
Setelah membereskan pekerjaannya. Vio pun menaiki lift. Ketika lift itu mulai turun, tiba-tiba lampu di dalam lift berkedip dan..
Brakk..
"Aakkkhhk!"
Vio berteriak ketika lift tiba-tiba turun dengan cepatnya selama beberapa detik dan kemudian berhenti di tengah-tengah. Lampu di dalam lift pun mati.
"Tolong.. tolong.. tolong... saya masih ada di dalam lift." teriak Vio yang mulai panik. Dengan nafas yang memburu saat menekan tombol pertolongan. Keringat dingin sudah muncul di keningnya. Dia segera mengeluarkan ponselnya.
"Tuan Adrian." ucap Vio yang mengingat Adrian akan menjemputnya. Di dalam lift itu sama sekali tak ada sinyal. Vio semakin bingung. Dia terus saja meminta pertolongan pada tombol bantuan. Dan akhirnya tersambung.
"Tolong... apa ada yang mendengar? Saya terjebak di lift satu. Tolong segera panggilkan teknisi.. tolong.." teriak Vio yang semakin panik.
"Baik nona, akan segera kami perbaiki." jawab suara yang terdengar di sana. Vio terus saja berdoa untuk keselamatannya.
"Aakkhhhkk!"
__ADS_1
Tapi lagi-lagi lift itu turun dengan kencangnya selama beberapa detik. Seketika itu juga Vio pingsan.
Tak lama setelah itu Adrian pun sampai di kantor. Dia segera ke atas untuk menjemput Vio. Namun di depan lift yang menuju ke ruangannya, di jaga oleh security.
"Tuan Adrian? Malam tuan." sapa security itu.
"Ada apa kamu berdiri di sini?" tanya Adrian heran.
"Maaf tuan, lift tiba-tiba bermasalah. Sedang di dalam lift ada seseorang yang sedang terjebak. Kami juga tak mengetahui ada di lantai berapa. Karena itu teknisi segera membuka lift dari lantai atas tuan." jelas security.
"Vio.." Adrian tanpa pikir lagi, dia segera menggunakan lift yang satu lagi untuk menuju ke atas. Jika perlu dia akan terjun untuk menolong Vio.
Nafasnya sudah naik turun, dia takut jika sampai terjadi apa-apa dengan Vio. Sesampainya di atas, dia segera berlari ke arah lift. Dia melihat beberapa teknisi yang turun ke bawah.
"Bagaimana? Ada apa dengan lift ini? Kenapa bisa rusak?" tanya Adrian yang sudah sangat marah kepada para teknisi itu.
"Kami juga belum tau apa penyebabnya tuan. Selama ini masih baik-baik saja." jawab salah satu di antara mereka yang sedikit menunduk pada Adrian.
__ADS_1
"Jika sampai terjadi apa-apa dengan orang yang ada di dalamnya, Kalian semua yang akan membayarnya." ucap tegas Adrian dan mereka ketakutan sambil mengelap keringat di kening mereka.
"Berdoalah agar tak ada yang terjadi pada Vio." ucap Adrian dengan kepanikan di dalam dirinya. Entah kenapa, dia begitu khawatir jika sampai terjadi apa-apa dengan Vio.
Setelah lama menunggu, Adrian mulai melihat saat Vio di tarik naik ke atas dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Oh Tuhan Vio, please kau tak akan kenapa-kenapa." ucap Adrian.
Saat tubuh Vio sudah akan mendekat, Adrian membantu mereka untuk menarik Vio. Dengan cepat mereka melepas ikatan tali yang mengikat tubuh Vio. Dan Adrian menggendonganya segera menuju mobilnya.
"Vio, please bangunlah Vio. Sadarlah Vio. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit." ucap Adrian. Saat lift terbuka Adrian segera membawa Vio ke dalam mobilnya. Dia tidurkan Vio di kursi belakang.
Setibanya di rumah sakit Adrian langsung membawa Vio ke UGD dan dokter pun memeriksa Vio. Tak lama dokter keluar.
"Bagaimana kondisinya dok?"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
__ADS_1