My Bride Violetta

My Bride Violetta
I love you my wife


__ADS_3

Adrian menyumpal mulut Vio dengan ciumannya yang panas. Dia membasahi semua daerah sekitaran bibir Vio dengan tak sabaran. Menikmati madu yang di berikan Vio padanya.


Malam ini yang harusnya hari esok mereka lakukan, menjadi malam tak terlupakan untuk Adrian. Bahagianya saat ini tak bisa ia ungkapkan. Rasa yang luar biasa dalam dirinya saat ini membuncah. Kebahagiaan untuk memiliki Vio akhirnya terjadi malam ini.


"Aaakkhhkk! Adrian.."


Saat sudah di puncak kenikmatannya, Adrian semakin mempercepat gerakannya dan semakin menekan miliknya lebih dalam di bawah sana. Hingga akhirnya tubuh Adrian mengejang dan Vio mencengkram kuat pelukan Adrian dan keluarlah benih Adrian di dalam sana yang ia tembakkan begitu banyaknya.


Tak ada foreplay, tak ada pemanasan yang membuat keduanya bergairah. Tapi kenikmatan itu sangat nyata. Untuk pertama kalinya yang mereka berdua rasakan untuk ini membuat Adrian berada di titik kepuasan yang paling dalam. Milik Vio begitu memabukkan, bagaikan morfin untuk Adrian nikmati lagi dan lagi.


Akhirnya percintaan ini selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Keduanya tertidur. Dan Adrian membawa Vio dalam pelukannya. Wanitanya kini sudah menjadi milik Adrian seutuhnya di malam sebelum acara pernikahan terjadi.


"Kau milikku saat ini sweety. Selamanya."


Keesokan harinya, Vio terbangun lebih dulu. Dia membuka matanya pelan. Tubuhnya remuk luar biasa yang dia rasakan. Dan dia melihat Adrian yang sedang memeluknya dan keduanya dalam keadaan polos.


Air matanya mengalir. Dia ingat semalam seperti apa dirinya. Saat sekali lagi tubuhnya tersentuh oleh pria lain. Dan dia juga ingat bagaimana dia meminta untuk Adrian melakukan hal ini padanya. Dirinya yang haus dan betapa gilanya dia meminta itu pada Adrian.


Adrian yang merasakan ada pergerakan, juga ikut terbangun. Dan melihat Vio.nya sudah menangis.


"Hey sweety, kenapa menangis? Maaf, maafkan aku. Aku tak bisa menjaga kesucianmu sampai hari pernikahan. Maaf sweety. Maafkan aku." Adrian memeluk Vio dengan eratnya. Dia juga menepuk pelan punggung Vio untuk menenangkan wanitanya.

__ADS_1


Cukup lama Vio menangis, sampai akhirnya isak tangis sudah tak lagi terdengar. Tapi Vio justru membalas pelukan Adrian. Dia sangat sadar ini bukan salah Adrian. Ini sudah menjadi takdirnya. Sekali hampir di perkosa. Kedua juga hampir di nodai. Dan akhirnya calon suaminya yang menolongnya.


"Sudah lebih baik sweety? Jangan menangis lagi ya? Hari ini adalah hari pernikahan kita. Kau masih ingin meneruskan pernikahan ini denganku kan sweety?" tanya Adrian saat wajah Vio mendongak melihatnya dengan air matanya yang sudah mengering. Vio mengangguk dan tersenyum manis pada Adrian.


"Jangan menangis lagi? Jelek kalau kau menangis Sweety. Kita bersiap sekarang ya? Mommy pasti akan mengomel jika kita terlambat. Aku janji akan melindungimu dan menjagamu seumur hidupku. Aku janji. I love you Violetta." Vio tak menjawab tapi tubuhnya yang membalas dengan memeluk erat tubuh Adrian.


Mereka pun segera bersiap untuk acara pernikahan hari ini. Setelah bersiap, mereka langsung meluncur ke mansion Victor. Karena acara memang akan berlangsung di rumah Adrian.


"Anak mommy sudah datang," teriak Ella saat melihat Adrian dan Vio datang. "Kau habis menangis sayang? Kenapa menangis? Apa Adrian yang membuatmu menangis sayang?" tanya Ella yang langsung menoleh pada Adrian.


"Bukan mom, aku hanya bahagia saja. Aku tak menyangka aku akan menikah dan menjadi bagian keluarga mommy." jawab Vio lembut yang kembali menangis.


Dia bersyukur Adrian masih mau menerimanya dan bertanggung jawab padanya. Padahal Vio sudah berpikir jika tubuhnya sudah sangat kotor. Tapi adrian, malah mau membersihkan kotoran yang sudah melekat di tubuhnya. Lalu bagaimana Vio tak bahagia?


"Kakak ipar..." teriak Naura yang berlari dari dalam rumah dan langsung memeluk Vio. "Kakak ipar ayo masuk. Kita akan membuatmu cantik hari ini kak." ucap Naura yang sudah menarik Vio untuk masuk kedalam.


Di saat Vio dan Naura sudah masuk, Ella mendekati Adrian yang terlihat begitu bahagia. Dia meleluk anak lelakinya dengan lembut.


"Bahagiakan Vio ya sayang. Mommy tau kau begitu mencintainya. Jangan sakiti hati hati Vio. Seperti kau selalu membuat mommy bahagia ya?" Adrian mengangguk dan membalas pelukan mommy Ella.


"Kakak, kau sudah datang?" tanya Leon yang baru saja ikut bergabung dengan mereka. "Apa kabarmu kak?" tanya Leon ikut memeluk Adrian.

__ADS_1


"Kau terlalu lama tak kembali Leon. Sering-seringlah pulang dan jenguk keluargamu. Kau ini. Mommy sangat merindukanmu."


"Sudah jangan banyak bicara. Kau harus segera bersiap sayang. Ayo biar Leon yang akan membantu." ucap Ella dan Adrian pun segera bersiap.


Hari ini adalah kebahagian bagi Vio. Meski malam pertamanya sudah terjadi, tapi dia melakukannya dengan pria yang akan menjadi suaminya. Pria yang mencintainya.


Lagu Christina Perri - A thousand years di putar mengiringi betapa pernikahan Adrian dan Violetta.


Vio yang di gandeng, oleh Alfred berjalan di karpet putih melihat calon suaminya berdiri, sedang menunggunya di pelaminan. Sedang semua orang sudah bersorak dan memuji betapa cantiknya Vio saat ini.


Bak bidadari yang jatuh dari langit, wajah Vio memancarkan kecantikan yang luar biasa. Dandanannya yang soft, membuat Vio terlihat seperti wanita suci. Senyum malu-malu bahkan terulas di wajah Vio yang membuat Adrian semakin melebarkan senyum menawannya.


"Aku menyerahkan putriku padamu. Jadikan dia ratu dalam hidupmu Adrian. Jika sekali kau membuat anakku menangis. Aku akan mengambilnya lagi darimu." Adrian mengangguk dan mengambil tangan Vio untuk menggandeng tangannya.


"Aku berjanji padamu dad. Aku akan membahagiakan dia seumur hidupku." ucap Adrian dengan pandangannya terus melihat ke arah calon istrinya yang luar biasa cantik. Keduanya saling pandang dan melempar senyum termanis yang mereka miliki.


Sampai akhirnya janji suci pernikahan mereka ucapkan di depan seluruh keluarga dan Sang Pencipta. Adrian menyematkan cincin tercantik untuk bidadarinya di jari manis Vio.


Adrian mengecup kening Vio dan juga mencium bibirnya dengan sangat lembut. "I love you my wife."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa follow IG Shakila blue


__ADS_2