My Bride Violetta

My Bride Violetta
Buka semua pakaiannya


__ADS_3

"Jika kau tak percaya, lihatlah sendiri." ucap Monica yang sudah melemparkan foto-foto kepada Vio.


Vio hanya menelan salivanya dan tak berani lagi melihat apa yang dia lihat. Dia yakin itu bukan Adrian.nya.


'Adrian tak mungkin melakukan hal gila semacam itu. Tapi ini apa? Tidak. Bukan. Ini pasti bukan Adrian. Aku yakin itu.' ucap Vio dalam hatinya yang menguatkan dirinya untuk tetap percaya kepada calon suaminya.


Monica baru saja melemparkan beberapa lembar foto. Di mana di dalam foto itu ada sepasang laki-laki dan perempuan sedang melakukan permainan panas di atas ranjang.


Satu foto wajah yang mirip Adrian sedang menikmati miliknya yang sedang di kulum oleh Monica. Dan Satu lagi seorang lelaki dengan postur mirip Adrian sedang menghangatkan rahim Monica yang sedang bermain di atasnya.


Entah itu nyata atau tidak. Yang jelas Vio tak akan mudah percaya. Dia lebih percaya jika Adrian sendiri yang mengatakannya. Dan jika saja sampai itu terjadi. Vio akan membakar hidup-hidup milik Adrian. Dan pergi sejauh mungkin dari pria yang bernama Adrian itu.


"Kau pikir dengan foto itu aku percaya padamu nona? Jika kau memang ingin membuat bukti, buat bukti menggunakan video. Aku pasti akan percaya jika sudah melihat itu." ucap Vio yang masih berusaha santai di hadapan Monica.

__ADS_1


Meskipun dia berusaha percaya dengan Adrian. Tapi tak menampik jika foto itu berhasil membuat hati Vio sakit. Terasa nyilu di dadanya. Ingin rasanya dia segera berlari dan bertanya pada Adrian apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Kau..! Kau pikir aku bohong? Lihatlah sekali lagi foto itu. Dan lihatlah tanggalnya. Bahkan itu baru beberapa hari ini terjadi. Aku masih ingat ketika dia menghangatkan rahimku dengan benih miliknya yang begitu banyak di dalam sana." ucap Monica sambil memejamkan matanya membayangkan jika dirinya sedang bermain dengan Adrian.


"Bukankah anda dulu wanita baik-baik nona?" tanya Vio yang mengalihkan pembicaraannya agar tak terfokus pada cerita memalukan itu. Jangan sampai Vio terpancing.


"Kau! Kau yang merebut Adrian dariku yang membuat aku menjadi wanita seperti sekarang. Dia itu milikku. Karena itu kau seharusnya tau diri Vio." bentak Monica.


Monica yang Vio kenal selama ini tidak seperti ini. Apalagi ini justru dengan terang-terangan sampai menculik dirinya. Padahal Alfonso adalah seorang ayah yang baik. Tapi kenapa bisa sampai membuat Monica menjadi seperti ini?


"Tak usah berbelit-belit Vio. Aku hanya ingin menjadikan Adrian sebagai milikku. Dan kau, Adrian setelah ini pasti akan jijik denganmu. Lihat saja. Adrian akan tetap memilihmu atau dia lebih memilihku. Semuanya akan terbukti setelah ini. Bawa mereka masuk." ucap Monica.


Ada 3 orang pria yang mendekat dan 2 orang di antaranya sudah polos tanpa sehelai benang pun dan 1 lagi sepertinya adalah pengikut Monica.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan nona? Apa kau sudah gila nona?" tanya Vio dengan jantungnya yang berdetak cepat. Apa sebenarnya yang ingin Monica lakukan pada Vio?


"Kau diam saja. Ikuti saja permainan yang aku siapkan padamu. Brey berikan minumannya sekarang."


Brey yang membawa dua orang pria itu maju mendekat pada Vio. Dia mencekoki Vio dengan gelas berisi air. Entah itu air apa. Gerakan berontak Vio mampu Brey tahan sampai Brey berhasil membuat Vio meminum itu sampai habis.


"Hah, apa yang kau berikan padaku? Apa kau gila nona? Jika tuan Alfonso tau akan hal ini, pasti beliau akan kecewa padamu. Kenapa kau melakukan hal menjijikkan seperti ini?"


"Brey buka semua pakaiannya." ucap Monica santai.


"Baik nona." Brey kembali mendekat pada Vio.


"Jangan! Apa yang akan kau lakukan padaku. Hentikan. Hentikan. Jangan seperti ini padaku nona. Aaakkkhhh!! Jangan lepaskan menjauh dariku jangan. JANGAN!!"

__ADS_1


LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2