
Karena sudah malam, anak-anak kecil tadi juga sudah pulang. Mereka tinggal di pinggirran pantai. Saat mereka bermain, kebetulan Adrian melihat mereka dan akhirnya dia meminta bantuan anak-anak kecil itu dengan menjanjikan banyak sekali makanan. Sehingga anak-anak itu mau membantunya.
Vio membantu Adrian untuk membawakan sisa makanan ke dalam rumah. Nanti sisanya biarkan saja pelayan villa yang membereskan. Selesai beres-beres mereka berdua masuk ke dalam kamar.
Vio lebih dulu mandi, tubuhnya sudah sangat gerah karena asap pembakaran. Aromanya juga bau pemanggangan, enak sih, tapi tetap saja gerah.
Bukannya menunggu Vio mandi, Adrian malah ikut masuk di saat Vio sudah penuh dengan sabun dan matanya masih terpejam, Tiba-tiba Adrian memeluk Vio sampai membuatnya terperanjat dan melihat siapa yang memeluknya. Oh Tuhan..
Vio buru-buru membuka matanya dan melihat Adrian yang juga polos sudah memeluk pinggangnya dan bersantai di ceruk lehernya. Ya Tuhan suaminya ini sudah seperti hantu saja pikir Vio.
Sebenarnya Vio masih belum terbiasa dengan adegan seperti ini. Tubuh polos bersama lelaki. Tetapi karena ini Adrian, jadi sedikit beda dan Vio harus terbiasa.
"Sayang kau mengagetkanku. Kenapa tak menunggu di dalam saja sayang? Aku masih kotor. Hppph..." Saat Vio berbicara seperti itu, Adrian langsung menyentuh bukitnya dan meremas dengan lembutnya. Seketika tubuh Vio kembali tersengat listrik dan kepalanya sedikit mendongak ke atas.
"Aku merindukanmu." ucap Adrian sambil terus menikmati sentuhan kedua tangannya yang meremas di bukit Vio.
Masih dalam guyuran air shower dan Adrian justru semakin jadi. Dia membalik tubuh Vio dan memandangi wajah cantik istrinya. Semakin basah semakin sexy. Itu yang ada di pikiran Adrian saat ini.
Dia mendekatkan wajahnya dan mulai menyentuh bibir Vio dengan bibirnya yang selalu membuatnya ketagihan. Bermain dengan lembut dengan bibirnya dan meniknati permainan bibir yang saling membelit.
__ADS_1
Tangannya dia pakai kembali untuk meremas lembut bukit Vio dan juga mempermainkan ujung puncaknya. Menikmati seberapa lembut milik istrinya. Bahkan tangannya sudah turun dan bersarang di lembah hangat milik istrinya.
"Ehhmmm!" Adrian bermain dengan lihainya dengan jemari itu di sana, sampai Adrian merasakan ada yang menghangatkan jemarinya itu. Dia tersenyum. Cepat sekali istrinya basah.
Dia melepas tautan bibirnya dan membantu istrinya membilas tubuhnya. Selesai itu, dia memakaikan bathrub dan mengeringkan rambut mereka seadanya.
Setelah itu Adrian menarik pelan Vio ke ranjang. Namun sebelum naik, dia buka bathrub.nya dan milik istrinya.
"Sayang rambut kita masih basah. Kita keringkan saja dulu ya?" tanya Vio dan Adrian tak peduli.
"Biarkan saja sweety, aku tau kau sudah ingin. Milikmu sudah basah." bukannya menjawab pertanyaan Vio tapi justru membuat wajah Vio memerah.
Adrian tersenyum dengan nakalnya dan menidurkan Vio di ranjang besarnya. Vio hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan ekor matanya memperhatikan burung suaminya yang sudah siap untuk di asah. Semakin kekedutanlah Vio di buatnya.
"Biarkan saja sweety. Nanti jika ingin tidur, kita bisa pindah ke kamar sebelah." ucap Adrian sambil menunjuk pintu kamar yang ada di dalam kamarnya. Ternyata kamarnya terhubung dengan kamar yang lain.
Adrian yang memang sudah tak tahan, langsung meraup bibir istrinya dengan sangat memburu. Menikmati kembali permainan yang sempat tertunda tadi. Tangannya juga sudah menjalar menelusuri bagian tubuh Vio yang lain.
Ciumannya mulai turun membasahi leher Vio. Memberikan gigitan-gigitan kecil di sana, hingga membuat tanda cinta mereka malam ini. Puas bermain di bagian atas, Adrian mulai naik ke atas bukit dan bermain-main menikmati bukit indah itu.
__ADS_1
Vio yang sudah merasakan geli sampai harus mencengkram sprei dengan kuatnya saat Adrian bermain dengan lidah dan hisapan kuat yang dilakukannya. Saat itu juga Vio menengadahkan kepalanya karena rasa geli tak tertahankan yang di terima tubuhnya. Apalagi tangannya masih asyik bermain di bawah yang sudah sangat becek.
"Hppph!" tanpa ada ijin, Adrian kembali bermain dengan inti milik Vio dengan hebatnya di bawah sana. Aroma khas milik Vio membuat gairah Adrian semakin tinggi, dan semakin gila bermain di bawah sana. Hingga membuat Vio berteriak dengan kencangnya.
Karena sudah sangat basah, Adrian tak menunggu lagi. Adrian segera memposisikan miliknya ke bibir bawah milik Vio dan...
Jleb...
"Aaakkhhk! Adrian!" sekali lagi Vio merasakan ada ribuan volt listrik yang menyentuhnya saat keperkasaan suaminya masuk ke dalam sana yang sudah memenuhi ruang kosong miliknya. Penuh sekali yang Vio rasakan. Sesak.
Adrian selalu menggila saat tubuhnya menyatu dengan istrinya. Seolah lupa jika yang sedang dia gempur adalah tubuh wanitanya yang lemah. Vio yang sudah kelelahan hanya diam dan menikmati gempuran Adrian yang tiada henti dengan nafas yang sudah sangat memburu.
Sampai akhirnya tembakan ke tiga Adrian keluarkan di dalam sana. Dan kehangatan yang membasahi rahimnya, lagi-lagi membuat tubuh Vio bergetar dengan hebatnya sampai memeluk Adrian dengan kuat. Setelah itu tubuh Adrian ambruk di atas tubuh istrinya.
"Sayang, aku lelah sekali." ucap Vio dengan sisa-sisa nafasnya. Bagaimana tidak lelah jika mereka bermain selama 3 jam.
Adrian di posisi yang masih bertenaga, segera menggendong Vio dan pindah ke kamar sebelah. Karena ranjang yang tadi sudah tak layak pakai. Berantakan di mana-mana. Adrian kalau bermain heboh sekali.
"Kita akan tidur sweety. Love you."
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow IG Shakila blue