My Bride Violetta

My Bride Violetta
Makan malam Vio


__ADS_3

"Hai Vio, apa kau sudah akan pulang? Aku kebetulan ada dekat kantor. Apa kau mau pulang bersama denganku cantik?" seperti itu isi pesan singkat yang di kirimkan Marco pada Vio.


Vio tersenyum dan membalas pesan dari Marco.


"Apa aku tak merepotkan anda tuan Marco?" tanya Vio di pesan balasannya untuk Marco. Tak sampai hitungan detik pesan itu sudah di balas.


"Tentu saja orang cantik seperti Vio tidak merepotkan. Justru aku senang jika Vio mau menerima tawaranku." pesan balasan dari Marco.


Vio sedikit terdiam sambil menggigit bibir bawahnya. Baiklah dia akan menerima tawaran Marco.


"Baiklah kalau begitu tuan. Sebentar lagi saya akan pulang." jawab Vio yang mengiyakan ajakan pulang bersama Marco lewat pesan singkatnya.


"Tuan Morgan, Maria aku pulang duluan ya.." ucap Vio dan langsung menuju lift. Jarang-jarang Vio seperti itu. Dulu saat masih bekerja dengan Adrian. Seharian full dia harus stand by dengan kebutuhan Adrian.


Sedangkan saat 3 tahun kemarin dia pergi, hidupnya sangat terpuruk, di tambah lagi saat nenek dan mommy.nya meninggal. Vio semakin stres hingga akhirnya dia memiliki semangat hidup kembali di saat daddy.nya mulai sakit-sakitan.


Sejak saat itu Vio mulai bangkit lagi dan dia habiskan waktunya hanya untuk bekerja dan fokus membiayai hidup kedua orang kesayangannya itu. Alfred dan Huseyyin.

__ADS_1


Saat Vio turun dari lift ternyata sudah melihat Marco yang menunggunya di Lobby. Vio tersenyum dan mendekat pada Marco.


"Selamat malam tuan Marco." sapa Vio dengan lembutnya. Marco menoleh dan melihat bidadari cantiknya.


"Malam Vio. Atau ini masih pagi ya?" tanya Marco dengan menyipitkan matanya dan tersenyum menggoda Vio.


"Kenapa begitu tuan?" tanya Vio.


"Iya aku pikir sekarang masih pagi. Karena Vio masih sangat cantik seperti bidadari." goda Marco dan Vio hanya melipat bibirnya sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinganya.


Ada-ada saja tuan Marco ini. Kenapa suka sekali membuat Vio suka dengan rayuan gombalnya.


Marco membukakan pintu mobilnya dan sedikit membusungkan tubuhnya, mempersilahkan Vio masuk seperti putri raja. Vio hanya tersenyum saja dengan tingkah Marco.


Sementara Adrian yang baru saja turun dari lift bersama Monica, melihat kedekatan Vio dan Marco yang pulang bersama. Dan membuat Adrian tak suka.


'Cih, saat dia bersamaku tak ada senyum seperti itu dia padaku.' omel Adrian dalam hatinya.

__ADS_1


"Adrian kenapa berhenti?" tanga Monica karena Adrian berhenti di tengah jalan. Dia tak lihat saja jika Adrian sedang memperhatikan Vio dan Marco sedang pulang bersama.


Adrian hanya menoleh sebentar ke arah Monica dan kembali berjalan menuju depan lobby sambil menunggu mobilnya di antar parkir vallet.


"Vio sudah makan malam?" tanya Marco saat di dalam mobil. Pandangan matanya sibuk melirik terus pada Vio yang cantik.


"Belum tuan." jawab Vio lembut.


"Kita makan dulu ya? Mau?" tanya Marco dan Vio menolaknya.


"Tidak tuan terima kasih. Saya bisa makan nanti di apartemen." jawabnya dengan senyum yang membuat Marco terpanah.


"Kita makan di luar saja ya? Aku akan mentraktirmu makan. Jarang-jarang kita bisa makan di luar seperti ini Vio." mohon Marco dengan wajah sedihnya.


"Ayolah Vio, please." mohon Marco lagi. Jika seperti ini bagaimana Vio menolaknya? Terpaksa Vio makan malam bersama Marco


"Baiklah tuan."

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2