My Bride Violetta

My Bride Violetta
Berhenti di pinggir jalan


__ADS_3

"Pagi sayang." panggil Vio yang membangunkan Adrian yang masih betah bermalas-malasan memeluknya. Adrian mulai membuka matanya dan tersenyum melihat Vio tidur di sampingnya.


"Kiss morning sweety." Vio mengecup lembut bibir suaminya tanpa ada rasa malu lagi. Vio masih tak menyangka jika pria di depannya ini adalah suaminya. Dan semalam. Oh Tuhan. Itu begitu menggairahkan. Heboh sekali suaminya ini.


"Kau tak ingin bangun sayang?" tanya Vio lembut sambil mengusap pipi Adrian. "Aku lapar. Hppph..ssshh." Vio meringis karena tangan Adrian tiba-tiba meremas lembut gunungnya.


Jangan sampai Adrian mau nambah lagi. Oh tidak. Vio sudah sangat lapar. Lagi pula miliknya masih terasa sakit. Adrian benar-benar menggempurnya habis-habisan. Melelahkan sekali. Sekarang saja terasa jika di bawah sana ada yang menyumpal.


"Baiklah kita makan dulu. Setelah itu kita akan ke villa ya?" Vio hanya mengangguk karena sudah tak konsentrasi dengan apa yang di lakukan Adrian.


Mereka akan honeymoon di villa Adrian yang ada rumah pohonnya. Vio tak ingin terlalu jauh. Baginya yang ter-penting bersama Adrian. Itu sudah lebih dari cukup.


Dengan cepat Adrian menggendong Vio menuju kamar mandi. Mereka mandi bersama dan ada sedikit drama-drama kecil yang biasa para pria suka saat main basah-basahan dengan pasangannya.


Selesai itu mereka langsung turun dan makan siang. Usai makan mereka pamit untuk berangkat menuju Villa. Karena tak tega dengan daddy.nya, sementara Vio dan Adrian menyuruh Alfred untuk tinggal di rumah Victor.


Sepanjang perjalanan Adrian terus saja menggenggam tangan Vio dan mengecupi punggung tangannya. Setelah mereka melewati perbukitan. Tiba-tiba otak nakal Adrian mulai berfantasi.


Chiiittt...


"Eh ya ampun sayang, kenapa kau berhenti mendadak di sini? Apa kau sakit? Di mana?" tanya Vio yang langsung mendekat dan memperhatikan tubuh suaminya.


Cup...

__ADS_1


Vio terkejut karena tiba-tiba Adrian mengecupnya.


"Sweety, mungkin kita bisa mencobanya di sini." ucap Adrian sambil tersenyum nakal. Sedang Vio hanya menelan salivanya dan melihat tempat di mana mereka menghentikan mobilnya. Pipinya sudah sangat merah.


"Sayang, bagaimana kalau ada yang melihat kita? Kenapa tidak ke villa saja dulu. Kita... bisa.. di sana saja." jawab Vio malu-malu. Ya Tuhan. Lucu sekali wajah istrinya kalau malu-malu seperti ini.


"Sebentar saja sweety. Sepertinya ada sensasi yang lebih jika kita mencoba di sini. Tenang saja. Di sini tak ada yang mungkin melihat kita sweety. Mau ya? Kita coba di sini saja?" mohon Adrian dan konyolnya tatapan Vio selalu saja ke arah yang tidak pada tempatnya.


"Iya, kasian dia sweety sudah mulai bangun." ucap Adrian dengan tawa nakalnya melihat ke mana arah tatapan istrinya. Vio menggigit bibirnya dalam melihat suaminya yang sudah sangat bergairah.


Cup....


Adrian langsung mengecup bibir Vio dengan sangat memburu tangannya yang satu menahan leher Vio dan satu lagi melepas selt bealt keduanya. Dan menyetel posisi jok Vio agar bisa di pakai untuk tiduran.


Vio yang sudah di posisi nyaman, Adrian dengan cepat melepas ikat pinggangnya dan melepas pengait celananya. Dia juga mengeluarkan miliknya yang sudah on sejak tadi.


Vio yang menggunakan rok span selutut dengan mudah Adrian singkap ke atas. ****** ******** juga dia turunkan. Sedang Vio menikmati kecupan basah yang di lakukan Adrian. Dengan tangannya yang sudah melingkar di leher suaminya. Tanpa peduli dengan apa yang di lakukan Adrian pada bagian bawahnya.


Adrian mengecupi leher istrinya dan tanda yang belum hilang dia beri lagi lebih merah dan lebih banyak di sana. Dengan cepat tangannya dia basahi dengan salivanya dan dia oleskan pada miliknya agar licin dan mudah untuk masuk.


Jleb...


"Aakkkhhkk!!"

__ADS_1


"Adrian, egh..."


Sudah kesekian kalinya Adrian memasukkan miliknya ke dalam lembah milik Vio, tetap saja rasanya menggigit miliknya. Itu luar biasa. Adrian sampai tak sadar dengan apa yang sudah dia lakukan pada Vio saat ini lebih kasar dari sebelumnya.


Ruang yang sempit semakin menambah nikmat mereka melakukannya. ******* dan rintihan dari Vio sudah seperti alunan lagu yang terus merespon gairah di dalam tubuhnya keluar dan menikmati percintaan siang ini.


Hentakan-hentakan yang di lakukan Adrian sungguh terasa susah di dalam sana. Tapi tak di pungkiri itu rasanya sudah seperti melayang.


Sampai mereka berada di titik kepuasan Adrian semakin mempercepat melakukan hentakannya dan keluarlah cairan hangat yang menghangatkan milik Vio di dalam sana.


Adrian menghempaskan tubuhnya di tubuh Vio. Nafas mereka masih sama-sama terengah dan Adrian mengecup kening Vio lama sekali.


Dia mengambil tisue basah dan membersihkan miliknya serta milik Vio. Ini pengalaman mereka yang baru dan mereka akan mulai melakukan hal-hal baru lainnya dari sekarang bersama. Vio tersenyum dan keduanya saling membenarkan pakaiannya kembali.


Selesai itu mereka melajukan mobilnya kembali menuju villa. Sampainya di villa mereka bermain kejar-kejaran di pinggir pantai. Seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang di madu cinta.


Bahagia. Hanya itu kata yang pas untuk mereka saat ini.


Mereka sudah menyatu saat ini. Tak ada lagi yang perlu Vio takutkan. Meski Adrian orang yang pernah membuatnya terluka dulu. Tapi dia juga yang membuat Vio bahagia.


'Aku mencintaimu Adrian.'


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa follow IG Shakila blue


__ADS_2