
Srash....
Vio mulai terbangun saat ada yang menyiram air di wajahnya. Perlahan dia membuka matanya dan melihat ada seseorang yang sedang duduk di depannya.
"Kau? Apa yang sedang anda lakukan padaku? Apa yang anda inginkan dariku?" ucap Vio yang masih lemah. Dia berusaha membenarkan posisi duduknya yang sedang terikat kaki dan tangannya.
"Kau bertanya apa kesalahanmu? Tanyalah pada dirimu sendiri apa kesalahanmu Vio. Kau tau apa salahmu dengan jelas. Kau sudah merebut Adrian dariku. Apa kau sudah ingat sekarang?"
Flashback on....
"Adrian?"
"Monica? Kau ada di sini?" tanya Adrian yang terkejut melihat Monica yang sudah lama tak muncul dari hadapannya sekarang muncul kembali di restoran depan kantornya.
"Iya maaf, setelah kejadian itu aku masih tak menerima apa yang sudah terjadi Adrian. Maafkan aku saat itu." Vio yang bingung memilih untuk pergi saja dari situ.
"Maaf, jika ada yang ingin kalian bicarakan, saya permisi dulu."
__ADS_1
"Mau kemana Vio? Tetaplah di sini. Aku tak ingin ada rahasia diantara kita. Aku tak ingin kau salah paham padaku dan Monica." ucap Adrian yang menahan tangan Vio agar tetap duduk di sana.
"Apa maksud dari ucapanmu pada Vio itu Adrian? Ada apa sebenarnya?"
"Aku dan Vio akan menikah satu minggu lagi Monica. Aku harap kau bisa mengerti maksud ucapanku dan aku berharap, jika kau juga segera menemukan lelaki yang tepat untukmu." ucap Adrian sambil tangannya masih memegang tangan Vio.
"Apa? Adrian kau tak sedang bercanda kan? Kau sedang membohongiku kan Adrian?"
"Maaf Monica. Aku sangat mencintai Vio. Dan kami akan menikah satu minggu lagi. Maaf jika kau mengetahuinya dengan cara seperti ini."
"Kau.. Aku.. aku permisi." ucap Monica yang langsung pergi sambik menangis.
"Sialan. Apa kau pikir kau bisa menikah begitu saja Adrian? Kau sudah membuatku menunggu selama 3 tahun. Tapi kau justru dengan mudahnya ingin meninggalkanku begitu saja? Kau jangan mimpi Adrian. Aku pasti akan menggagalkan pernikahanmu. Dan kau Vio? Nyawamu akan ada di tanganku sekarang. Tunggu saja ajalmu sampai saat itu tiba." ucap Monica sambil menghapus air matanya dengan sangat emosi. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Kau di mana sekarang? Kita perlu bertemu. Aku sedang membutuhkan bantuanmu."
Flashback off...
__ADS_1
"Aku sama sekali tak ada maksud untuk merebut Adrian dari anda nona. Tapi bukannya Adrian memang tak ada perasaan padamu?" tanya Vio memberanikan diri bertanya seperti itu.
Jelas Vio bebas mau menerima untuk menikah dengan Adrian atau tidak. Adrian memang tak memiliki perasaan pada Monica. Tak ada wanita yang dekat dengan Adrian. Apalagi Adrian begitu gigih untuk mendapatkannya. Vio tau akan hal itu. Lalu letak kesalahan Vio di mana?
"Aku yang lebih dulu mencintai Adrian, dan kau hanya seorang asisten yang menghilang selama 3 tahun. Kau bahkan tak pernah tau jika aku dan Adrian sering tidur bersama saat itu. Kita sering bercinta. Bahkan saat di kantor sekalipun. Jika kami ingin melakukannya maka kami melakukannya di ruangan Adrian. Apa kau tau dengan masalah itu?"
"Aku tak percaya dengan apa yang anda katakan itu nona. Saya tau seperti apa Adrian. Saya mengenal Adrian lebih baik dari pada anda. Adrian tak mungkin melakukan hal seperti itu. Apalagi dengan wanita yang tidak dia cintai."
Plakk...
"Adrian mencintaiku Vio. Kau hanya wanita yang mudah Adrian bohongi. Kau itu wanita murahan dan gampangan. Karena itu Adrian dengan mudahnya membohongmu seperti itu dan kau percaya? Heh." ucap Monica setelah menampar Vio dengan kerasnya.
"Kau bahkan tak mengetahui seberapa hebat Adrian saat berada di ranjang. Dia begitu menikmati tubuhku jika kami sedang melakukan penyatuan diri. Ehm.. Tangannya.. dan miliknya yang besar sangat membuatku tergila-gila." ucap Monica sambil menyentuh lehernya dan daerah-daerah sensitif miliknya dengan sexy agar Vio percaya dengan ucapannya.
"Dasar wanita gila. Saya tau Adrian bukan pria seperti itu. Anda hanya berkhayal. Saya tau itu nona."
"Jika kau tak percaya, lihatlah sendiri."
__ADS_1
LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤