My Bride Violetta

My Bride Violetta
Ini pasti kamar daddy


__ADS_3

Entah kenapa hari ini Vio tiba-tiba jatuh sakit. Mana di apartemen dia sendirian lagi. Alfred sedang berada di mansion Ella karena Kakek Huseyyin ingin di temani main catur. Sehingga seminggu ini Alfred menginap di sana.


Hubungan Ella dan Huseyyin sangat baik. Ella menerima semua alasan itu. Karena itu memang bukan keinginan kedua orang tuanya. Begitu pula dengan Victor. Dia sangat terbuka dengan ayah mertuanya itu.


Dan lucunya setiap kali Victor menunjukkan kemesraannya di depan Huseyyin, Huseyyin selalu tertawa. Dia tak menyangka anaknya yang sudah berumur hampir kepala 5 memiliki seorang bayi besar. Tak bisa sekali memang Victor ini jauh-jauh dari istrinya. Ella saja heran. Apalagi orang yang melihatnya.


"Tuan maaf, hari ini saya ijin tidak masuk kantor. Kepala saya sangat pusing tuan." ucap Vio yang menghubungi Adrian untur ijin tidak masuk kantor.


"Sakit apa? Badannya tidak panas? Atau mual?" tanya Adrian yang jelas panik saat mengetahui jika Vio sakit.


"Hanya pusing saja tuan. Maaf jika saya tak bisa masuk kerja hari ini. Tapi besok saya akan usahakan akan kembali bekerja." ucap Vio dengan lembutnya.


"Ya sudah istirahat saja. Nanti aku akan menjengukmu ke apartemen." ucap Adrian dan langsung menutup panggilan teleponnya.


Menjenguk Vio? Maksudnya apa?

__ADS_1


Adrian sedikit tak konsentrasi selama bekerja. Dia terus memikirkan Vio yang sedang sakit di apartemennya sendirian. Dia tau jika Alfred menginap di mansion daddy.nya karena itu dia gelisah.


Akhirnya ketika makan siang dia pamit pulang lebih dulu pada Morgan dan Maria dengan alasan ingin pulang lebih cepat. Alasan apa itu? Morgan tentu saja tak percaya dengan alasan itu.


Pasti ada sesuatu yang ingin Adrian lakukan. Karena Adrian tak pernah meninggalkan pekerjaannya kecuali untuk keluarganya. Tapi terserahlah. Dia boss.nya. Morgan bisa apa?


Sebelum ke apartemen Vio, Adrian membelikan beberapa buah, roti dan bubur serta makanan-makanan sehat lainnya untuk Vio makan. Banyak sekali pokoknya yang Adrian bawakan untuk Vio.


Dengan tak tau malunya dia langsung masuk begitu saja ke apartemen Vio. Karena dia tau akses pintu apartemen Vio selalu menggunakan tanggal lahirnya.


"Bukan ini. Ini pasti kamar daddy." bahkan dengan gilanya Adrian sudah memanggil Alfred dengan panggilan daddy. Meski tak ada yang mendengarkan ucapannya tadi.


Dan dia membuka satu lagi kamar, dengan pelan Adrian membukanya. Gelap keadaan di dalam. Karena tirai memang tak di buka. Adrian pun membuka sedikit tirai itu dan melihat Vio yang sedang tidur meringkuk di dalam selimut.


Adrian mendekat. Duduk di pinggir tempat tidur Vio dan memegang kepalanya.

__ADS_1


"Oh God. Panas sekali tubuhmu Vio?" Adrian segera mengompres Vio dengan air dingin menggunakan ice bag yang ada di sana.


"Kenapa kau tak mengatakannya padaku jika suhu tubuhmu panas Vio?" ucap Adrian yang setia menemani Vio. Dia menyelimuti tubuh Vio dengan dua selimut sekaligus.


Wajahnya pucat, bibirnya juga kering. Padahal semalam Vio baik-baik saja. Lalu kenapa pagi ini dia bisa sakit seperti ini?


"Seharusnya kau katakan saja padaku jika kau sakit Vio. Aku jadi akan lebih cepat kemari." ucap Adrian. Dan dia mengecup kening Vio lama dan juga bibirnya Adrian kecup singkat. Dia memandangi wajah Vio yang sudah sangat pucat itu.


Hingga malam Adrian masih tetap setia menemani Vio. Dia duduk di kursi dan menekuk kedua tangannya di tempat tidur. Yang ternyata dia juga ikut tertidur dengan pulasnya.


Sampai akhirnya Vio mulai membuka matanya dan ice bag itu jatuh ke tangan Adrian yang membuat Adrian terbangun juga.


"Kau sudah bangun Vio?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2