
Plakkk..
"Maafkan aku, aku tak sengaja melakukan itu. Maafkan Aku." setelah berhasil melepas bibirnya dari ciuman Adrian, Vio menampar keras pipi Adrian. Dan dia langsung tersadar jika yang di lakukannya sangat berlebihan pada Adrian.
Adrian tak marah sama sekali. Dia justru memeluk tubuh Vio dengan eratnya dan mengecup kening Vio.
"Maafkan aku sweety. Aku terlalu ingin melakukannya denganmu. Aku yang harusnya meminta maaf padamu. Maafkan aku. Kita pulang sekarang saja ya?" Vio hanya mengangguk dan Adrian mengecup kening Vio sekali lagi, lalu membantunya untuk turun.
Sepanjang perjalanan Vio hanya diam, dia hanya tersenyum saat Adrian terus saja mengecupi punggung tangannya. Dia tau Vio seperti ini karena kejadian di masa lalunya yang membuatnya menghilang selama 3 tahun ini.
Setibanya di apartemen Vio, Adrian mengecup kening Vio lama dan tersenyum padanya.
"Masuklah, selamat tidur sweety." Adrian mengelus pipinya dengan kembut dan Vio pun masuk ke dalam.
Adrian langsung pulang ke apartemennya. Dia memikirkan tentang Vio. Mungkin lebih baik jika Adrian. Membawanya ke psikiater nanti. Dia akan pelan-pelan berbicara dengan Vio untuk masalah ini nanti.
"Mom, apa kau sudah tidur mom?" tanya Adrian yang menghubungi Ella.
"Belum sayang. Ada apa? Mommy masih menemani Naura belajar. Ada apa dengan anak mommy malam-malam begini menghubungi mommy?"
__ADS_1
"Kakak i love you." teriak Naura dari meja belajarnya yang terdengar oleh Adrian di seberang telponnya. Dan dia tersenyum mendengar itu.
"Mom, aku sudah melamar Vio. Kapan kau akan berbicara dengan paman Alfred?"
"Hah? Benarkah sayang? Aaahhh selamat ya anak mommy sayang. Mommy akan bilang pada daddy untuk segera melamarkan Vio untukmu."
"Kakak mau nikah mom?" tanya Naura yang juga berteriak kesenangan. Dan Ella menganggukkan kepalanya dengan senyum lebarnya. Lucu sekali wanita-wanita kesayangannya ini. Yang mau menikah siapa yang heboh mommy dan adik perempuannya.
"Kau tak perlu khawatir sayang. Nanti mommy yang akan menyiapkan semuanya. Kau hanya perlu menyiapkan hatimu dengan Vio. Ah mmommy akan punya menantu. Nanti mommy juga akan menghubungi Leon. Adikmu yang satu itu susah sekali di hubungi.
Keesokan harinya Adrian mengajak Vio ke apartemennya setelah jam pulang kerja. Adrian ingin makan masakan calon istri.
"Kau ingin di panggil apa?"
"Sayang, baby, honey atau apapun lah yang penting panggilan sayang untukku sweety."
"Iya nanti akan aku pikirkan." mereka menikmati makan malam mereka dengan canda tawa. Setelah makan mereka juga bersantai duduk di sofa sambil menonton tv. Dengan Adrian yang memeluk Vio dari belakang.
"Sweety aku suka wangimu." ucap Adrian yang terus saja mengecupi leher Vio yang masih wangi meski belum mandi.
__ADS_1
"Adrian aku geli. Kau ini."
Cup..
Saat Vio menoleh Adrian mengecup bibirnya dengan cepat. Dan tentu saja Vio terkejut. Adrian memegang leher Vio pelan dan kembali mengecup bibir Vio,
Awalnya kecupan ini sangat lembut. Sehingga Vio yang hanya diam berusaha merasakan sentuhan lembut Adrian. Namun semakin lama Adrian semakin tak kuat menahan. Dia kembali melakukan ciuman panas pada Vio.
Semakin kuat ciuman itu dan Vio mulai berontak kembali. Adrian melepas ciumannya dan melihat Vio yang sudah menangis.
"Ini aku Adrian sweety. Ini aku. Biasakan ini sweety. Aku ingin membuatmu sembuh dari trauma mu. Lihatlah, ini aku." ucap Adrian sambil menghapus air mata Vio yang mengalir di matanya.
"Percayalah padaku. Aku bukan ingin memperkosamu. Aku hanya ingin memberikan kehangatan dan membagi cintaku padamu sweety. Tenangkan dirimu. Hem?"
"Tapi..."
"Aku yang akan membantumu agar lepas dari bayang-bayang itu." Adrian mengusap pelan pelipis dan turun ke bibir Vio.
"Hppphh!"
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤