My Bride Violetta

My Bride Violetta
Apa kau bisa melakukannya untukku?


__ADS_3

Seharian itu Adrian benar-benar menjaga Vio. Dia sama sekali tak menuruti kata Vio untuk berangkat kerja saja.


"Aku sudah sehat Adrian. Kau lebih baik berkerja saja. Aku tak apa." ucap Vio dan Adrian sama sekali tak mendengarkannya.


"Sudah aku katakan aku akan tetap di sini menjagamu." jawab Adrian kekeh. Dia bahkan sekarang duduk bersantai melihat televisi sambil makan makanan Vio yang katanya membuat badan tak sehat.


"Lebih baik kau pulang saja jika kau tak ingin bekerja ke kantor Adrian." ucap Vio tegaa dan sekali lagi mencoba mengusir Adrian. Dia sudah berdiri berkacak pinggang di samping Adrian. Adrian sama sekali tak menjawab. Dia hanya menikmati makanannya dan menonton televisi saja.


"Apa sebenarnya maumu itu Adrian. Lebih baik kau segera pergi dari sini. Jika kau masih tak ingin pergi aku akan memanggil tuan Morgan untuk membawamu pergi." ucap Vio yang mulai risih dengan keadaannya sekarang. Karena Adrian terus saja mengikutinya.


"Tuan Morgan, kah se..."


"Apa yang kau lakukan? Sudah aku katakan aku akan tetap di sini. Kenapa kau malah menghubungi Morgan?" ucap Adrian yang sudah merampas ponsel Vio agar tak menghubungi Morgan.

__ADS_1


'Aku hanya ingin kau pergi dari sini Adrian. Kau membuatku tak nyaman beberapa hari ini. Kau terus saja menem..."


Cup....


Adrian mengecup bibir Vio untuk menyumpal mulutnya agar tak lagi berbicara. Dan Vio jelas sangat memberontak pada Adrian. Dia memukul-mukul dada Adrian. Namun Adrian sama sekali tak melepaskan bibirnya.


Hingga terasa ada air yang menetes dari Vio baru Adrian melepasnya. Dia mengecup kening Vio dan juga membawa Vio ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku Vio. Tapi aku tetap ingin terus bersamamu. Aku tak ingin jauh darimu." ucap Adrian. Adrian sendiri tak mengerti dengan dirinya. Dia belum pernah merasakan jatuh cinta. Dia masih buta akan apa itu cinta.


"Kenapa seperti ini padaku? Apa kau menyukaiku?" tanya Vio yang masih menangis dalam pelukan Adrian. Dia juga masih berusaha memukul-mukul dada Adrian.


"Sudah aku katakan. Aku hanya ingin dekat denganmu. Aku juga tak suka kau dekat dengan Marco. Aku tak suka itu." jawab Adrian.

__ADS_1


"Aku tak tau apa yang terjadi pada diriku. Yang jelas perasaan seperti itu yang aku rasakan. Aku juga tak ingin kau sakit seperti kemarin." jelas Adrian lagi.


"Meski kau melarangku aku akan tetap berada di sampingmu." imbuhnya dan Vio hanya diam saja. Dia berusaha memahami maksud Adrian.


'Jika kau tak menyukaiku lalu apa itu? Kau menyukaiku Adrian.' ucap Vio dalam hatinya.


Lama mereka dalam posisi berpelukan seperti itu. Sampai akhirnya Vio mulai berhenti menangis, barulah Adrian melepas pelukannya.


Adrian mengajak Vio untuk duduk. Dia memandangi wajah Vio. Menghapus air mata Vio dan memberikan ketenangan pada Vio lewat sentuhan bibir di keningnya. Lembut sekali sentuhan yang di berikan Adrian padanya. Karena itu Vio tak terlalu histeris. Dia justru merasa nyaman.


Ciuman yang di berikan Adrian sangat jauh berbeda dengan pria gila yang hampir saja memperkosanya itu. Dia bermain sangat kasar pada bibir Vio.


"Aku akan tetap seperti ini. Aku akan menemanimu. Aku juga tak ingin melihatmu dekat lagi dengan Marco. Apa kau bisa melakukannya untukku Vio?"

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2