
Hari ini Nicolette sudah mulai kuliah.Luka di punggungnya sudah sembuh.Sementara Luzio masih berada di New York bersama Benvolio.Ia menyelesaikan beberapa urusannya.
......................
Di kampus.
Nicolette sedang berkumpul bersama-sama teman-teman di kantin sekolah.Mereka sedang makan siang.
"Nic,kapan kita ke club lagi?"Tanya Anna.
Nicolette menghela nafas lalu berkata,"Kau tau kan, akhir-akhir ini banyak sekali yang ingin aku mati.Mungkin untuk sementara aku tidak bisa kemana-mana dulu"
"Apa ke kafe juga tidak bisa?"Tanya Laura
"Mungkin bisa,aku harus izin mami,papi atau kak Marcello dulu",jawab Nicolette kepada temannya itu.
"Yah Nic.Kau jadi anak rumahan "ejek Charlie.Ia memang yang paling sering mengejek Nicolette.
"Cih,kau ini"Nicolette kemudian menonjok lengan Charlie.Charlie hanya meringis kesakitan sementara yang lain tertawa melihat mereka.
"Tapi Nic,bagaimana hubungan mu dengan Tuan Luzio?"Tanya Lova tiba-tiba.
"Ya begitulah.Kami baik-baik saja.Ia sedang di New York sekarang" jawab gadis itu dengan nada yang agak rendah.
"Hem sepertinya ada yang sedang merindukan seseorang"Ucap Kim dengan nada mengejek.
"Tidak ya.Aku tidak merindukannya!"Jawab Nicolette ketus.Teman-temannya yang lain hanya tertawa melihat temannya itu.
Masih di kampus.
Sepulang kuliah, Nicolette tidak langsung pulang.Entah kenapa tiba-tiba gadis itu ingin ke perpustakaan kampus.Ia menghubungi kakaknya memberitahukan bahwa iya pulang ke rumah agak telat karena ia ingin ke perpustakaan kampus.Awalnya sang kakak tidak percaya,namun akhirnya ia percaya setelah gadis itu melakukan panggilan video bahwa ia memang benar-benar sedang di perpustakaan.Sementara temannya yang lain pulang terlebih dahulu.
Nicolette sedang asik membaca buku tentang bisnis.Tapi konsentrasinya buyar saat ia merasakan smartphone yang di saku Hoodienya bergetar.Tampak layar smartphonenya itu menampilkan sebuah notifikasi dari Luzio.Gadis itu mengabaikannya.Hingga Luzio menelponnya beberapa kali iapun masih mengabaikannya dan akhirnya Nicolette mematikan ponselnya.Ia sedang tidak mau di ganggu,ia hanya ingin fokus membaca.
"Hi,boleh aku gabung?"tanya seorang laki-laki.Nicolettepun tersentak kaget.
"Astaga,kau mengagetkan ku.Ya silahkan saja.Lagi pula kursi itu kosong"Jawab Nicolette.
Lelaki itupun duduk di kursi di hadapan Nicolette.
__ADS_1
"Em,maaf ya sudah mengagetkan mu.Sebelumnya perkenalkan namaku Dante.Kau pasti Nicolette ya?"ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.
Nicolette mengerutkan keningnya,"Bagaimana kau tau kalau aku Nicolette?"
"Siapa yang tidak tahu dengan Nicolette Alessandra Charlota,putri dari Tuan Lucas Nicole pengusaha terkaya itu.Semua orang pasti tahu"
"Cih kau berlebihan sekali"ucap Nicolette
"Huuuust!sudah jangan berbicara lagi,meskipun kita berbicara pelan tapi aku takut mengganggu pengunjung yang lain"ucap Dante lagi.Merekapun kemudian fokus membaca masing-masing.
Nicolette merasa bosan dengan buku yang ia baca,lalu ia mencari beberapa buku lagi.Ia kali ini ingin membaca buku tentang botani.Ia berjalan ke arah rak buku khusus tentang buku-buku ilmu botani.Ia mencari buku Die Pflanzenwelt buku karangan ahli botani yang bernama Otto Warbrug.Itu memang buku lama karena di terbitkan pada tahun 1992,tapi Nicolette suka membaca buku tersebut.
Ia menjinjit untuk mengambilnya karena buku yang ia inginkan terletak di bagian atas.Susah sekali baginya untuk mengambil buku itu,padahal tinggi badan Nicolette sendiri cukup tinggi.Ia terus berusaha menggapai buku tersebut hingga beberapa buku ikut bergerak dan,bruk!
Nicolette memejamkan matanya,tapi ia tidak merasa sakit.Ia membuka matanya perlahan ternyata ada Dante yang mengukungkan tangannya di atas kepala Nicolette.
"Kau tidak apa-apa?"tanya Dante kepada gadis itu
"Aku tidak apa-apa,maaf ya,dan oh ini tanganmu terluka"gadis itu sedikit panik melihat luka di tangan Dante mungkin karena terkena sudut buku yang tebal.
"Tidak apa-apa ini hanya luka kecil,untung kepalamu tidak terluka.Mari aku bantu membereskannya"ucap Dante santai sambil mengembalikan beberapa buku yang terjatuh ketempatnya.
"Biar aku saja,kau duduk saja di situ.Selesai ini aku akan mengobati lukamu"
"Ah tidak usah"Dante tetap membantu mengembalikan buku yang jatuh tadi.
Setelah selesai mereka duduk kembali.Nicolete lalu membuka tasnya dan mengambil kotak P3K mini.Gadis itu memang selalu membawa kotak itu saat bepergian.
"Sini aku obati lukamu"Nicolette kemudian membersihkan luka Dante terlebih dahulu lalu memberikan sedikit cairan antiseptik lalu menempelkan plaster luka dengan hati-hati.Mata Dante tidak bisa lepas dari wajah gadis tersebut.Dante memandanginya dengan lekat.Bagi Dante, Nicolette adalah gadis yang sangat cantik.Hidung mancung,bulu mata lentik,rambut panjang yang agak sedikit bergelombang dan lesung pipi yang membuat senyum gadis itu semakin manis.
"Nah,sudah"ucap Nicolette setelah mengobati luka Dante.
"Em,sudah ya.Terimakasih"Dante tersenyum pada di Nicolette.
......................
Di New York.
Tampak di sebuah ruangan kerja ada seorang laki-laki yang sedang mengusap kasar rambutnya.Lelaki itu adalah Luzio.
__ADS_1
"SH-IT!" Luzio mengumpat.Matanya memerah dan rahangnya mengeras.Ia tampak kesal sekali melihat foto yang dikirimkan oleh mata-matanya.Foto Nicolette yang tampak mesra dengan laki-laki lain di perpustakaan.Sebenarnya ia tidak akan semarah itu,tapi sejak kemarin sang gadis mengabaikannya.Yang ada di pikirannya sekarang adalah gadisnya itu tengah bermain di belakangnya.
"Jadi ini alasanmu mengabaikan aku hem,baiklah tunggu aku pulang"Ucap Luzio sambil menampilkan smirk khas miliknya.
Kemudian ia menghubungi Benvolio lewat ponselnya.
"Ben, cepat siapkan pesawat jet,kita pulang hari ini juga!"
"Ha,tapi urusan kita belum selesai". Benvolio terheran-heran dengan sahabatnya itu.
"Siapkan saja atau kau mati!" jawab Luzio penuh penekanan.Lalu ia menutup panggilan sepihak.
Ya,Luzio akan pulang sekarang juga.Bekerja juga tidak akan bisa konsentrasi karena pikirannya sedang kacau.Ia tidak habis pikir.Berani sekali gadisnya itu mengabaikannya dan malah bermesraan dengan lelaki lain.
Setelah semua siap,Luzio berangkat kembali ke negaranya bersama Benvolio.Pesawat jet Bombardier Global 8000 milik Luzio pun terbang dari New York menuju negara Luzio.
......................
Di mansion keluarga Nicole.
Nicolette baru saja pulang dan memasuki pintu utama rumahnya.Ia membawa beberapa buku yang ia pinjam dari perpustakaan kampusnya tadi.
"Wow,apa ini benar adikku Nicolette Alessandra Charlota?".Ucap Marcello dengan nada mengejek.Ia tampak heran melihat adiknya itu pulang membawa beberapa buku berukuran tebal.Sembatara sang gadis hanya memutar bola matanya dengan malas.Ia tahu pasti kakaknya akan mengejeknya.
"Buku apa itu Princess?"Tanya Luzio itu penasaran.
"Ini buku-buku tentang botani kak.Entah kenapa aku tiba-tiba ingin membacanya"Jawab Nicolette jujur.
"Kakak akan membuatkan mu perpustakaan pribadi di lantai dua agar kau tidak susah payah membawa buku-buku tebal lagi"
"Tidakkah itu terlalu berlebihan kak?"
"Tidak sama sekali,bahkan mall pun akan ku pindahkan di mansion kita jika kau mau"Ucap sang kakak.
Nicolette lalu berlalu meninggalkan sang kakak menuju kamarnya.Ia malas meladeni sang kakak.Ya,orang yang memiliki banyak uang memang selalu bisa melakukannya apapun bukan?
...****************...
Terimakasih yang sudah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🤗
__ADS_1
BORAHAE PARA READERS KU 💜