My Bride Violetta

My Bride Violetta
Lalu apa itu?


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya dok?" tanya Adrian yang segera mendekati dokter yang baru saja memeriksa Vio.


"Nona hanya kelelahan tuan. Dan mengalami serangan panik. Tapi tak masalah, aku akan memberikan resep untuknya." jelas dokter dan Adrian terus saja mendengarkan apa yang di ucapkan dokter.


"Baik dok, lalu sebaiknya apa yang harus saya lakukan dok?" tanya Adrian lagi.


"Beri dukungan saja tuan. Dan temani dia jangan sampai membuat dia merasakan hal yang membuatnya takut. Itu saja." jelas dokter.


"Oh baiklah dok. Terima kasih." jawab Adrian.


Adrian masuk dan melihat Vio yang masih belum sadarkan diri. Dia mengusap lembut rambut panjang Vio yang berwarna bold itu. Dia berikan kecupan singkat di bibir dan kening Vio sebelum Vio tersadar.


Hingga tengah malam, Vio tak juga bangun. Sampai pukul satu dini hari barulah Vio mulai membuka matanya dengan pelan. Dia melihat sedang di mana dirinya. Dan ternyata dia di rumah sakit.

__ADS_1


Dia juga melihat Adrian yang tidur di sebelahnya dengan memegang tangannya. Dia menarik pelan tangannya tapi tak bisa. Kuat sekali Adrian memegangnya.


Adrian terbangun saat itu juga. Dia melihat Vio yang sudah bangun. Adrian tersenyum dengan tampannya menatap Vio.


"Kau sudah sadar Vio?" tanya Adrian dan Vio hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Kenapa tuan Adrian masih ada di sini?" tanya Vio.


"Tentu saja aku akan menjagamu. Kau masih sakit dan kau butuh aku untuk menemanimu. Sudah aku katakan. Panggil aku Adrian saat kita di luar jam kerja Vio. Apa kau lupa?" ucap Adrian dengan lembut. Bahkan Adrian mengusap rambut Vio. Dan itu membuat Vio semakin bingung dengan tingkah laku boss.nya ini.


"Kau masih sakit Vio. Dan karena ini sudah malam. Aku juga tak akan pulang. Aku akan menjagamu. Sampai kau keluar dari rumah sakit ini." jawab Demian. Dan Vio bingung harus mengusir dengan cara apa lagi.


"Sudah kau tidur saja. Aku akan menjagamu di sini." ucap Adrian. Dan Vio akhirnya menurut saja. Dia sudah tak ada alasan lagi untuk mengusir Adrian.

__ADS_1


Akhirnya Vio kembali memejamkan matanya dan kembali tidur. Begitu pula dengan Adrian. Dia juga tidur dan tangan itu tetap saja di pegang. Jika suka katakan suka. Jika tidak katakan saja tidak. Susah sekali Adrian ini.


Keesokan harinya, Vio sudah di ijinkan pulang. Adrian pun mengantarkan Vio pulang ke apartemennya.


"Aku bisa pulang sendiri Adrian." ucap Vio sekali lagi.


"Menurutlah Vio." jawab Adrian.


"Ada apa sebenarnya denganmu itu? Aku bingung beberapa hari ini kau memperlakukanku aneh seperti ini. Ada apa sebenarnya?" tanya Vio yang akhirnya menanyakan hal yang lama dia ingin tanyakan pada Adrian.


"Aku hanya ingin melakukan ini saja." jawab Adrian dengan santainya.


"Lalu kenapa kau bersikap seperti ini padaku Adrian?" tanya Vio??? sekali lagi. Mereka ini masih berada di dalam mobil menuju apartemen Vio.

__ADS_1


"Sudah aku katakan, aku juga tidak tau Vio. Aku hanya tak ingin kau dekat-dekat dengan Marco. Aku juga tak ingin kau sakit. Dan aku juga mengkhawatirkanmu. Lalu apa itu? Aku tidak tau?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2