My Bride Violetta

My Bride Violetta
Dia sudah gila


__ADS_3

Vio sudah bersiap untuk pulang kerja, karena sudah tak ada lagi pekerjaan yang harus dia selesaikan. Dia cepat-cepat membereskan mejanya. Dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


"Tuan Morgan saya permisi pulang lebih dulu. Tak masalahkan?" ucap Vio pada Morgan yang masih membereskan meja kerjanya.


"Hmm, tentu saja. Ini sudah lebih dari jam pulang kantor. Dan tak ada lagi pekerjaan yang harus di kerjakan." jawab Morgan yang masih fokus oada ponselnya.


"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang. Maria aku pulang duluan?" ucap Vio yang pamit pada Morgan dan Maria. Dia tak ingin lama-lama di kantor. Dia tak ingin juga bertemu Adrian ketika pulang.


"Hmm, hati-hati Vio." jawab Maria yang melirik sebentar dan lanjut kembali membereskan pekerjaannya. Selesai membereskan mejanya. Maria pun pamit pulang dengan Morgan.


"Tuan saya juga pamit pulang lebih dulu." pamit Maria dan Morgan melempar senyum dan anggukan kepalanya pada Maria.


"Morgan di mana Vio?" tanya Adrian yang baru saja keluar dari ruang kantornya. Karena melihat ruangan sudah kosong hanya ada Morgan sendirian.


"Baru saja pulang tuan. Tuan akan pulang sekarang?" tanya Morgan dan segera bersiap.

__ADS_1


"Iya kita pulang sekarang." jawab Adrian dan langsung menuju lift yang di ikuti Morgan di belakangnya. Sedang Morgan sudah menghubungi parkir valletnya untuk segera di bawakan mobil ke depan lobby.


Saat sudah di bawah ternyata Vio masih mengobrol dengan karyawan lain di lobby. Dia tersenyum dengan bahagianya saat bercerita dengan teman wanitanya itu.


Dia adalah reseptionis. Sekaligus teman bicara Vio jika di kantor. Namanya Olga. Dia perempuan yang ceria sekali. Karena itu Vio suka. Karena dekat Olga Vio bisa selalu tertawa.


"Vio kau belum pulang?" sapa Adrian yang menghampiri kedua wanita itu. Mereka langsung merubah posisi berdiri mereka di hadapan Adrian dan sedikit menundukkan kepala sebentar untuk menghormati Adrian.


"Saya masih menunggu taxi online saya datang tuan." ucap Vio. Berbeda sekali raut wajah Vio saat bersama dengan Olga tadi. Sekarang wajahnya terlihat kembali profesional. Adrian tak suka Vio yang seperti ini. Dia ingin melihat Vio yang dulu. Setidaknya tak menghindari pandangannya atau memberi jarak dengannya.


"Ada apa dengan boss mu?" tanya Olga.


"Dia sudah gila." bisik Vio dengan tawanya di telinga Olga. Bisa-bisanya Vio bilang jika boss-nya gila.


"Tapi aku masih merindukanmu Vio." ucap Olga sambil memanyunkan mulutnya.

__ADS_1


"Aku kan sudah memberikanmu no ponselku. Nanti kita bisa telpon-telponan sampai kau bosan. Ok? Aku pergi dulu. Nanti boss marah." ucap Vio yang sedikit berlari mengejar Adrian.


Vio mengikuti Adrian yang masuk ke dalam mobilnya. Morgan tidak ikut masuk ke dalam mobil. Karena tugasnya menjadi sopir ketika pagi saja. Untuk malam hari biasanya Adrian membawa mobilnya sendiri kecuali dia sedang malas atau ingin di temani ke club.


"Sebenarnya saya bisa pulang sendiri tuan." ucap Vio saat Adrian sudah menjalankan mobilnya.


Adrian hanya melirik Vio saja dan tak menjawab ucapan Vio. Hanya ada keheningan di dalam mobil yang dingin itu. Tak ada yang bicara. Mereka sama-sama larut dalam pikiran masing-masing.


Saat Adrian memberhentikan tepat di depan rumah Vio, ternyata Vio sudah tertidur dengan pulasnya. Wajahnya terlihat sekali masih sangat cantik meski sudah bekerja seharian.


Adrian tersenyum dan menyimpulkan sedikit rambut Vio yang menutupi wajah cantiknya.


Cup...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2