My Bride Violetta

My Bride Violetta
Jangan menyentuhku


__ADS_3

"Eh apa yang anda lakukan tuan?" teriak Vio karena Adrian sudah beranjak dari tidurnya di sofa menuju tempat tidurnya yang memang berukuran untuk dua orang.


"Sudah aku katakan, jika kau memanggilku dengan panggilan itu aku akan tidur di sini." jawab Adrian dengan santainya yang sudah tidur di tempat tidur Vio dan menjadikan satu tangannya untuk di jadikan bantal.


"Baik, saya.. tu.. Akh.. Adrian jangan tidur di sini." ucap Vio yang sudah bingung dan harus berbuat apa dengan boss.nya ini.


Adrian sedikit tersenyum saat Vio memanggil namanya dan wajahnya yang kesal membuat bibir itu semakin menggemaskan, Adrian jadi ingin sekali menyentuh bibir itu.


"Tapi kau sudah terlambat. Aku sudah lelah. Kau tidurlah juga. Kau butuh banyak istirahat." jawab Adrian tanpa ingin beranjak dari tempat tidur Vio.


Vio yang kesal langsung berdiri tanpa ingat pakaian tidurnya yang sexy terlihat oleh Adrian.


"Kau mau kemana? Tidur di sini saja." ucap Adrian sambil menarik tangan Vio agar tak pergi dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Aku sudah menurutimu agar tak lagi memanggilmu tuan. Tapi kau tetep tidur di sini. Maumu apa?" ucap Vio kesal. Dia juga menepiskan tangan Adrian agar tak menyentuhnya.


"Aku akan tidur di sofa. Kau tidurlah di sini. Kau masih sakit. Makanya menurut apa kataku. Tidurlah." ucap Adrian dan menarik Vio sampai Vio tertidur kembali di tempat tidurnya.


Adrian juga menyelimuti tubuh Vio, kemudian dia kembali tidur di sofa dan langsung memejamkan matanya.


"Cepat istirahatlah. Agar kau cepat sembuh." ucap Adrian dengan mata tertutupnya. Sedang Vio sudah mencibir kelakuan Adrian yang seperti itu. Mengesalkan.


'Apa maunya tuan Adrian ini? menyusahkan saja. Kenapa juga dia ada di sini." ucap Vio yang mengomel dalam hatinya.


Belahan dadanya yang terbentuk sempurna terlihat sangat jelas di mata Adrian. Untung saja Adrian segera menutup tubuh itu dengan selimut. Jika tidak, entah apa yang sudah Adrian lakukan.


Pagi harinya Vio bangun lebih dulu. Tubuhnya sudah kembali sehat. Dia bangun dan langsung membersihkan diri karena kemarin dia tak mandi seharian itu.

__ADS_1


Dia melihat Adrian yang masih tertidur dengan pulasnya di sofa. Saat tidur seperti itu kenapa Vio melihat bossnya itu sangat tampan sekali? Berbeda saat sadar. Perangainya galak.


Terpaksa Vio menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Dia hanya membuat omlet dan susu hangat. Vio memang setiap pagi selalu minum susu hangag. Kata Vio jika meminum itu setiap pagi, pikirannya saat bekerja bisa begitu lancar.


Selesai membuat sarapannya, Vio membangunkan Adrian yang masih menikmati mimpi indahnya.


"Tu..Adrian bangunlah, aku sudah membuatkanmu sarapan. Ini sudah pukul 8 pagi." ucap Vio masih dengan menggoyangkan tubuh Adrian lembut.


"Adrian. Apa kau tak ingin berangkat kerja? Cepat bangunlah. Aku tak ingin telat datang ke kantor nanti. Bangunlah." ucap Vio dan akhirnya Adrian mulai membuka matanya dan melihat Vio di hadapannya sudah sangat cantik dengan pakaian kantornya.


"Pagi.. kau sudah sehat?" tanya Adrian yang menyentuhkan tanganya di kening Vio. Tapi Bio cepat-cepat menghindar.


"Jangan menyentuhku."

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2