My Bride Violetta

My Bride Violetta
Candle light dinner


__ADS_3

"Aku akan tetap seperti ini. Aku akan menemanimu. Aku juga tak ingin melihatmu dekat lagi dengan Marco. Apa kau bisa melakukannya untukku Vio?" ucap Adrian, yang semakin membuat Vio pusing.


"Oh God, kau ini apa-apa.an Adrian? Itu hidupku, siapa kau sampai harus mengaturku seperti itu?" ucap Vio to the point.


"Aku Adrian. Dan itu permintaanku padamu. Aku tak mau tau. Yang penting kau harus menurut padaku." jawab Adrian yang masih kekeh dengan kemauannya.


"Terserahmu sajalah. Yang jelas aku tak akan menuruti kemauanmu." ucap Vio dan berlalu pergi. Namun Adrian menahan tangannya.


"Vio, turuti apa kataku. Apa susah untukmu melakukannya?" tanya Adrian lagi. Tak ada kata penolakan jika Adrian sudah katakan seperti itu.


"Aku tak akan menuruti kemauanmu." jawab Vio yang masih mempertahankan bagaimana jalan hidupnya sendiri. Ini hidupnya. Lalu untuk apa ada yang mengaturnya? Jika mau yang seharusnya yang mengatur hidupnya ya dirinya sendiri.


"Aku katakan lakukan ya lakukan Vio. Atau kau memang ingin aku cium sekarang?" mohon Adrian yang kali ini menggunakan ancamannya pada Vio.

__ADS_1


"Baiklah. Iya. Akan aku lakukan. Puas?" jawab Vio kesal. Untuk sekarang iyakan saja dulu agar selamat dari pria semaunya sendiri ini.


Adrian pun tersenyum dan melepaskan pegangan tangannya pada Vio serta mengusap lembut puncak kepalanya.


"Aish, kau ini." ucap Vio sambil menepis tangan Adrian yang mengusap kepalanya.


"Kau mau makan apa? Akan aku masakkan." ucap Adrian dengan bahagianya. Vio mau menurut padanya. Tentu saja dia senang.


Sejak hari itu Adrian semakin posesif dengan Vio. Ini tak boleh. Itu tak boleh. Vio jadi semakin susah dengan semua hal yang ingin dia lakukan. Bahkan dia tak di ijinkan lagi bertemu dengan Marco di luar jam kerja.


Selain Adrian cucu kakek Huseyyin, Alfred tau bagaimana orang tua Adrian. Mereka sangat baik, apalagi Ella. Dan mereka kini juga sudah berteman akrab ketika Alfred pergi menginap selama satu minggu kemarin.


Hari ini Adrian mengajak jalan Vio untuk makan di sebuah restoran mewah. Dia juga membawakan Vio seikat bunga mawar merah yang cukup besar.

__ADS_1


"Ada moment apa kau membawaku untuk makan malam di sini Adrian?" tanya Vio heran saat Adrian membawanya masuk ke dalam restoran.


"Aku hanya ingin mengajakmu makan. Dan ini bunga untukmu." ucap Adrian dan memberikan bunga mawar itu yang memang sudah siap di atas meja yang dia pesan lewat Marco.


"Ini untukku?" tanya Vio dan dia menerima bunga itu dengan tersenyum manis pada Adrian.


"Hmm. Untukmu. Duduklah." Adrian membukakan kursi untuknya duduk. Dan dia pun duduk di hadapan Vio.


Adrian sudah memesankan menu makanannya sehingga pelayan langsung menyiapkannya. Dan Adrian juga memesan pemain musik biola untuk menemani makan malamnya ini.


Dan asal tau saja Vio bahagia sekali dengan hal-hal romantis seperti ini. Itu sangat membuatnya bahagia.


Namun tiba-tiba ada Marco yang datang. Adrian memang bukan memesan restoran private. Dia hanya memesan sebagian restoran saja dan Marco yang duduk dari arah yang berlawanan arah dengan mereka, mendekat pada mereka.

__ADS_1


"Vio.. Adrian..."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2