
Namun, dari tatapan orang itu jelas mengisyaratkan ada sebuah ketidaksukaan terhadap Fiya. Siapakah sebenarnya sosok yang mengawasi Rizki dan Fiya ini?
Wanita yang sejak tadi mengawasi Fiya dan Kiki dari belakang mulai melangkah kan kakinya untuk mendekati mereka. Ia pun lewat di samping kiri meja Fiya, dan dengan sengaja ia ingin menumpahkan jus jeruk yang ada di tangannya ke arah Fiya.
Akan tetapi, Fiya yang kebetulan menyadari ada seseorang yang berada di belakangnya pun dengan cepat menahan cup jus jeruk itu dengan tangannya.
"Hati-hati Ray, kamu bisa menumpahkan jus jeruknya." Fiya berucap dengan nada yang lembut pada gadis itu.
Ternyata gadis itu bernama Raya Puspita. Ia adalah salah satu anggota organisasi ternama di sekolahan itu. Banyak siswa yang mengenalnya, dan Raya hampir sepopuler Rizki. Namun, gadis itu terkenal egois dan juga akan mendapatkan apapun yang ia mau.
"Maafkan aku, aku sedang tidak fokus saat berjalan. Dan, untung saja kamu menyadari nya, kalau tidak aku pasti secara 'tak sengaja' pasti akan menumpahkan jus ini ke bajumu." Ucap Raya dengan nada yang memelas, padahal ia tadi memang sengaja untuk menumpahkan jus jeruk itu ke baju Fiya. Sehingga Fiya akan menjadi bahan tertawaan di dalam kelas.
"Iya, lain kali hati-hati yaa." Jawab Fiya dengan senyuman manis. Namun, Fiya bukanlah gadis yang mudah untuk ditipu! Ia jelas-jelas merasa bahwa Raya sengaja untuk menumpahkan jus jeruk itu, namun ia tentu tidak bisa menuduh tanpa bukti bukan?
__ADS_1
"Kalau begitu aku ingin keluar kelas dulu yaa, Eh iya Rizki, kamu dapat undangan dari organisasi ku nanti sore. Apakah kamu bisa hadir sebentar?" Sebelum pergi, Raya bertanya pada Rizki apakah ia bisa menghadiri undangan dari organisasinya. Dan, Raya memang tidak berbohong, nanti sore Rizki memang di undang untuk datang ke organisasi Raya, sebagai perwakilan dari pengurus OSIS.
"Maafkan aku Ra, aku tidak bisa menerimanya. Bukan karena aku tidak menghormati organisasi mu,, tapi aku harus mengantar Fiya pulang hari ini."
Rizki menolak dengan halus undangan dari Raya, karena ia masih khawatir dengan keadaan Fiya. Ia tidak akan merasa tenang jika membiarkan Fiya pulang sendirian. Apalagi Rizki dan Fiya tinggal di desa yang bersebelahan. Jadi, bukan masalah besar bagi Rizki untuk mengantar Fiya pulang, karena rumah mereka memang sejalan.
"Lohh, kenapa kamu mau mengantar ku Ki? Aku bisa pulang sendiri, kamu tidak perlu khawatir." Jawab Fiya dengan cepat. Ia tidak ingin membuat Raya marah, karena sebagai teman sekelasnya, Fiya tentu tahu benar bagaimana watak Raya ini.
" Kamu tidak perlu khawatir?? Hah sepertinya kamu terlalu percaya diri sekali Fi. Untuk apa Rizki menghawatirkan mu?" Raya berucap di hatinya dengan nada yang emosi. Namun, ia tetap menahannya. Raya tak ingin jika sampai Rizki merasa il-feel padanya.
"Aa iya, baiklah kalau begitu." Fiya pun akhirnya menyetujui perkataan Rizki. Meskipun ia tahu, jika nantinya hubungannya dengan Raya tidak akan baik. Karena dengan sifat Raya yang tidak akan melepaskan sesuatu yang ia inginkan begitu saja. Pasti ia nanti akan berhadapan dengan Raya karena hari ini Rizki telah menolaknya secara halus dengan alasan mengantar Fiya pulang ke rumah.
"Baiklah Ki kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku akan mengatakan jika kamu tidak bisa hadir kali ini." Raya berkata dengan senyuman di wajah nya. Namun, dari nada bicaranya ia tak bisa berbohong apabila ia sedang merasa kecewa dengan keputusan yang Rizki ambil.
__ADS_1
Tak lama setelah itu Raya pergi meninggalkan kelas. Dan Rizki mengucapkan terima kasih kepada Fiya karena telah membantunya untuk menolak ajakan Raya.
"Huft, makasih ya udah bantuin buat nolak undangannya." Ucap Rizki secara jujur kepada Fiya. Jika memang benar jika ia tak berminat untuk menghadiri ajakan yang ditawarkan oleh Raya.
"Makasih ya makasih.. kak aku yang kena batu nya Ki, gimana kalau nanti dia malah marahnya sama aku?" Ucap Fiya yang merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Rizki. Ia sengaja menjadikan Fiya sebagai alasan untuk menolak ajakan Raya.
"Hehe.. iya maaf, kan ada aku. Jadi dia nggak akan berani memarahi kamu." Ucap Rizki dengan nada bicara yang terdengar narsis dan ia bicara sambil menaik turunkan alisnya di hadapan Fiya.
"Dasar.. iya iyaa Calon ketua OSIS periode 2022." Fiya balas mengejek Kiki dengan sebutan calon ketua OSIS.
"Heii.. sudah kubilang aku hanya terpaksa. Aku juga tidak akan mau jika bukan pembina OSIS yang menyuruh ku jadi ketua OSIS. Jadi ketua itu sibuk tau, dan tanggung jawab ku jadi semakin besar." Terang Rizki kepada sahabatnya.
"Tapi kamu memang cocok kok jadi ketua OSIS. Secara kamu memiliki jiwa kepemimpinan alami sejak lahir." Ucap Fiya dengan kedua tangannya seperti membentuk gambar pelangi di hadapan nya.Membuat Rizki tertawa pelan karena melihat tingkah konyol sahabatnya itu.
__ADS_1
"Iya sudah iyaa.. Cewek selalu menang memang." Rizki menghentikan perdebatan mereka, karena dia tahu benar jika sudah berdebat dengan makluk yang namanya 'wanita' ia tak akan menang walaupun mengeluarkan 1001 cara.😆
~Kak Rizki ternyata pintar juga yaa, kalau udah debat sama wanita lebih baik ngalah aja deh yaa hehe