My Bride Violetta

My Bride Violetta
Panas dingin, Ugh!


__ADS_3

"Benar sweety, mereka sudah merekayasa wajahku. Yang sedang melakukan hubungan ranjang dengan Monica itu bukan aku. Tapi pria yang menyukai Monica sejak dulu. Itu bukan aku sweety." jelas Adrian sambil menunjukkan dengan foto-foto yang sama.


Sejak malam Adrian menolak Monica secara terang-terangan, Morgan yang di perintahkan untuk mengikuti Monica melihat Monica masuk ke dalam Club dan melihatnya mendekati Qiano, pria yang menyukainya.


Monica bahkan lebih dulu mengecupnya. Dan tentu saja Qiano yang memang menyukai Monica menerima respon itu dengan baik. Dia segera mengajak Monica ke kamar hotel dan terjadilah malam panas itu.


Karena menyadari perbuatannya itu salah. Monica memilih kabur dari kota. Dia memilih untuk menenangkan diri. Namun dia sadar dan kembali. Tapi tidak sesuai prediksi. Monica justru semakin menjadi sampai akhirnya dia bertemu dengan Vio dan Adrian saat di restoran.


Bahkan karena emosinya dengan Adrian yang akan menikahi Vio, Monica kembali berbuat itu dengan Qiano yang masih terus menghubungi sejak malam panas mereka yang terakhir kali.


"Kau berkata jujur kan sayang? Kau sedang tak membohongiku kan sekarang?" tanya Vio dengan lembutnya. Dia mengusap pipi Adrian dengan jemarinya yang lembut. Namun mata itu sempat-sempatnya melirik milik Adrian yang sudah seperti pentungan. Besar sekali. Mana sudah sangat on. Oh Tuhan. Kutuklah mata Vio itu!


"Tidak sweety. Ini benar-benar bukan aku. Aku sudah menyiapkan bukti-bukti ini semua karena aku tau kau pasti ingin tau apa yang terjadi sebenarnya. Aku sama sekali belum melakukan hal itu dengan wanita manapun selain kau sweety. Hanya kau yang pernah tidur denganku. Itu pun karena pengaruh obat yang Monica berikan padamu." jawab Adrian dan otak Vio langsung merespon kelakuannya semalam dan melirik lagi ke arah sana. Sial!. Dia menggigit bibir bawahnya dan mengulas senyum pada Adrian.


"Kau percaya padaku kan sweety?" Vio mengangguk dan Adrian segera menyingkirkan bukti-bukti itu ke bawah. Biar saja berserakan di bawah pikirnya.


"Aku sungguh tak mungkin melakukan hal itu dengan wanita yang tidak aku cintai sweety. Hanya kau orangnya, yang aku cintai sekarang." Vio mengangguk dan kali ini dia yang mengecup bibir Adrian.


"Aku percaya padamu."

__ADS_1


Adrian tersenyum dan tak ragu lagi mengecup bibir Vio yang masih basah. Dia bermain dengan nafsu yang sudah di ubun-ubun dengan bibir Vio. Saling membasahi dan menari dengan indah di dalam sana.


Adrian juga mendorong lembut Vio agar bisa tidur di posisi ternyaman. Karena Adrian akan mulai bermain dengan tubuh Vio. Dengan tidak sabaran Adrian menyobek dengan kerasnya kain yang sudah menutupi tubuh Vio, dan hanya menyisakan seutas benang yang menutup bagian bawah saja. Sehingga terlihatlah gunung Vio yang sungguh besar.


Ugh! Panas dingin Adrian. Apalagi tubuh Vio yang mulai berkeringat membuat tubuhnya semakin mengkilap dan itu sungguh luar biasa sexy dan terlihat sangat menggairahkan.


Tak ingin menunggu lebih lama lagi, Adrian langsung melahap dan mempermainkan bagian indah itu dengan mulutnya. Merasakan betapa nikmat bagian itu. Bahkan tangannya tak di biarkan menganggur. Satu jemarinya dia masukkan di mulut Vio dan jari yang satu lagi bermain di puncak tertinggi milik Vio.


Vio yang merasakan hal baru seperti itu di tubuhnya, bagaikan tersengat ribuan volt listrik dalam dirinya. Sampai tak terasa jika miliknya yang di bawah terus mengeluarkan cairan kenikmatan.


Masih melakukan hal yang sama Adrian melepas kain penutup bagian bawahnya dan kembali menikmati bagian yang masih berwarna pink itu. Bersih sekali bagian itu. Wanginya menggoda. Ssshh...


Adrian yang sudah sejak tadi tak sanggup menahan miliknya yang terus meronta langsung menghantam dinding Vio dengan tidak sabaran. Serasa mendapat pijatan yang luar biasa nikmat saat miliknya masuk. Permainan panas pun di mulai.


Hentakan demi hentakan ia lakukan. Yang awalnya Vio merasakan sedikit sakit, tapi lama-lama rasanya begitu nikmat dan mulai geli di seluruh tubuhnya muncul kembali dengan gelombang yang semakin besar.


Keringat sudah mengucur dengan derasnya membasahi kedua tubuh pasangan suami istri yang baru ini. Kucuran keringat dan ******* serta teriakan lembut yang keluar dari mulut Vio terdengar seperti alunan music merdu di telinga Adrian dan semakin membuat Adrian bersemangat sampai akhirnya keduanya mengeluarkan cairan kenikmatan secara bersamaan.


Saat melepas miliknya, lagi-lagi Adrian melihat ada noda darah. Hanya saja tak sebanyak kemarin saat pertama mereka melakukannya.

__ADS_1


Karena lelah dan Adrian tak ingin membuat malam pertama Vio langsung kelelahan mereka memilih tidur. Nanti saat bangun jika Adrian masih on pasti akan berlanjut lagi.


Mereka tak peduli dengan tubuh yang masih basah dengan keringat dan jejak cinta mereka. Keduanya hanya ingin saling berpelukan dan menikmati getaran luar biasa yang baru saja mereka rasakan.


Seolah mengerti, hujan yang sedari turun masih saja membasahi bumi. Menambah nyenyak untuk keduanya tertidur.


Hingga dini hari saat Adrian terbangun dia tak sanggup lagi merasakan tubuh Vio yang masih polos menempel dengan tubuhnya. Akhirnya dia membangunkan Vio dan mulai kembali percintaan panas mereka.


Kali ini Adrian taka memberikan Vio ampun. Meski Vio menyerah, dia terus melancarkan aksinya sampai 3 ronde. Baru dia berhenti dan kembali tidur di jam 6 pagi.


Oh itu sungguh mengasyikkan. Tak ingin rasanya Adrian melepaskan sesuatu yang begitu menggigit pada miliknya. Dia ingin terus dan terus melakukan hal ini dengan Vio. Sayangnya tubuhnya sudah sangat lelah.


Tak ada sama sekali yang membangunkan keduanya. Maklum saja. Pengantin baru. Sehingga tak ada yang menghiraukan bagaimana kondisi pasangan di dalam kamar itu. Mereka memilih diam dan menunggu saja keduanya sampai keluar.


Sedangkan Vio baru terbangun di jam 10 pagi. Meski remuk tak Vio masih merasakan betapa indah malam mereka. Getaran-getaran itu masih terasa begitu nyata. Dia tersenyum saat Adrian yang tidur di sampingnya dengan pulasnya masih memeluk tubuhnya.


Vio terus saja tersenyum dengan perbuatan Adrian. Gigitan di bibirnya masih terasa perih tapi menagih. Melihat kotak-kotak suaminya yang menganggur saja di depannya seperti ini, membuat gejolak di dalam dirinya kembali terbangun. Sial!


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa follow IG Shakila blue


__ADS_2