
Adrian tersenyum dan menyimpulkan sedikit rambut Vio yang menutupi wajah cantiknya.
'Kenapa aku baru tau kalau kau sangat cantik Vio?' ucap Adrian dalam hatinya. Dia memperhatikan Vio yang tertidur dengan pulasnya. Adrian menyentuh hidung mancung Vio dan turun menyentuh bibir merah Vio yang sexy.
Entah ada dorongan setan apa yang membuat Adrian ingin berlama-lama menyentuh di tempat itu. Hingga akhirnya membuat Adrian tak tahan dan..
Cup..
Bukan sebentar Adrian mencium bibir merah Vio. Cukup lama. Meski hanya mendiamkan bibirnya menempel saja itu sudah membuatnya cukup untuk saat ini.
Setelah puas mencicipi bibir itu, Adrian mengusap lembut bibirnya dan kembali tersenyum. Sial! Adrian menyukai ciuman itu ternyata.
Melihat ada sedikit pergerakan dari Vio Adrian kembali duduk di tempatnya dengan benar dan pura-pura memegang rem tangan agar seolah mereka baru saja sampai.
"Oh kau sudah bangun. Aku baru saja akan membangunkanmu. Kita sudah sampai." ucap Adrian dengan santainya.
"Maafkan saya tuan. Dan terima kasih atas tumpangannya." ucap Vio yang melirik Adrian sebentar dan segera keluar dari mobil Adrian.
__ADS_1
Sedang Adrian tersenyum puas dengan apa yang di lakukannya tadi.
Pagi hari ini terasa cerah bagi Adrian. Entah itu kenapa. Yang jelas hatinya sedang bahagia.
Datang ke kantor pun, Adrian tak lagi menampakkan wajah garangnya. Tapi kali ini ada senyum samar di wajahnya.
Seperti biasa setiap pagi ada breafing dan mereka bertiga berkumpul di ruangan boss.nya. Dan Adrian selalu menahan Vio setelah selesai breafing.
"Apa ada yang lain lagi yang harus saya kerjakan tuan?" tanya Vio yang sudah ingin keluar dari ruangan Adrian.
'Apa sih yang di inginkan tuan Adrian? Aku di suruh apa menunggu di sini? Pekerjaanku masih banyak.' ucap Vio dalam hatinya yang sudah sangat kesal dengan Adrian.
Hingga makan siang Vio hanya menunggu di dalam ruangan Adrian sampai tertidur karena bosan tak ada yang di lakukannya.
Adrian mendekat dan memperhatikan wajah Vio. Dan kembali bibir itu dia hinggapi dengan bibirnya. Sumpah Adrian suka sentuhan di bibirnya ini.
"Vio, kau boleh kembali. Sudah waktunya makan siang." ucap Adrian yang pura-pura tak terjadi apa-apa setelah kecupan kedua yang dia lakukan di bibir Vio.
__ADS_1
Sedang Vio yang terkejut karena ketiduran sampai membentur dagu Adrian dengan kepalanya yang sedikit menunduk membangunkannya.
"Maaf tuan. Maaf. Apa sakit? Maaf saya ketiduran tuan." bingung Vio harus bagaimana. Dia menyentuh dagu Adrian yang baru saja terkena benturan kepalanya.
"Maaf tuan. Saya tidak sengaja." ucap Vio yang akhirnya hanya bisa menunduk saja. Sebenarnya dia tidur juga bukan karena salahnya. Itu salah Adrian yang sudah membuatnya bosan.
"Tak apa. Tapi nanti malam kau harus ikut menemaniku ke acara makan perusahaan." ucap Adrian dengan wajah tegasnya. Dan dengan terpaksa Vio menganggukkan kepalanya pelan.
'Memangnya apa aku masih bisa menolah? Heh.' ucap Vio dalam hatinya. Mau menolak pun pasti Adrian tak menerima penolakan.
"Kalau begitu nanti setelah pulang kerja ikut aku." jawab Adrian yang semakin kesal dengan boss.nya yang satu ini. Maunya apa coba.
Apa masih bisa jika Vio kabur saja dari Adrian? Tapi bagaimana dia membiayai kebutuhan daddy.nya?
Apalagi mereka sudah tak tinggal di rumah Huseyyin. Mereka kembali ke apartemen lama mereka. Yang jelas Vio tak mungkin membawa pergi-pergi lagi daddy.nya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
__ADS_1