My Bride Violetta

My Bride Violetta
Ada yang mencuri pandang


__ADS_3

"Selamat siang Adrian." sapa Monica yang sudah datang lebih dulu bersama Alfonso. Monica memang bekerja di perusahaan Daddy-nya. sehingga di mana Alfonso ke kantor Adrian Monica selalu ikut.


"Eh, kau Vio kan? Oh Tuhan kau ke mana saja cantik? Aku merindukan permainan catur kita. Tak ada yang bisa mengalahkanmu saat bermain catur. Kau apa kabar?" tanya Alfonso. Dan otomatis Vio dan Adrian berdiri.


"Saya baik tuan. Tuan apa kabar? Sehat?" tanya Vio dengan senyum cantiknya.


"Aku baik. Jadi kau kembali bekerja lagi? Kalau begitu aku tak susah mencari orang untuk lawan mainku bermain catur. Oh iya ini kenalkan anakku, Monica. Monica dia adalah Vio asisten Adrian yang dulu sering daddy bicarakan kalau dia pintar bermain catur." ucap Alfonso yang juga memperkenalkan Vio.


"Selamat siang nyonya." sapa Vio dan mereka saling berjabat tangan.


"Siang." Monica pun menyambut Vio dengan senyumnya.


"Siang tuan Alfonso." sapa Adrian.

__ADS_1


"Sudah aku katakan padamu Adrian. Panggil aku paman saja." ucap Alfonso. Sejak anaknya dekat dengan Adrian, Alfonso sudah menganggap jika Adrian adalah calon menantunya. Dan agar lebih akrab, Alfonso menyuruh Adrian memanggilnya dengan sebutan paman.


"Baiklah maafkan aku paman. Aku belum terbiasa. Oh iya, apa kalian sudah makan?" ucap Adrian yang mempersilahkan Alfonso dan Monica duduk.


"Iya kami belum makan siang. Seharusnya nanti kita baru berangkat sesuai jadwal, tapi Monica yang mengajakku untuk cepat-cepat ke sini." ucap Alfonso yang membuat Monica malu.


"Kau mau ke mana Vio?" tanya Adrian saat Vio membersihkan piring makannya dan membawa pergi dari sana.


"Saya akan makan di kursi sebelah saja tuan. Kalian bisa mengobrol dulu sembari makan dan menunggu tuan Marco dan tuan Dareld." jawab Vio yang langsung permisi untuk pindah.


Usai makan mereka masih mengobrol singkat sembari menunggu tuan Marco dan Dareld. Karena memang jam pertemuan mereka pukul 1. Alfonso dan Monica saja yang lebih dulu datang.


Tak lama kedua orang yang di tunggu pun datang dan langsung memulai meetingnya. Selama meeting, Marco sering sekali berinteraksi dengan Vio.

__ADS_1


Marco adalah rekan bisnis Adrian yang sudah lama menjalin kerja sama. Karena itu dia juga mengenal dengan Vio. Hanya saja dia tak menyangka jika Vio yang dulu sangat berbeda dengan sekarang. Yang ini sangat cantik.


Akhirnya mereka mengakhiri meeting mereka. Bukannya tak tau Vio kalau Monica suka pada boss-nya. Karena perempuan itu terus saja mencari perhatian dengan Adrian. Tapi dia tak peduli. Itu bukan urusannya.


"Vio kau malam ini ada acara? Aku di undang ke acara pesta temanku, tapi aku belum ada pasangan. Apa kau mau ikut?" tanya Marco saat selesai meeting.


Marco adalah lelaki baik. Dia bahkan sopan pada Vio. Karena itu Vio akrab dengan Marco.


"Maaf tuan, tapi sepertinya saya tak bisa. Saya harus menemani ayah saya di rumah." ucap Vio yang menolak dengan lembut ajakan Marco.


"Baiklah tak masalah. Tapi lain kali bolehkah------' jika aku mengajakmu untuk makan?" tanya Marco dan Vio menganggukkan kepalanya dengan senyum cantiknya


Sedang di kursi lain ada yang terus memperhatikan interaksi antara Vio dengan Marco. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa, apalagi Monica terus mengajaknya bicara.

__ADS_1


"Andrian apa kau mendengarku?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2