
"Vio... Adrian.." sapa Marco dan langsung melihat bunga yang Vio pegang dari Adrian.
"Kalian, sedang apa? Kenapa romantis sekali? Apa kalian ada hubungan?" tanya Marco. Siapa yang tak akan berpikiran seperti itu jika Adrian membawa Vio untuk candle light dinner romantis seperti ini dengan bunga dan pemain musik yang mengiringi.
"Iya seperti itulah. Maka dari itu jangan dekat-dekat lagi kau dengan Vio. Dia sudah ada aku." jawab Adrian dan itu membuat Vio kesal.
Jika Adrian seperti ini terus, yang ada Vio tak akan menikah-menikah. Sedang usia terus saja berjalan.
"Benarkah Vio? Kalian sepasang kekasih?" tanya Marco pada Vio dan lagi-lagi Adrian yang menjawabnya.
"Jika tidak, lalu untuk apa kita makan berdua seperti ini? Ini sudah sangat jelas untukmu bukan?" ucap Adrian. Ingin rasanya Adrian segera mengusir pria di depannya ini.
"Aku bertanya pada Vio Adrian." ucap Marco tegas. Jika memang Vio mengatakan iya, baru Marco tak akan lagi mendekat pada Vio. Tapi selama bukan Vio yang mengatakan iya. Itu tandanya mereka bukan sepasang kekasih dan Marco akan terus berusaha mengejar cinta Vio.
__ADS_1
"Tidak. Kami ha.."
"Sudah aku katakan kami memang sepasang kekasih. Apa kau tak mendengar ucapanku ini?" ucap Adrian yang memotong kalimat Vio yang ingin dia ucapkan pada Adrian.
Tak akan pernah Adrian berikan kesempatan untuk Marco atau pria lain untuk mendekati Vio. Jangan harap.
"Vio apa benar seperti itu?" tanya Marco yang tak menghiraukan Adrian sama sekali.
"Vio adalah kekasihku. Kau mau apa? Susah sekali memberitahukanmu soal ini. Apa kau memang tuli?" ucap Adrian yang mulai meninggikan suaranya. Sedang Marco terus saja mendesak untuk mendengar jawaban dari Vio.
"Stop!" ucap Vio yang mulai geram dengan kedua pria di depannya ini.
"Tuan Marco lebih baik anda tak usah mengharapkan apapun padaku. Karena memang tak ada yang di harapkan dariku. Dan kau, lebih baik tetap di sini dan jangan mengikutiku. Aku permisi." ucap Vio dan berlalu pergi.
__ADS_1
Tapi bukan Adrian namanya sampai mau di tinggalkan oleh Vio. Dia mendorong Marco yang masih diam setelah mendangar jawaban Vio, dan dia berlari mengejar Vio.
"Hei Vio berhenti." panggil Adrian dan dia dengan cepat menarik tangan Vio.
"Apalagi mau mu Adrian? Aku sudah lelah dengan hubungan yang tak jelas ini. Kita bukan sepasang kekasih. Jadi tak perlu seperti ini. Aku akan berhanti dari perusahaan jika kau terus seperti ini padaku." ucap Vio tegas.
Meski Vio mulai merasakan rasa nyaman pada diri Adrian, tapi bukan berarti Vio mau di jadikan kekasih yang tak ada kejelasan seperti itu.
Dia wanita yang butuh ketegasan dari seorang pria. Buka asal mengklaim jika Vio miliknya, bukan. Vio akan melawan jika itu salah baginya. Tak akan lagi dia menurut pada Adrian.
"Apa yang kau katakan Vio. Apa kau tak bisa jika menurut saja? Permintaanku tak susah bukan?" ucap Adrian dengan entengnya.
"Aku wanita Adrian. Aku butuh kejelasan. Jika kau memang suka padaku katakan. Aku tak masalah. Aku akan memikirkannya. Tapi jika kau menggantungkanku seperti ini aku tak akan mau dekat denganmu. Aku seorang wanita. Yang jelas membutuhkan pendamping. Tapi itu dengan pilihanku sendiri. Bukan karena kau memaksaku." ucap tegas Vio dan dia langsung pergi memberhentikan taxi.
__ADS_1
Bukannya dia tak mau dengan Adrian. Jujur dalam hatinya dengan perhatian yang Adrian berikan padanya beberapa hari ini, Vio mulai memiliki perasaan pada Adrian. Tapi Hubungan yang mereka jalani itu sebenarnya seperti apa? Sedang Adrian tak sama sekali mengatakan cinta padanya? Lalu untuk apa bersama? Vio juga masih belum sembuh dari rasa traumanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤