
Hari ini Ella akan ikut ke kantor. Dia ingin bertemu dengan Vio. Ella akan meminta maaf dengan kelakuan anaknya yang sudah kelewat polos itu.
"Pagi nyonya." sapa Vio dan Maria bersamaan ketika Adrian dan Ella baru saja datang. Dan tentu saja Adrian terus memperhatikan Vio yang tak ingin melihatnya.
Vio semalam langsung pulang dan dia menangis. Salahnya sendiri karena dia sempat merasa senang dengan perhatian yang Adrian berikan padanya. Apalagi ketika Adrian perhatian padanya di saat dia sakit. Dan lagi, pelukan Adrian saat itu sangat hangat dan menenangkan untuk Vio.
Entah kenapa dia nyaman saja saat berada dekat dengan Adrian. Perhatian Adrian itu seperti penjagaan yang di lakukan Adrian padanya secara tidak langsung.
Tapi karena Adrian tak juga bersikap tegas, Vio lebih baik mundur sebelum perasaannya akan masuk lebih jauh lagi. Dia tak akan lagi bodoh dan membiarkan Adrian seenaknya sendiri padanya.
"Pagi." jawab Ella yang tersenyum dengan cantiknya. Mommy muda Adrian ini sama sekali tak ada perubahan di wajahnya. Tak pernah juga terlihat ada penuaan di wajahnya, selalu saja cantik dan mempesona. Karena itu daddy Victor selalu menjaga aset kesayangannya ini.
"Vio sayang, bisa kita bicara berdua?" tanya Ella yang menghampiri Vio. Vio meringis. Ada apa lagi ini pikirnya.
__ADS_1
"Tapi saya harus bekerja nyonya." jawab Vio yang secara tidak langsung menolak ajakan Ella.
"Mommy yang memintamu untuk ikut sayang. Tak apa, ikutlah dengan mommy. Tak akan ada yang memarahimu." jawab Ella dan langsung menarik Vio masuk ke dalam lift. Sedang Adrian sudah sibuk dengan pekerjaannya dengan Morgan.
Dia tak akan ikut campur dengan apa yang akan mommy.nya kerjakan. Yang jelas tak akan menjerumuskan Adrian.
Ella mengajak Vio ke restoran kantor. Dia ingin bicara dari hati ke hati dengan Vio. Ella memesankan makanan ringan dan kopi agar Vio bisa lebih tenang saat dia mengajak bicara dengannya.
"Ah iya... iya nyonya." jawab Vio yang sedikit meringis. Bisa-bisanya Adrian cerita masalahnya dengan Mommy.nya. Malu sekali Vio saat ini. Sialan boss.nya itu.
"Sudah mommy katakan jangan panggil nyonya saat kita berdua saja. Panggil mommy saja sayang." ucap Ella.
"Ah iya, mommy."
__ADS_1
"Begini sayang. Kau tau bukan dengan sifat Adrian? Dia itu terlalu polos. Dia bahkan tak mengerti cinta itu seperti apa. Karena itu dia melakukan hal ini padamu. Tapi mommy tak akan melakukan apapun. Biarkan kalian saja yang melihat dan menilai seperti apa. Mommy hanya ingin meluruskan saja. Jika Adrian itu masih perlu banyak belajar soal cinta. Dia belum pernah menyukai seorang wanita. Karena itu juga dia tak mengerti dengan perasaan yang dia miliki padamu itu apa. Hanya itu yang mommy ingin katakan padamu sayang." jelas Ella dan Vio sedikit tersenyum mendengar penjelasan Ella.
Ingin sekali Vio tertawa karena Adrian ternyata bodoh dalam hal percintaan, tapi dia juga senang mendengarkan apa yang Ella katakan. Itu berarti kemungkinan besar Adrian memang menyukainya. Entah kenapa, tapi Vio senang memikirkan hal itu.
"Vio jangan marah ya dengan Adrian. Maafkan dia Vio. Mommy juga tak ingin memaksa tapi mommy berharap ada keajaiban dengan hubungan kalian. Karena mommy juga mengharapkanmu untuk menjadi menantu mommy." ucap Ella dan tersenyum penuh harap pada Vio.
"Jika mommy tak salah menebak Adrian memang menyukaimu." lanjutnya.
Vio tersenyum malu mendengar ucapan Ella yang terakhir itu. Sekali lagi ada rasa bahagia pada hati Vio.
"Vio mau kan memaafkan Adrian?"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
__ADS_1