
Di saat Adrian mengisi air di dalam bathub dan sibuk mengambil shower untuk membasahi tubuh Vio. Vio justru meembuka kemeja dan jas yang di pasangkan di tubuhnya. Sehingga poloslah sudah Vio sekarang.
"Adrian, aku menginginkanmu." ucap Vio sambil menarik-narik celana panjang Adrian yang sudah semakin tak tahan dengan rasa panas yang sangat menyiksa dirinya. Adrian hanya menelan salivanya saat melihat sesuatu yang belun pernah ia lihat.
Sumpah, tubuh Vio begitu menggoda. Bagian depannya memang begitu besar dan berisi sesuai dengan yang dia lihat saat dia melihat Vio dulu menggunakan gaun tidurnya yang sexy. Dan perutnya kecil. Sedangkan bagian gundukan belakangnya cukup besar sehingga panggul itu terlihat begitu sangat indah.
Dan Fokus Adrian berpindah ke sesuatu yang berwarna pink. Dimana itu adalah lembah ternikmat di seluruh daratan bumi kata orang-orang. Karena Adrian memang belum pernah mencoba.
Begitu menggoda sekali bagian itu. Sama sekali tak ada rumput-rumput nakal di sana yang tertanam. Di saat Adrian fokus ke tempat itu, Vio sudah membuka resleting celana Adrian.
"Hhpppph... Vio!" teriak Adrian saat Vio kembali memegang miliknya yang sudah sangat panjang. Berdiri kokoh di tengah-tengah tubuhnya yang begitu indah.
"Adrian. Aku mohon, aku menginginkanmu." ucap Vio kembali dan menyadarkan Adrian dari lamunannya yang merasakan nikmat dari sentuhan lembut di tangan Vio.
"Aku akan membantumu mendinginkan tubuhmu dengan air sweety. Kau bersabarlah ya? Aku pasti akan menghilangkan rasa ini di dalam tubuhmu." ucap Adrian yang sudah tak bisa konsentrasi karena tangan Vio yang masih di sana dan tubuh Vio yang tersaji di depannya.
__ADS_1
Membuat degup jantungnya terus berpacu semakin cepat. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan segala hasrat yang ada dalam dirinya. Dia masih terus menyiram tubub Vio dengan air dingin. Sedang air di dalam bathub sampai tumpah-tumpah supaya suhu dingin tetap ada saat air keluar dari shower
"Adrian. Please. Lakukan sesuatu. Aku sudah tak kuat." ucap Vio yang sudah sangat gelisah dan menggesek-gesekkan kakinya menahan rasa yang di bawah sana.
Dia mulai menggapai tangan Adrian yang mengusap lembut rambutnya yang masih Adrian siram dengan air, dia menempelkan tangan Adrian di bawah miliknya. Ugh...
"Sweety tahan ya? Aku tak mungkin membawamu ke rumah sakit atau memanggil dokter kemari. Yang ada kau melakukan hal yang sama pada mereka." ucap Adrian yang sudah semakin tak mampu menahan godaan setan di depannya ini.
"Adrian please, lakukan sesuatu padaku. Aku sudah tak kuat. Aku mohon." ucap Vio. Tubuhnya sudah semakin menggeliat dan Adrian merasakan sekali jika di bagian bawah milik Vio terasa kekedutan. Karena Vio begitu menekan tangannya di pintu gerbang lembah miliknya.
"Adrian aku mohon, lakukan sesuatu padaku." Vio semakin menangis dan Adrian tak tega melihatnya. Adrian memeluk erat tubuh Vio. Sungguh dia tak ingin melakukannya di saat Vio tidak sadar seperti ini. Dia tak ingin Vio marah.
"Adrian.. aku mohon. Aku mohon padamu." mohon Vio yang sudah ada di pelukan Adrian. Adrian melepaskan pelukannya dan melihat wajah Vio yang sudah sangat sedih. Dia menahan dirinya tapi tak bisa.
"Baiklah aku akan melakukannya. Tapi aku mohon jangan marah padaku?" Vio menganggukkan kepalanya dengan cepat. Adrian mengambil nafasnya dan mematikan shower. Dia memakaikan bathrobe pada Vio dan menggendongnya ke tempat tidur Adrian.
__ADS_1
Dia berharap, besok ketika Vio sadar kembali, tak ada lagi trauma dalam dirinya. Dan menerima apa yang sudah terjadi.
Dia merebahkan tubuh Vio dan dia naik di atas tubuh Vio setelah membuka celananya yang sudah terbuka separuh karena Vio yang membukanya tadi. Sekali lagi dia melihat Vio yang masih menangis.
"Aku mencintaimu Vio. I love you," ucap Adrian sambil mencium bibir Vio. Vio langsung on sekali saat bibir mereka mulai bermain. Dan saat itu juga Adrian memposisikan miliknya di bawah sana.
"Hhpppph! Aakkhhkkk! Adrian sakit. Ugh." teriak Vio saat milik Adrian yang berhasil masuk saat percobaan ke tiga kalinya.
"Ehm..ssshh. Sakit, tapi ini enak Adrian." ucap Vio yang masih terus menginginkan sesuatu sebelum larva yang sedari tadi meronta untuk di keluarkan, keluar dari dalam tubuhnya.
Sementara Adrian sungguh merasakan perasaan luar biasa nikmat yang dia rasakan saat miliknya di remat dan terasa di jepit oleh Vio. Ini hal baru untuk keduanya. Dan mereka menikmatinya.
"Aaakkhhkk!"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa follow IG Shakila blue