My Bride Violetta

My Bride Violetta
Lelaki pandai bersilat lidah


__ADS_3

"Tuan, nyonya sedang di apartemen sekarang." lapor Morgan pada Adrian. Tentu saja Adrian segera meluncur ke apartemennya.


Sesampainya di sana, Adrian langsung masuk dan melihat Vio yang sedang tertidur di kamar. Ia duduk di pinggir ranjang dan melihat wajah lelah sang istri. Rasa lega langsung memenuhi perasaannya. Karena istrinya masih mengijinkan dirinya untuk melihat senyum mentarinya.


Kenapa bisa dia sebodoh itu melupakan Vio yang sedang ada bersama dengan dirinya? Harus berapa kali lagi dia menyakiti sang istri? Apa belum puas dia menyakiti Vio setelah mengalami trauma begitu lama?


Dasar pria bodoh!


"Maafkan aku sweety. Aku yang salah telah membiarkanmu pergi. Tapi please jangan salah paham padaku. Aku bersumpah, hanya ada dirimu di hatiku sweety. Dia hanya sahabatku dan mungkin.. dulu aku pernah ada perasaan nyaman dengannya, tapi aku bersumpah, sekarang hanya kau yang aku cintai baby."


Membelai pelan wajah sang istri yang tertidur dan tiba-tiba Vio membuka mata dan tersenyum padanya.


'Mungkin aku yang terlalu cemburu padanya. Maafkan aku Adrian.’ Gumam Vio dalam hati. Ia mendengar semua yang Adrian katakan padanya. Dan mencoba mengerti dan menilai sendiri beberapa bulan ini tinggal bersama dengannya, Adrian selalu membuatnya bahagia.


“Sweety? Aku bisa jelaskan semuanya. Aku tak ada hubungan apapun dengan Olive. Aku bisa membuk..” Vio duduk dari tidurnya dan memeluk hangat tubuh sang suami. Mencari kehangatan di sana. Tempat ternyaman yang ia miliki selain ayahnya.


“Aku tau aku salah sudah bersikap seperti itu padamu dan membuatmu salah paham. Tapi jujur aku tak ada perasaan apapun padanya sweety. Aku bersumpah. Please jangan pergi lagi seperti tadi."


Vio yang oernah pergi meninggalkannya yang telah lalu, cukup membuatnya muak dengan dirinya sendiri. Dan sekarang dia hampir saja mengulang kejadian yang sama.


Vio tetap diam. Melepas pelukannya dan memandang dalam wajah suaminya. Melihat kejujuran di mata Adrian sampai Vio tersenyum dan mendaratkan ciumannya di bibir Adrian.


“Kita lupakan hari ini. Aku tak ingin membahas hal ini lagi. Aku tak ingin ada pertengkaran antara kita.” Ucap Vio lembut dengan mengulas senyum cantik pada sang suami.


‘Aku tau kau kecewa padaku.’


Kring.. kring..


“Gio?” Vio tersenyum melihat nama yang sedang menghubunginya. “Halo sayang?” sapa Vio dengan senyum manisnya menyapa pria kecil yang menemaninya bermain seharian ini. Sedangkan Adrian sudah mengerutkan keningnya.

__ADS_1


‘Sayang? siapa?’


“Kakak, Gio ganggu kakak cantik? Gio mau tidur di temenin kakak cantik, boleh?”


“Tentu saja kak Vio mau menemani Gio. Tapi kakak belum bisa menemani Gio ke rumah Gio. Bisanya lewat telepon. Tidak apa-apa kan sayang?”


“Siapa?” tanya Adrian yang langsung memotong pembicaraan Vio. Vio hanya memberikannya isyarat telunjuknya di bibir Adrian untuk diam.


Lalu dia berdiri dari tempat tidurnya dan duduk di sofa sambil terus mengobrol dan mendongengkan cerita pada Gio. Hal itu membuat Adrian cemburu. Adrian berusaha menahannya karena hari ini, dia sudah membuat Vio marah dengannya. Tapi siapa itu Gio?


Hingga hampir dua jam Vio baru menyelesaikan panggilannya dengan Gio. Senyum terus terlihat di wajah istrinya setelah mengobrol dengan seseorang yang entah siapa, Adrian tak mengenalnya.


“Siapa Gio, sweety?” tanya Adrian dengan raut wajahnya yang menahan amarah. Tatapan mengintimidasi ia lemparkan pada Vio yang sekarang tidur di sebelanya.


“Dia anak kecil yang aku temui di taman tadi. Dia sedang bermain dengan James dan Celo. Dia tampan sekali, aku suka dengannya.” jawab Vio dengan semangat.


“James? Celo? Siapa lagi mereka? Lalu siapa yang tampan?” Vio hanya tersenyum samar. Melihat suaminya yang sudah cemburu tanpa alasan.


“Kau panggil ayahnya dengan namanya? James? Kalian sudah sedekat itu? Sampai jam berapa tadi kalian bermain?"


“Kenapa sayang? Kau marah? Bukannya kau tadi memeluk wanita lain di depanku?” sindir Vio sambil tersenyum mengejek pada Adrian.


Mendengar itu, Adrian langsung ciut. Ya, dia salah dan hal itu di jadikan Vio untuk memukul telak apa yang di tuduhkan dirinya pada Vio.


“Kau jangan marah lagi sweety. Aku bersumpah aku tak memiliki hubungan apapun dengan Olive. Aku sudah jelaskan padamu tadi. Dia hanya teman lama." Mohon Adrian yang langsung memeluk Vio yang sudah membelakanginya di tempat tidur.


“Sweety, please..”


Suara parau Adrian yang sudah memeluknya di belakang, membuat Vio menoleh. Kenapa wanita selalu lemah dengan hal seperti ini? Permainan perasaan, selalu satu masalah itu yang membuat seorang wanita mudah memaafkan.

__ADS_1


Karenanya banyak pelakor yang bertebaran. Akibatnya banyak istri yang terdzholimi. Dan dengan mudah memaafkan kesalahan suami tanpa tau sikap lelakinya di luar sana.


"Kau yakin tidak memiliki perasaan padanya sayang?" Vio menatap dalam mata Adrian. Mencari jawaban atas pertanyaannya. Karena mata dan raut wajah seseorang tak bisa di bohongi seperti lisan yang pandai bersilat lidah.


"Aku bersumpah padamu sweety. Aku tadi hanya terbawa suana, karena kami sudah lama tidak bertemu." ucap Adrian meyakinkan. ia tau jika Vio masih marah dengan sikapnya tadi.


"Dengan membalas pelukannya?"


"Bukan seperti itu. Kami hanya teman, yang lama tidak berjumpa. Dan aku hanya menyambutnya atas kedatangannya. Itu saja."


"Jadi, jika aku berpelukan dengan James juga tidak apa-apa kan sayang? Aku juga temannya sekarang." jawaban Vio berhasil membuat Adrian diam.


"Bukan seperti itu maksudku sweety. Ia. aku tau aku salah. Seharusnya aku tidak melakukan itu padamu. Tapi aku bersumpah bukan seperti itu maksudku. Maafkan aku, please. Aku janji tak akan dekat-dekat lagi dengan Olive atau siapapun."


"Itu terserahmu saja sayang. Aku tak ingin membatasi pertemananmu. Tapi jika aku merasa tidak nyaman, mungkin aku akan pulang ke apartemenku yang lama." jawab Vio yang membuat Adrian ketar ketir.


"Iya aku janji padamu. Aku tak akan melakukan ini lagi padamu. Please sweety. Maafkan aku. Hmm?"


"Tak perlu minta maaf sayang. Ini bukan salahmu." Vio mungkin menerima maaf Adrian. Walaupun hatinya memang menolak, kedekatan Adrian dengan wanita lain.


Akhir-akhir ini emosinya tidak labil. Karena itu lebih baik dia diam untuk sekarang. Menahan emosinya, agar tak sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Keduanya saling beradu pandang. Sampai akhirnya Vio melihat nakal bibir Adrian. Setelah marah, rasanya Vio ingin di manja dengan cara yang berbeda.


Adrian yang menangkap tanda-tanda setan cantik dalam diri istrinya bangkit, segera merespon. Ia dekatkan bibir itu dan bermain lembut pada daging kenyal milik sang istri yang berwarna merah.


Menikmati permainan bibir yang setiap hari selalu mereka lakukan tanpa henti. Candu selalu yang di rasa. Ciuman penuh gairah dan kenikmatan selalu tersakiti membuat keduanya mulai di giring ke permainan yang lebih jauh.


Adrian menarik selimut dan menutup tubuh mereka di dalam sana. Melempar satu persatu kain yang mereka pakai ke lantai. Dengan gerakan penuh tanda tanya yang terlihat dari luar.

__ADS_1


"Jangan ngintip ya?"🙈


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2