My Bride Violetta

My Bride Violetta
Ajakan berdansa


__ADS_3

Setelah pulang kerja sesuai ucapan Adrian, Vio harus ikut dengannya. Entah akan di bawa kemana Vio. Yang jelas dia sekarang sudah berada di dalam mobil Adrian.


Dia sama sekali tak menanyakan akan kemana Adrian membawanya. Dia hanya diam. Dia malas dengan boss.nya yang satu ini. Sikapnya yang selalu dominan membuat Vio tak suka.


Beda dengan yang dulu. Vio masih mentoleransi sikap Adrian. Tapi sejak dia memaksa Vio untuk bekerja kembali bersamanya sengan mengancamnya Vio semakin tak memiliki respect dengan Adrian.


Tak lama perjalanan itu, ternyata Adrian membawanya ke sebuah butik.


"Turunlah. Kau butuh pakaian untuk ke acara nanti." ucap Adrian tanpa ekspresi kepada Vio. Vio pun keluar tanpa banyak tanya.


"Tuan Adrian apa kabar?" sapa pemilik Butik yang bernama Keech.


"Buat dia tampil cantik. Aku tak ingin tampilannya yang seperti ini ikut bersamaku ke acara makan malam Keech." ucap Adrian asal.


'Sial. Kau mengatakan aku jelek tuan? Ya aku memang jelek. Lalu kenapa kau mengajakku?' Vio tak habis pikir dengan boss.nya ini. Yang seharusnya marah itu dirinya. Apalagi yang membuatnya trauma adalah dirinya.


Tapi kenapa seolah-olah yang menjadi korban di sini adalah dirinya?

__ADS_1


"Tentu saja nona ini akan kami percantik tuan." jawab Keech dengan senang hati mendandani Vio.


Dia memilihkan gaun berwarna maroon panjang menjuntai dengan sedikit memperlihatkan belahan dadanya yang besar dan bagian belakang yang bolong. Mengekspose separuh punggungnya.


Rambutnya yang panjang di biarkan terurai dan bergelombang dengan sedikit sentuhan hiasan rambut di bagian atasnya. Dan itu sangat sangat membuat Vio terlihat seperti seorang putri.


"Tuan apa seperti ini keinginan tuan Adrian?" ucap Keech yang mengagetkan Adrian. Dia menoleh dan melihat Vio yang..


Adrian hanya bisa menelan salivanya dan menahan suaranya agar tak memuji wanita cantik di depannya itu.


"Not bad." jawab Adrian singkat. Dia berhasil menahan senyum di wajahnya. Sedangkan Vio mencibir kelakuan Adrian.


"Cantik." ucap Adrian lirih dan tersenyum setelah mengatakan itu tanpa ada orang yang tau tentunya.


"Terima kasih nyonya. Saya permisi dulu." ucap Vio pada Keech dan sedikit berlari kecil dengan mangangkat sedikit gaunnya menuju mobil Adrian.


Vio hanya menatap jalanan yang di penuhi lampu lampu dan gedung tinggi kota Paris. Sedang Adrian curi-curi pandang pada Vio yang sangat cantik malam ini.

__ADS_1


Sampainya di tempat acara Vio dan Adrian bergandengan tangan masuk ke dalam tempat acara. Acara ini adalah acara makan malam untuk menjalin ke akrab.an antara investor saja.


Banyak pasang mata yang memandang pada pasangan yang baru datang ini. Adrian langsung menuju perkumpulan Arnold dan yang lain. Semantara Vio pergi untuk mencari minum.


Dia tak suka sebenarnya tempat-tempat ramai seperti ini. Dia lebih suka tempat tenang.


"Hai Vio. Sendirian saja? Mana Adrian?" tanya Marco yang ikut duduk di samping Vio dan memanggil waiters yang memegang minuman ber-alkohol.


"Oh tuan Marco. Tuan Adrian bersama tuan Arnold dan yang lain." jawab Vio. Vio melihat ternyata ada Monica juga di sana yang sudah bergelayut di lengan Adrian.


"Kau cantik sekali malam ini Vio. Apa aku bisa mengajakmu berdansa?" tanya Marco dan sekali lagi Vio menolak. Dia masih belum terbiasa dengan sentuhan pria.


"Maaf tuan. Saya tak bisa berdansa. Lebih baik tuan Marco mengajak wanita lain saja." Tolak Vio dengan ajakan Marco.


"Tak masalah. Kalau begitu aku bisa menemanimu di sini saja boleh?" tanya Marco yang tersenyum pada manis pada Vio.


"Hmm. Tak masa.."

__ADS_1


"Vio apa yang kau lakukan? Aku mencarimu dari tadi."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2