
Sesampainya di bawah,mereka berdua di buat terkejut oleh sang kakek karena Tuan Mateo membawa......
Banyak sekali perlengkapan bayi,bahkan bodyguard sampai harus turun tangan membantu membawakan semua barang-barang itu.Ada baju-baju bayi lucu,troli,set sleeping bed,mainan,hingga set pompa asi.
"Kakek.Banyak sekali.Untuk siapa ini?" Tanya Luzio.
Bugh!
Tuan Mateo memukul Luzio dengan tongkatnya.
"Tentu saja untuk cicitku nanti,dasar bodoh!." Jawab tuan Mateo ketus.
"Tapi kakek ini sangat berlebihan sekali."Ujar Nicolette.
"Tidak,bahkan aku akan memberikannya lebih dari ini kelak." Jawab sang kakek.
"Perutku masih rata kek,aku bahkan belum tau apa jenis kelamin bayinya.Tapi terimakasih kakek sudah memberikan semuanya."
"Tak apa,aku sudah memilih warna biru muda,itu warna netral bukan.Tidak masalah jika nanti anakmu laki-laki atau perempuan,dia tetap bisa memakai semua ini." Ucap sang kakek sambil tersenyum.
Nicolette bersyukur memiliki kakek yang sangat sayang padanya dan juga anaknya,meskipun anaknya belum lahir.
Ia juga merasa senang melihat berbagai perlengkapan bayi yang lucu-lucu pemberian dari kakek.
"Ayo kita ke taman belakang,kakek ingin mengobrol banyak bersamamu.Anak brandal itu kita tinggalkan saja." Ajak Tuan Mateo sambil menarik lembut tangannya.Ia tidak perduli sama sekali dengan cucunya.
Nicolette hanya bisa terdiam dan menuruti sang kakek.
"Sebenarnya aku cucunya bukan?Bisa-bisanya dia mengabaikan cucu kandungnya." Gerutu Luzio kesal.
......................
Di taman belakang...
Nicolette dan tuan Mateo sedang duduk di gazebo sambil menikmati secangkir teh.
"Sudah berapa bulan usianya?."Tanya sang kakek.
"Em,baru jalan tujuh Minggu kek." Jawab Nicolette sambil tersenyum.
"Aku harap kalian berdua sehat selalu.Aku begitu menantikan cicitku,aku tidak sabar ingin menggendongnya.Di usia kakek yg sudah senja seperti ini,kakek ingin sekali menimang cucu"
"Terimakasih kek,sudah menyayangi kami,semoga kakek panjang umur sehingga selalu berada di sisi kami." Tuturnya lembut.
Nicolette juga begitu menyayangi tuan Mateo,karena sejam umur tiga belas tahun ia sudah tidak memiliki kakek lagi.Ia begitu rindu sosok seorang kakek di sisinya.Meskipun kedua orang tuanya masih ada dan bahkan punya kakak,tapi tak bisa di pungkiri ia juga butuh sosok seorang kakek.
"Luzio itu orangnya dingin dan kerasa kepala,kadang juga dia kejam.Tapi ia akan manis dan lembut kepada orang yang dia cintai.Kakek bersyukur sekali ia mempublikasikan istri yang cantik dan baik sepertimu.Kakek selalu berdo'a agar kalian selalu baik-baik saja." Ujar tuan Mateo lagi.
Nicolette menatap mata sang kakek yang penuh ketulusan,lalu ia berkata."Terimakasih kek untuk segalanya"
__ADS_1
......................
Markas Black Devil....
Benvolio dan Kim baru saja mengendus adanya koruptor di kantor cabang.Ia langsung menghubungi bosnya.
"Halo,bro.Sepertinya ada tikus yang mencoba mencuri milikmu." Tuturnya setelah telepon tersambung.
"Berapa orang?" Tanya Luzio di seberang sana.
"Aku dan Kim menduga hanya ada dua,tapi kemungkinan bertambah."
"Cih,mereka ingin bermain-main denganku,yang benar saja.?Di kantor yang mana Ben?".
"Kantor cabang tempat Mr. Anderson."
"Besok kita berangkat!". Jawab Benvolio mantap lalu menutup telponnya.
Setelah telepon terputus, Benvoliopun menyeringai tajam.
"Kim,kita harus siap-siap.Sepertinya kita akan menangkap dan memusnahkan tikus secara masal besok.
"Baik Tuan!." Jawab Kim.
......................
Mansion keluarga Nicole..
Setelah semua kotak cake masuk ke dalam paper bag,ia mengambil kertas dan pulpen lalu menuliskan sesuatu dan menempelkannya ke paper bag tersebut.
"Edric.Tolong antar kan ini ke mansion Mateo.Bilang ini untuk Nicolette dan Luzio,yang ini untuk Tuan Mateo dan sisanya untuk semua orang di sana." Ujar nyonya Laurenzio.
"Baik nyonya." jawab Edric lalu pergi membawa paper bag tersebut.
Edric adalah asisten pribadi dan kepercayaan keluarga Nicole.Ia sudah bekerja belasan tahun.
......................
Mansion keluarga Mateo
Edric baru saja memasuki mansion milik keluarga Mateo.Ia langsung di arahkan ke taman belakang tempat nyonya mudanya sedang duduk.
"Selamat siang nyonya,tuan." Sapa Edric sambil membungkuk ke arah Nicolette dan tuan Mateo.
"Oh,Edric ada apa?."Tanya Nicolette penasaran.
"Ini ada titipan untuk anda dari nyonya besar dan Ino untuk Tuan Mateo,sisanya nyonya bilang untuk semua orang yang ada di sini."
"Wah,tolong sampaikan ucapan terimakasih ku kepada mami." Nicolette lalu menerima paper bag tersebut.
__ADS_1
"Sampaikan juga rasa terimakasih ku kepada besanku yang baik itu." Ucap Tuan Mateo sambil menerima paper beg tersebut.
"Baiklah,kalau begitu saya permisi dulu nyonya dan tuan,selamat menikmati." Edric lalu pergi.
Nicolette memanggil Ashley untuk membagikan makanan kepada yang lain.Setelah itu Nicolette membaca tulisan di paper bag tersebut.
"Halo sayang,mami membuat mu cake kesukaanmu.Maaf mami tidak bisa mengantarnya langsung,mami harus segera ke toko,selamat menikmati sayang."
Nicolette tersenyum membaca tulisan tersebut.Maminya sangat perhatian bahkan di sela-sela kesibukannya masih sempat membuat cake kesukaannya.
"Em,ini enak sekali." Ujar sang kakek sambil menyantap cake coklat tiramisu.
"Ekhem,untuk ku mana?." Ujar sebuah suara.Itu suara milik Luzio.Ia baru saja datang.
"Ini,sini makan bersamaku."Ajak Nicolette.
"Kau ini menganggu saja." Ujar sang kakek.
Luzio tidak memperdulikan ucapan sang kakek.Ia duduk di samping Nicolette lalu menikmati cake suapan dari istrinya itu.
"Oh ya,besok kakek ingin mengajak Nicolette ke mall,apa kau mau?." Tanya sang kakek.
"Mau,kek."
"Tidak!."
Jawab Nicolette dan Luzio bersamaan namun berbeda.
"Is kau ini,aku ingin ikut kakek ke mall."
"Tidak boleh,aku suamimu.Dari kemarin kau selalu meminta sesuatu dan kemana-mana dengan orang lain.Aku tidak mau lau tinggal sayang." Ujar Luzio memelas.
"Hentikan ekspresi menjijikan mu itu.Kau sudah tua Luzio!." Ujar sang kakek.Ia agak geram melihat cucunya bertingkah manja dan tidak sesuai dengan umur.
"Ayolah Zi,lagi pula baru kali ini kakek mengajakku jalan-jalan." Rengek Nicolette sambil membuat ekspresi imut.
"Ah,baiklah.Aku selalu kalah dengan mu." Luzio pun pasrah.
Sang kakek tersenyum penuh kemenangan.
......................
Sementara di suatu tempat.
"Apakah benar ia sedang hamil?apakah aku harus menjalankan rencanaku sekarang."Gumam seorang laki-laki bimbang.
"Semua rencanaku sebelumnya gagal,kenapa sulit sekali membunuh Luzio.Kenapa malah sekarang aku memiliki perasaan yang rumit." Gumam laki-laki itu lagi lalu menghela nafasnya.
...****************...
__ADS_1
Hy guys,siapa ya kira-kira laki-laki itu?yang pasti aku mau bikin konflik lagi.Tapi Nicolette sama Luzio lagi bahagia jadi ngga tega mau bikin konflik 🤧
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN DAN TERIMAKASIH JUGA BUAT YANG UDAH NUNGGUIN AKU UP TIAP HARI 💜