My Bride Violetta

My Bride Violetta
Menentukan tanggal


__ADS_3

"Aku yang akan membantumu agar lepas dari bayang-bayang itu." Adrian mengusap pelan pelipis dan turun ke bibir Vio.


"Hppphh!"


Adrian langsung mencium bibir Vio sangat lembut. Lembut sekali permainan bibir Adrian yang dia berikan pada Vio. Vio mulai membalas perlahan ciuman yang di lakukan Adrian padanya. Adrian mulai tersenyum. Dan terus melakukan ciumannya pada Vio.


Cukup lama ciuman itu berlangsung. Sampai tak sadar dia mulai melingkarkan tangannya di leher Adrian. Sampai basah sudah bibir itu karena ciuman Adrian yang tiada akhir.


"Sudah lebih baik sweety? Aku janji tak akan melakukan hal yang lebih dari ini sebelum kita menikah sweety. Aku juga akan melakukan perlahan sampai kau bisa menerima semuanya." ucap Adrian sambil mengelus lembut pipi Vio.


Terlihat wajah Vio sudah lebih tenang. Dia juga tersenyum manis pada Adrian. Mungkin memang harus perlahan Adrian mengajarkan semua ini pada Vio. Agar Vio tak lagi merasa trauma.


"Kau mau tidur di sini kan sweety? Aku janji tak akan melakukan apapun padamu. Aku hanya ingin kita tiduran saja sambil memelukmu. Mau ya?" Vio menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Adrian.


Mereka pun tidur di kamar Adrian dengan berpelukan dan saling menghangatkan. Vio merasa nyaman dekat seperti ini dengan Adrian ternyata. Dia merasa aman bersama Adrian.


Hari ini, keluarga Adrian bertemu dengan Alfred. Meminta anak gadisnya untuk di pinang oleh anaknya Adrian. Dan tentu saja Alfred setuju. Mereka juga langsung menentukan tanggal pernikahan untuk mereka. Dan mereka sepakat 2 minggu lagi kedua anak mereka akan melangsungkan pernikahan.


"Sweety, masih lama sekali kita nikahnya. Sekarang saja masih tinggal satu minggu lagi. Sudah ingin cepat-saja aku." ucap Adrian manja. Mereka masih berada di kantor saat ini, baru saja menyelesaikan rapat.

__ADS_1


"Sabar Adrian. Sebentar 1 minggu itu lo. Lagi pula kita juga masih banyak menyiapkan segala sesuatunya yang belum selesai." Setiap hari itu saja yang Adrian bahas. Sampai lelah Vio menjawabnya.


"Lama itu honey. Masih 7 hari lagi. Mana ada sebentar. Lama itu." ucap Adrian dengan manjanya. Untung saja calonnya ini tak manja seperti di apartemen.


Vio sudah mulai terbiasa dengan ciuman bibir yang di lakukan Adrian padanya. Dia juga mulai terbiasa dengan sentuhan-sentuhan yang Adrian lakukan padanya.


"Ya ampun Adrian. Ada-ada saja tingkahmu ini." Vio hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kelakuan calon suaminya ini.


Mereka bekerja sampai pukul 7 malam. Adrian mengajak Vio untuk makan malam dulu.


"Mau makan apa sweety?" tanya Adrian sambil satu tangan menggenggam tangan Vio, dan satu lagi melihat daftar menu. Vio sudah biasa seperti itu. Kalau sudah bersama Adrian memang seperti itu, selalu tak ingin lepas dan jauh-jauh dari Vio.


"Samakan saja. Aku ikut kau saja." Adrian mengangguk dan memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.


Tak lama makanan mereka datang. Mereka menikmati makanan mereka sambil bercanda tawa. Namun tiba-tiba..


"Adrian...? Sudah lama kita tak bertemu."


***

__ADS_1


Hallo readers..


Othor ada novel baru Judulnya Elizabeth : Kesayangan Mafia. Yuk mampir baca juga ke sana.


Kisahnya sungguh menguras air mata.


Bantu othor ramaikan yah..


● My Hero My Love (Jake dan El)


● Daniella (Ella dan Victor)


● I can't stop thingking about you (Anak ke dua Jake dan El ~ Ariel dan Cyntia)


● My Bride Violetta (Anak Victor dan Daniella ~ Adrian dan Violetta)


● Elizabeth : Kesayangan Mafia


Maaf ya kalau ada yang tidak sesuai. Karena othor masih baru di sini.

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2