Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Mutiara Jiwa Putih


__ADS_3

Dan sosok yang di depan Fiya pun terkejut mengetahui Gadis itu akan jatuh kebelakang. Ia tak tahu jika Fiya 'yang sekarang' ternyata memiliki phobia dengan darah.


"Tidak.. apa yang telah kulakukan.."


Hap..


"Aku mendapatkan mu. Maaf aku lupa jika kamu yang sekarang belum terbiasa dengan pembunuhan berdarah. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku pasti akan menjagamu."


Sosok tersebut menangkap tubuh Fiya yang akan jatuh ke tanah. Ia menahan tubuh Fiya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya masih menegang pedang yang berlumuran darah segar tadi.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang,, aku tak bisa membiarkan dia pingsan terlalu lama di tempat ini. Kalau itu sampai terjadi, nyawa nya bisa 'menjadi taruhan'. Dan aku tidak mungkin membiarkan dia mati lagi sebelum berusia 17 tahun!!"


Sosok misterius itu terlihat panik, terukir jelas di raut wajahnya ia sangat mengkhawatirkan Alifiya. Akhirnya dia mengeluarkan sebuah benda kecil seperti kelereng. Namun memancarkan cahaya putih yang menyilaukan.


"Maaf, aku harus membuka ingatanmu secara paksa, jika aku tidak melakukan ini. Nyawamu akan berada dalam bahaya." Sosok itu pun menaruh benda kecil itu di dalam gelang yang berliontin 'kan kerang laut yang hanya tinggal cangkangnya saja.


"Ini demi keselamatanmu Putri, jika tidak aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku tak bisa membiarkanmu mati di hadapanku lagi!"


Sosok itu berucap dengan tegas namun matanya mengisyaratkan kesedihan dan khawatir yang mendalam pada gadis yang sedang terbaring dan juga kehilangan kesadarannya itu.


" Ini yang terbaik untukmu Sayang.. Kamu harus mampu bertahan."


*


*

__ADS_1


*


"Uhuk.. uhuk.. Apa yang terjadi? Kenapa aku merasa baru saja tersedak kelereng.." Fiya baru saja terbangun dan mendapati dirinya merasa seperti tersedak benda aneh.


Padahal, ia masih berada di tempat tidurnya dan tidak mungkin kan jika ia makan sesuatu saat tidur..?


"Mimpi ini terasa nyata lagi.. Apakah benar aku hanya bermimpi???" Fiya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Ia merasa heran dengan mimpi yang baru saja ia alami. Kenapa mimpi kali terasa sangat nyata.


Kemudian Fiya melihat jam beker di meja belajarnya dan mendapati jam tersebut masih menunjukkan pukul 02.47 dini hari. Itu artinya, mimpinya tersebut pastilah bukan mimpi biasa. Karena kata orang zaman dulu.. Jika kita bermimpi di sepertiga malam terakhir, mimpi tersebut adalah 'isyarat' bagi kita.


"Sudahlah.. lebih baik aku membersihkan diri. Kebetulan sekali hari ini adalah Kamis, jadi aku bisa memasak dari sekarang."


Setelah Fiya mengumpulkan sisa-sisa nyawanya, ia pun bergegas menuju ke Belakang dan membersihkan diri sebentar. Ia kemudian berjalan menuju dapur dan mendapati ibunya juga sudah berada di sana.


"Iya Nak, ibu tadi tiba-tiba saja terbangun, ya sudah lanjut masak saja, toh ini juga sudah mulai pagi." Jelas ibu kepada Fiya yang juga baru saja 'terbangun' dari tidurnya.


~Jam 03.00 itu udah pagi ya gayss🙂


Setelah itu keduanya mempersiapkan semua keperluan mereka seperti biasanya. Pasangan ibu dan anak itupun sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya tepat saat Adzan subuh berkumandang.


Fiya yang sudah selesai dengan tugasnya, bergegas ke belakang untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia, makhluk yang di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna.


Begitu juga ibunya yang akan melaksanakan sholat subuh di Surau yang dekat dengan rumah mereka.

__ADS_1


Setelah selesai dengan kewajibannya, Fiya pun kembali ke rumah lebih dahulu untuk mempersiapkan keperluan sekolahnya nanti.


Ia hari ini mengenakan baju Pramuka lengkap dengan atribut-atribut. Fiya adalah salah satu anggota Pramuka yang aktif mengikuti kegiatan baik di luar, ataupun dalam lingkungan sekolahnya.


Hari ini dia berangkat lebih awal dari biasanya. Entah mengapa ada sesuatu yang menuntunnya untuk segera berangkat ke sekolah. Ia segera menaiki sepeda kesayangan nya dan menuju ke sekolah untuk menuntut ilmu dan menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Tentu saja ia mencari Ilmu dengan niat untuk mendapat barokah dan Ridha dari Allah, Tuhan Seluruh Alam.


*


*


*


Pukul 06.05 Fiya sudah sampai di sekolah tercintanya itu. Dan seperti dugaannya, di sana masih sangat sepi dan juga hanya ada beberapa murid dan petugas kebersihan yang menyapu halaman sekolah ternama itu.


Saat akan menuju koridor yang mengarah ke kelasnya, ia melihat seorang yang tidak asing lagi baginya berlari-lari kecil menuju ruang Sekretariat OSIS. Tentu saja orang itu adalah Kandidat Ketua OSIS tahun ajaran depan.


Siapa lagi kalau bukan Rizki Pradana, sahabatnya itu nampak berlari kecil dengan menggunakan seragam putih yang sangat pas dengan tubuhnya.


Ia juga nampak lebih berwibawa dengan pakaiannya saat ini. Apalagi dia membawa Hand Phone yang senada dengan pakaiannya. Jadi, tidak diragukan lagi jika Rizki adalah idola bagi kaum hawa di SMA Ternama di Jawa Timur tersebut.


Banyak gadis yang mengantri hanya sekedar untuk bisa menjadi teman dan seseorang yang dikenal baginya. Bukan hanya karena pesona dan juga jiwa kepemimpinan nya, ia juga terkenal ramah dan baik kepada semua orang.


Sungguh beruntung bukan, Alifiya mempunyai sahabat yang sangat baik dan juga pengertian seperti Rizki Pradana. Alifiya juga sadar dengan hal itu, ia merasakan beruntung bisa menjadi sahabat Rizki sejak di bangku sekolah dasar.


~Nah.. seperti janji Author di bab sebelumnya 'Amnesia'. Jika MaMa author akan kasih kalian Visualnya Kak Kiki yaa, yuk cekidot kita lihatt man-teman.. Gimana sih wujud kak Iki yang sebenarnya 😆

__ADS_1



__ADS_2