My Bride Violetta

My Bride Violetta
Lembur


__ADS_3

Pagi ini Vio bangun kesiangan, saat melihat jam ternyata sudah pukul 8. Dia segera bangun dan langsung mandi. Saat akan membuat sarapan untuk dirinya dan Adrian, ternyata Adrian sudah tidak ada.


"Aku membuatkanmu sarapan, makanlah sebelum berangkat. Aku ada keperluan mendesak." ucap Adrian di secarik kertas yang dia letakkan di dekat piring sarapan untuk Vio.


"Keperluan mendesak apa sepagi ini? Cih, pergi sana. Kau juga tak di butuhkan di sini." ucap Vio yang sudah mengomel, tapi saat dia melihat sarapan yang di siapkan Adrian dia memakannya dengan lahap.


Selesai sarapan Vio bergegas berangkat, dia menunggu taxi online. Saat berada di lobby, ternyata ada Marco yang menunggunya dengan membawa bunga.


"Selamat pagi Vio." sapa Marco dan Vio pun tersenyum pada Marco.


"Pagi tuan." jawab Vio.


"Ini untukmu untuk permintaan maafku atas apa yang aku lakukan kemarin Vio. Sekali lagi maafkan aku." mohon Marco dengan memberikan seikat bunga mawar merah untuk Vio.


"Terima kasih tuan." ucap Vio dan mengambil bunga yang di berikan padanya.


"Jadi aku sudah di maafkan?" tanya Marco.


"Sudah dari semalam saya memaafkan anda tuan." jawab Vio.

__ADS_1


"Kalau begitu sekarang mau aku antar ke kantor? Aku tak akan lagi berbuat seperti itu padamu." ucap Marco dan Vio tersenyum mengiyakan.


Akhirnya Vio pun di antar Marco ke kantornya. Sepanjang perjalanan itu Marco mulai lagi dengan rayuan-rayuan recehnya pada Vio. Tapi kali ini lebih sopan.


Sesampainya di kantor, ternyata bertepatan dengan Adrian yang baru keluar dari mobil.


"Kenapa kau masih mau di antar olehnya? bukannya semalam kau sudah di buatnya menangis?" tanya Adrian sinis.


"Tadi saat saya akan berangkat, tuan Marco sudah ada di lobby apartemen tuan. Dan beliau meminta maaf pada saya. Tuan Marco juga menawarkan tumpangan." ucap Vio yang menjelaskan apa yang terjadi padanya dan Adrian hanya bisa mencibir kelakuannya.


Adrian tak lagi bicara, dia memilih langsung pergi meninggalkan Vio. Dan segera masuk ke dalam lift tanpa menunggu Vio.


Ya, seperti itulah lelaki seperti Adrian. Harga dirinya terlalu tinggi. Jatuh sekali tak mungkin dia biarkan jatuh untuk yang kedua kalinya.


Hari ini banyak sekali pekerjaan di kantor. Bahkan Adria dan Morgan sampai tak sempat untuk sekedar bersantai. Hingga harus membuat Maria dan Vio ikut melembur.


"Vio aku pulang lebih dulu ya? Kau tak pulang? Udah sih lanjut besok saja. Sekarang sudah hampir jam 9 malam juga." ucap Maria.


"Iya sebantar lagi. Tanggung kalau di tinggal." jelas Vio dan Maria pun pulang lebih dulu. Tak lama dari Maria pergi, ponsel Vio berdering.

__ADS_1


Kring..kring..


"Adrian?" tanya Vio saat melihat layar ponselnya yang ternyata boss.nya yang menghubunginya.


"Iya tuan?" tanya Vio.


"Kau di mana? Apa jalan bersama Marco? Pulang sekarang! Aku sudah di apartemenmu." ucap Adrian. Dan Vio hanya heran saja. Adrian ini kenapa, beberapa hari ini juga sibuk mengunjungi apartemennya?


"Saya lembur tuan. Saya masih di kantor. Ini juga baru akan pulang." jawab Vio. Lagian, salah sendiri kenapa juga main asal masuk saja ke rumah orang. Kesal Vio.


"Kau lembur? Masih di kantor? Ya sudah tunggu aku. Aku akan menjemputmu." ucap Adrian yang langsung keluar dari apartemen Vio.


"Tak perlu tu..." ucap Vio yang belum selesai karena Adrian sudah keburu mematikan panggilannya.


"Terserah andalah tuan." ucap Vio sambil mengibaskan tangannya. Karena ini sudah jam 9 lebih Vio pun segera membereskan pekerjaannya. Dan segera menaiki lift untuk turun.


Brakk..


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2