
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,kini usia Kandis Nicolette sudah masuk minggu ke enam belas.Ia sudah jarang mengalami morning sickness,namun jika sudah mengalaminya maka ia benar-benar akan terkapar di kasur.
Siang ini Nicolette berencana ke kafe langganannya.Ia ada janji untuk sekedar ngobrol dengan teman-temannya.Sudah lama ia tidak bertemu dengan Anna dkk.
Susah payah ia membujuk suaminya agar mengizinkannya untuk ke kafe.Akhirnya sang suami memberi izin setelah di ancam tidak di beri jatah jika tidak di izinkan ke kafe.Namun tetap saja,suaminya memerintahkan empat orang bodyguard untuk mengawalnya.
......................
Kafe Purple...
Tampak Nicolette dan kawan-kawannya sudah duduk dengan beberapa makanan dan minuman tersaji di meja tepat di depan mereka.
"Uh sudah lama sekali kita tidak hangout seperti ini." Ujar Anna.
"Iya,terakhir kita hangout beberapa bulan lalu saat Nicolette masih di perbolehkan kuliah di kampusnya." Laura ikut menimpali.
Ia tersenyum,lalu "Maaf ya,aku tidak bisa sering-sering berkumpul dengan kalian.Ya kalian tau sendiri kan bagaimana Luzio?lihat saja ia bahkan mengirimkan bodyguardnya untuk mengawal ku."
"Iya,tak apa kami paham." Ujar Laura.
"Setidaknya kau ada alasan dan jelas,dari pada Kim.Ia sering menghilang entah kemana." Tambah Anna.
"Bernar juga,tapi kenapa Kim sering sekali absen saat kita mengadakan pertemuan ya?." Tanya Charlie.Yang lain pun menyadari jika Kim memang sudah jarang berkumpul dengan mereka.
"Mungkin dia sibuk." Jawab Nicolette.
Sebenarnya ia tau kemana sahabatnya yang satu itu.Tentu saja ia sedang bekerja.Semenjak banyak kejadian yang menimpanya,Kim sebagai hacker dan mata-mata Luzio harus bekerja lebih ekstra lagi.Tentu saja teman-temannya yang lain belum ada yang tau jika Kim bekerja dengan Luzio.
"Sibuk apa dia sampai-sampai sering absen di pertemuan kita?."Tanya Lova.Ia yang dari tadi diam kini ikut bersuara.
"Mungkin ia sibuk mencari jodoh." Celutuk Anna lagi.
"Karena dia tidak datang,aku merasa paling cantik di sini." Ujar Charlie dan yang lain tertawa mendengar ucapan Charlie.
"Oh ya Nic,bagaimana keponakan kami?dia sehat bukan?" Tanya Anna sambil mengusap perutnya.
Nicolette tersenyum lalu berkata,"Ia dia sehat,kemarin baru saja USG."
"Nanti kalau dia sudah lahir,aku akan menggendongnya sepuasnya.Boleh kan Nic?" Tanya Lova.
"Boleh, kalian semua boleh menggendongnya.Aku akan mengundang kalian saat pesta pemberian namanya nanti." Ucap Nicolette lagi.
"Kami pasti akan datang Nic.Ah bahkan akupun tidak sabar menunggu keponakan ku lahir." Ujar Laura antusias.
Nicolette tersenyum,hatinya menghangat mendengar bahwa semua teman-teman menyayangi anaknya yang bahkan belum lahir ini.
Mereka terus mengobrol dan kadang di selingi canda tawa sambil sesekali menikmati menu yang mereka pesan.
......................
Sementara di meja seberang sana,tampak seseorang sedang mengawasi pergerakan Nicolette.Entah ia orang baik atau jahat.Sorot matanya pun tidak bisa diartikan.
__ADS_1
Ia hanya memandang ke arah Nicolette sambil sesekali meminum kopinya.
......................
Acara pertemuan mereka sudah selesai.Mereka pulang.Sebelum pulang mereka saling peluk dan cium.Tapi tidak dengan Charlie.Ia tidak berani memeluk apa lagi mencium Nicolette.Ia tahu nyawanya pasti akan berakhir di tangan sang suami jika itu sampai terjadi mengingat betapa posesifnya sang suami.Charlie hanya melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
"Antar aku ke mall dulu ya,aku ingin makan ramen yang di situ." Ujar Nicolette kepada bodyguardnya setelah mereka masuk mobil.
"Dan aku sudah izin dengan Luzio." Tambah Nicolette lagi.Ia paham betul jika bodyguardnya itu tidak akan mau mengantar ia kemana-mana tanpa izin sang suami.
"Baik nyonya,ucap sang bodyguard.
Nicolette satu mobil dengan seorang bodyguard yang merangkap sebagai driver,sedang dua orang lainnya naik mobil satunya dan mengawal mereka dari belakang.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang,tentu saja itu sesuai perintah Luzio.Ia melarang siapapun yang menjadi Drivernya untuk mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Setelah ia mengandung, suaminya semakin overprotektif dan posesif.
Lima belas menit kemudian Nicolette sampai di sebuah mall terbesar di kotanya.Ia langsung menuju restoran ramen di sana.
Saat ia sedang menunggu hidangannya datang,matanya menangkap sosok lelaki yang begitu ia kenal.
"Hai,Dante." Sapa Nicolette.
Yang di panggil pun menoleh kearahnya dan hendak mendekat namun di hadang oleh bodyguardnya.
"Biarkan saja,ia teman ku." Ujarnya dan para bodyguardnya pun langsung minggir.
"Hai Nic,sudah lama kita tidak bertemu ya.Bagaimana kalau kau aku teraktir?" Tawar Dante.
Dante lalu duduk di kursi tepat di hadapan Nicolette.Tak berselang lama pesan mereka sudah tiba.
Nicolette makan dengan lahap bersama Dante.Sementara sang bodyguard tengah cemas.Mereka khawatir jika Luzio tau.
"Oh iya,selama ini kau kemana saja Nic,kau cuti kuliah atau bagaikan?" Tanya Dante di sela-sela makan mereka.
"Aku kuliah dari rumah." Jawabnya santai.
"Ha?kenapa Nic? Pasti tuan Luzio ya yang melarang mu ke kampus?"
"Iya,karena aku sedang hamil jadi aku tidak di perbolehkan kemana-mana.Kau tau kan suamiku seperti apa.Bahkan ia pernah memukul mu." Ujar Nicolette lagi.
Dante tersenyum mendengar penuturannya.
"Ah iya aku ingat.Tapi wajar Nic,tandanya dia sayang padamu.Kau lihat sendiri kan ia bahkan menyuruh bodyguard untuk mengawal mu."
"Ya mau bagaimana lagi.Aku harus jadi istri yang baik dan penurut." Ujar Nicolette lalu menyumpit mie ramennya yang kenyal dan lezat itu.
Setelah usai makan,Dante membayar makanan mereka dan lalu Nicolette pamit pulang.
"Terimakasih sudah meneraktir ku,Dante.Aku pamit dulu,aku harus pulang." Nicolette pun berlalu tapi langsung di cegah Dante.
"Eh tunggu Nic.Ini untuk mu."
__ADS_1
"Apa ini?Wah terimakasih ya." balas Nicolette sambil tersenyum.
"Itu cookies kesukaan mu."
Setelah itu Nicolette pun pulang,ia berlalu meninggalkan Dante yang masih dalam pesona karena senyumannya.
......................
Nicolette saat ini sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke mansion.
Nada smartphonenya berdering,ia melihat buru-buru mengusap layar setelah tahu siapa yang menelepon.
"Halo Zi,ada apa?." Tanyanya setelah panggilan terhubung.
"Kau senang sekali memancing amarahku ya sayang." Ucapan Luzio dari seberang sana berhasil membuat Nicolette gelisah.
Ah iya,ia lupa bahwa Luzio pasti sudah tahu bahwa tadi ia makan bersama Dante.Bisa-bisanya Nicolette melupakan bahwa suaminya mengawasinya kemanapun dan kapanpun.Ia terdiam dan meneguk salivanya.
"Berani sekali kau makan bersama dan tersenyum dengan laki-laki lain." Tambah Luzio lagi yang membuat ia semakin takut.
"A,aku hanya makan ramen Zi dan tidak sengaja bertemu dia."Ia berusaha menjelaskan agar suaminya itu tidak salah paham.
"Hentikan sayang,mungkin aku memang perlu membunuh bastard tersebut agar kalian tidak lagi bisa bertemu."
"Zi,tolong jangan libatkan orang lain hanya karena rasa posesif mu yang gila itu!" Ia langsung emosi saat mendengar ucapan suaminya barusan.
"Bahkan kau sekarang membelanya.Bagus sekali sayang.Cepat pulang ke mansion,aku menunggumu!."
Klik.
Panggilan telpon di tutup sepihak oleh suaminya.Saat ini pikiran Nicolette campur aduk.Ia tahu suaminya pasti akan sangat marah dengannya,meskipun ia dan Dante hanya sekedar makan saja.
Perasaan takut kini perlahan berubah menjadi gelisah,entah kenapa tapi ia mempunyai firasat tidak baik.Ia merasa akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi dengannya.
Ia berusaha menetralkan perasaan itu dengan meminum sebotol kecil air mineral yang sudah tersedia di dalam mobil tersebut.
......................
Sementara itu,tampak seorang lelaki tengah sibuk menelpon seseorang.
"Lakukan saja sesuai dengan perintah ku." Ia tampak sedang memerintahkan seseorang untuk berbuat jahat.
Seringai tajam terukir di wajahnya.
"Kakak ku pasti akan senang setelah mendengar kabar keberhasilan ku." Gumamnya pelan.
...****************...
Andai tiap hari bisa konsisten up jam segini,tapi ngga bisa soalnya beberapa bulan kedepan Author agak sibuk🙏 Terimakasih banyak buat kalian yang selalu dukung author.Terus dukung author ya karena kalianlah penyemangat biar bisa up tiap hari.
ILY SEMUANYA 💜
__ADS_1