkan jika sendirian. Kamar mandi itu terlihat bersih, hanya saja jarang digunakan oleh para siswa dikarenakan tempatnya yang berada di paling ujung barat sekolah itu.
Tak ada pilihan lain, Fiya akhirnya memberanikan diri untuk ke sana. Karena ia tadi telah minta ijin untuk ke kamar mandi, jadi mau tidak mau, ia harus menepati kata-katanya.
"Baiklah.. you can do it Fi, kamu pasti bisa!!" Fiya menyemangati dirinya sendiri. Ia sebenarnya adalah sosok yang takut akan kegelapan dan darah. Sebenarnya hati itu masih pagi. Fiya melihat jam tangan nya dan menunjukkan setengah sembilan lebih. Jadi, Fiya pun melangkah kan kaki kecilnya ke dalam sana.
Baru tiga langkah, ia terhenti karena mendengar ada suara seorang wanita yang memanggilnya.
"Alifiya Rahmawati.. aku rindu padamu"
Begitulah kira-kiranya suara yang muncul dari belakang Fiya.
Fiya menelan ludah nya kasar. Keringat dingin mulai menetes dari dahinya. Ia pun memberanikan melihat siapa yang sudah memanggilnya. Dan,, Fiya amat terkejut, hingga hampir terjatuh ke belakang. Ternyata yang dilihatnya adalah...
~bersambung....
__ADS_1
โ๏ธ Hehe,, maaf ya disambung dulu ceritanya. Soalnya author hari ini mau pergi ke SMA tercinta author, jadi.. InsyaAllah lanjut lagi nanti siang yaa๐