
Puas bermain lari-larian di pantai, Adrian menggendong Vio di belakang punggungnya. Tas selempang Vio di gantung di lehernya serta sandal Vio Adrian yang memegangnya. Mereka berjalan menyisiri pantai. Romantis sekali Suaminya ini.
Vio bertengger di ceruk leher Adrian. Sehingga nafas Vio terasa sekali di lehernya. Begitu hangat yang di rasakan Adrian. Tiba-tiba Adrian terkekeh memikirkan tingkahnya yang tak sabaran sekali tadi. Bisa-bisanya dia melakukan hal itu dengan Vio di jalan seperti tadi. Senang sekali dia.
"Sayang kenapa tertawa sendiri?" tanya Vio yang mendengar suara tawa Adrian. Apalagi yang di pikirkan suaminya ini? Bahaya sekali.
"Aku hanya senang saja sweety. Kita akhirnya bisa bersama. Sulit sekali mendapatkanmu. Aku bahkan kehilanganmu selama tiga tahun. Tapi penantianku akhirnya terbayarkan dengan menikahimu." ucap Adrian sambil mengecup pipi Vio dari samping. Ah bisa saja. Vio jadi malu.
"Kau tau sweety? Selama kau pergi itu. Aku baru merasakan kehilangan dirimu, awalnya aku pikir hanya karena aku sudah sangat bergantung denganmu. Tapi lama kelamaan, rasanya sepi tak ada dirimu sweety. Secara tidak langsung kehadiranmu menjadi asistenku adalah pelengkap untukku selama ini. Karena itu, aku terus mencarimu." ucap Adrian yang mengingat masa-masa di mana dirinya mulai frustasi ketika Vio pergi selama tiga tahun itu.
"Itu artinya kau sudah menyukaiku sejak lama sayang?" tanya Vio yang sudah senang sekali sambil melipat bibirnya. Padahal dia saja baru menyukai Adrian sejak dia dekat dengan Adrian.
"Hmm, itupun aku tak sadar jika itu adalah rasa suka. Dan aku juga baru tau jika yang seperti itu adalah cinta. Mommy yang mengatakan itu saat kau marah padaku." jawab Adrian jujur sambil tertawa mengejek dirinya sendiri. Polos juga ternyata suaminya ini.
"Makasih ya sayang. I love you." ucap Vio di telinga Adrian. Adrian lagi-lagi mengecup Vio di pipinya.
"Love you too sweety." mereka berjalan di pinggir pantai sambil bercanda menuju villa Adrian. Sesampainya di Villa mereka langsung membersihkan tubuhnya.
Karena sudah malam, Vio akan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Dan Adrian ternyata menyiapkan untuk barbeque di bawah rumah pohon.
"Sayang, dagingnya sudah matang semua. Kita makan sekarang saja ya? Aku sudah lapar." teriak Vio sambil mengambil daging yang suda matang dari atas pemanggangan.
__ADS_1
"Sayang.." panggil Vio lagi. Dia menoleh ke belakang tapi Adrian tak ada di sana. "Kemana dia? Apa di dalam?" tanya Vio sambil menaikkan bahunya.
"Eh..." saat dia kembali mengambil daging, tiba-tiba ada anak kecil yang berdiri di depannya. "Eh, siapa namamu cantik? Kenapa di sini sendirian?" tanya Vio menoleh kanan kiri tapi tak ada siapapun. Dia langsung mendekat dan mengusap lembut pipi gadis kecil di depannya ini.
"Eemm."
"Hah?" Vio bingung, karena anak kecil itu tiba-tiba memberikannya setangkai mawar putih kesukaannya. Lalu pergi begitu saja. Vio yang bingung tetap menerimanya dengan senyum di wajahnya.
Saat akan berdiri, lagi-lagi ada anak kecil yang memberikannya lagi setangkai bunga mawar. Ternyata bukan hanya ada dua anak kecil. Tapi ada beberapa anak kecil yang terus memberikannya bunga.
Senyumnya merekah. Dan terakhir dia mendapatkan sepucuk surat bertuliskan, I love you my wife... look at this." senyum lebar terulas di bibir Vio. "Look at this?" tanya Vio sambil mengerutkan keningnya dan dia melihat anak kecil yang ada lebih dari sepuluh itu.
Duarr... Duarr...
Tak bisa berkata-kata lagi Vio. Suaminya romantis sekali. Matanya sudah berkaca-kaca menerima kejutan yang di berikan suaminya ini.
"I love you sweety." tiba-tiba Adrian datang dan memberikan bucket mawar, 100 tangkai di tangannya. Dan satu lagi piring yang yang isinya leontin.
Kali ini Vio menangis. Dia menerima bunganya dan mengambil leontin itu. Itu leontin ibunya yang terjatuh saat Vio sempat di perkosa 3 tahun lalu. Saat berontak dari lelaki itu, leontinnya terjatuh. Dia sampai menangis berhari-hari karena kehilangan satu-satunya peninggalan ibunya.
Tapi sekarang kenapa bisa ada di Adrian?
__ADS_1
"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah menemukan ibuku." ucap Vio yang sudah memeluk Adrian dengan isak tangisnnya. Dia tak menyangka leontin ibunya ada di tangan suaminya sendiri.
"Bagaimana kau bisa menemukannya sayang?" tanya Vio setelah melepas pelukannya. Dia melihat leontinnya dan menatap wajah suaminya.
"Saat aku tau wanita itu adalah dirimu, aku pergi ke sana untuk mencari jejakmu. Aku ingin merasakan bagaimana perasaanmu saat itu. Maafkan aku sweety. Saat itu aku sudah membuat kesalahan besar padamu." ucap Adrian sambil menundukkan kepalanya.
Vio memegang dagu Adrian dan menatap wajah suaminya.
Cup..
"Itu sudah masa lalu sayang. Aku tak ingin melihat masa lalu, karena aku hidup untuk masa sekarang dan masa depan bersamamu." ucap Vio dengan ciuman lembut yangvia berikan pada Adrian. Adrian tersenyum dengan lebarnya. Dia membalas kecupan Vio di bibirnya dengan sangat lembut.
Prokk... prokk.. prokkk..
Vio melepaskan ciuman Adrian padanya dan menunduk tersipu malu. Mereka berdua lupa kalau masih banyak anak kecil di dekat mereka. Astagah kelakuan dua orang ini. Kalau sudah cinta pasti yang lain serasa ngontrak.
Karena anak-anak kecil itu, Vio mengajak mereka semua untuk menikmati makanan itu bersama sampai habis. Vio merasa menjadi seorang ibu saat itu. Lucu sekali.
"Sweety, kita lanjut yuk.."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa follow IG Shakila blue