My Bride Violetta

My Bride Violetta
Kedatangan tamu kecil


__ADS_3

Selesai bertukar peluh, Adrian membiarkan Vio beristirahat di ruangannya. Sedangkan dia melanjutkan pekerjaannya untuk meeting di luar bersama dengan Morgan.


Setelah mendapatkan energi, Adrian bekerja dengan penuh semangat. Semua pekerjaan dia kerjakan dengan baik. Bahkan meeting ini, berjalan dengan lancar.


Senyum terus ia lepas dari bibirnya. Kekuatan cinta memang selalu ampuh untuk menyelesaikan semua masalah. Terbukti sudah oleh Adrian.


'Habis dapat tenaga dari Vio, tuan semangat sekali. Coba saja Vio setiap hari memberikan tambahan energi seperti ini, pasti pekerjaanku tidak akan terlalu berat.' ucap Morgan dalam hati yang sudah tertawa dengan sikap Adrian yang senyam senyum sejak tadi.


"Ada apa senyum-senyum?" tanya Adrian yang melihat Morgan curi-curi pandang padanya.


"Maafkan saya tuan. Tapi sepertinya tuan sedang semangat sekali hari ini. Apa yang sudah terjadi tuan?" tanya Morgan yang pura-pura bodoh.


"Bukannya kau tadi sudah melihatnya? Buat apa tanya lagi? Makanya kau cepatlah cari pasangan. Biar bisa merasakan bagaimana enaknya kalau sudah menikah. Setiap hari di manja dan tentu saja mendapat jatah setiap waktu." jawabnya sambil terkekeh.


"Iya tuan. Nanti kalau waktunya tiba, pasti saya akan menikah. Masih waktunya senang-senang sekarang tuan."


"Jangan lama-lama, ingat umurmu Morgan. Atau aku bantu carikan pacar untukmu? Kau tau kenalanku semua seperti apa, mereka sexy-sexy."


"Tidak perlu tuan, terima kasih. Biar saya cari sendiri saja."


"Karena kau sudah membuatku senang, aku ingin membagi kebahagiaanku denganmu. Aku sudah menjadi calon daddy." Ucap Adrian. Tentu saja di sambut baik oleh Morgan.


"Vio hamil tuan? Eh maksud saya nyonya sedang hamil tuan?" Adrian mengangguk. "Benarkah tuan? Selamat untuk anda dan nyonya tuan. Semoga lancar sampai hari kelahiran calon bayi anda."


"Terima kasih Morgan. Carikan dokter kandungan terbaik untuk istriku. Ingat, jangan cari yang laki-laki. Cari yang perempuan." 

__ADS_1


"Baik tuan." Morgan sedikit menunduk pada Adrian. "Apa kita akan langsung kembali ke kantor tuan?" Adrian langsung mengangguk. Mereka pun kembali ke perusahaan.


***


Sementara Vio baru saja terbangun dari tidurnya. Ia melihat dirinya yang masih berada di kantor. Tersenyum puas sambil melihat tubuhnya yang penuh tanda cinta dari sang suami.


Betapa heboh sang suami yang terus menggempurnya dibatas meja, seakan perasaan itu tak ingin hilang dari diri Vio. Ingin terus menikmati dan merasakan setiap kenikmatan yang di berikan Adrian padanya.


Teringat pula pada Adrian yang memarahi Olive membuat Vio kian senang. Bukan karena Vio tak menyukai Olive, tapi setidaknya Olive jangan seenaknya sendiri. Seperti yang asal peluk kemarin, serta hari ini yang asal masuk ke dalam ruangan.


Vio pun terbangun dan segera membersihkan dirinya ke kamar mandi Selang beberapa menit, ia selesai dan melihat pesan di meja serta setangkai mawar merah yang di berikan Adrian padanya.


"Aku harus pergi meeting dulu sweety. Love you." pesan yang di baca Vio dari Andrian. "Love you too, sayang."


"Halo tampannya kakak." sapa Vio.


"Hali kakak? Kakak sekarang sibuk? Gio kangen kakak. Boleh sekarang Gio ketemu kakak?" tanya Gio dengan semangatnya.


"Tapi kakak sedang menunggu sua.."


"Kakak di mana sekarang? Biar Adrian yang samperin kakak."


"Ehmm. boleh. Gio di sana dengan daddy? Boleh ponselnya di berikan kepada daddy dulu?"


Gio segera memberikan ponselnya pada sang ayah. "Ia Vio?" Vio pun memberitahukan di mana alamatnya berada. Dan Mereka segera meluncur ke perusahaan Adrian.

__ADS_1


Vio yang sudah segar kembali langaung menuju lobby, menunggu kedatangan tamu kecilnya. Memikirkan Gio, Vio juga memikirkan sebentar lagi dirinya juga memeliki si kecil yang sama dengan Gio. Entah itu perempuan ataupun laki-laki Vio pasti akan sangat menyukainya.


Tak lama ada yang berteriak memanggil-manggil namanya.


"Kakak Vio.. Kak Vio.. Gio datang.." teriaknya yang langsung memeluk Vio. Tubuh kecilnya hanya bisa memeluk satu kaki Vio.


"Gio sayang, tampan sekali hari ini. Cium dulu dong kak Vio." ucap Vio ketika sudah menggendong Gio. Gio pun dengan senang hati menciuminya dengan bibir mungilnya


"Hai Vio,"


"Hai James. Sudah pulang kerja?" James pun mengangguk, dan Vio mengajak mereka duduk di lobby.


"Kakak, kakak Vio sedang apa di sini? Kakak sudah tidak sedih lagi?" tanya Gio. Terakhir kali mereka bertemu Vio sedang bersedih, dan Gio ingat itu.


"Kakak sedang mengunjungi orang yang penting untuk kakak." James hanya tersenyum mendengarnya. James pikir Vio masih sendiri. Ternyata sudah bersuami dan bahkan sedang mengandung saat ini.


"Siapa kak? Gio dan daddy apa bukan orang yang penting untuk kakak? Gio sayang sama kakak. Daddy juga, ya kan daddy?" James dan Vio saling pandang dan tersenyum canggung setelahnya.


"Iya, Gio juga penting untuk kakak. Dan kak Vi.."


Ketika mereka sedang asyik berbincang, dan mereka yang seperi itu nampak seperti keluarga, tiba-tiba ada yang memanggil Vio.


"Sweety!"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2