
Sudah 5 hari Nicolette di rawat dan hari ini dia sudah boleh pulang.Suaminya sedang membereskan barang-barangnya.
"Ayo sayang." Ajak sang suami sambil merangkul pinggangnya.Sementara Benvolio berjalan di belakang mereka sambil membawa barang-barang.
Tak butuh waktu lama,mereka sudah memasuki mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota.Kebetulan cuaca hari ini juga sedang cerah.Sinar matahari menyinari bumi seolah ikut senang atas kepulangan Nicolette.
"Apa kau ingin makan di luar sayang?." Tanya Luzio.
"Em,tidak.Aku ingin bubur ayam jagung buatan Ashley." jawabnya.
"Itu sangat lezat,jagung manis,daging ayam cincang yang di padukan dengan sayuran cincang dan kaldu ayam yang kental,uh bukanlah itu lezat?." Lanjutnya lagi sambil memejamkan mata membayangkan betapa lezat dari rasa makanan tersebut.
Tiba-tiba,Cup!..
Luzio mendaratkak kecupan singkat di bibirnya.Tentu saja wajah Nicolette sedang merona karena malu.Apa lagi saat Nicolette melirik ke arah kaca spion, Benvolio sedang mengilum senyumnya.
"Zi,kau ini apa-apaan.Ada Ben."
"Ben,kau tidak melihat apa-apa kan?." Tanya Luzio dengan nada datarnya.
"Tidak." Jawab Benvolio singkat.
"Kau dengar sayang,Ben tidak melihatnya."
"Is kau ini!." Ia lalu mencubit perut sang suami sehingga empunya mengaduh kesakitan.
Beberapa puluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di mansion.Kepulangan Nicolette di sambut oleh para maid dan pekerja lainnya di sana.Nicolette tersenyum ramah kepada mereka.
......................
Ruang makan...
Mata Nicolette berbinar menatap menu yang tersaji di meja.Bubur ayam jagung yang ia impikan sudah tersaji.Ia makan dengan lahap.
"Pelan-pelan sayang nanti tersedak." Ujar sang suami seraya mengusap bibirnya yang belepotan.
"Ini enak sekali Zi." Jawabnya lalu kembali menyendok buburnya.
"Kau suka?.Aku akan meminta mereka untuk memasakkan ini tiap hari."
"Hem,aku sangat suka."
Nicolette lanjut makan lagi sampai buburnya habis tak tersisa.Setelah itu Luzio mengajaknya kembali ke kamar.
......................
__ADS_1
Di kamar utama..
Mereka sedang duduk di sofa sambil menonton film.Nicolette sedang menyadar di bahu Luzio dan tangan Luzio merangkulnya.
"Sayang,ingat kata dokter Bryan selama empat minggu kedepan kau tidak boleh mengerjakan hal yang berat-berat dulu, jahitan mu belum kering.Aku tidak mau kau kenapa-kenapa.Sudah cukup kemarin kau membuat ku hampir kehilangan separuh nyawaku.Aku sungguh takut kau pergi." Ujar sang suami.
Nicolette menatap wajah suaminya itu.Matanya sudah berkaca-kaca.
"Maaf ya Zi,aku gagal menjaganya dengan baik.Andai aku kuat,pasti dia masih ada di sini." Ujarnya sambil memegangi perutnya dan terisak.
Melihat itu,suaminya memeluknya erat.
"Sayang jangan menangis,ini bukan salahmu.Kau sudah sangat baik menjaganya hanya saja tuhan lebih menyayanginya.Kau adalah ibu dan istri yang terbaik jadi berhentilah menangis."
Nicolette terus menangis di pelukan suami.Begitu menyedihkan harus kehilangan sesuatu yang bahkan ia belum sempat melihatnya.
"Kau tidak boleh terus seperti ini sayang,ayo bangkit.Kau harus semangat.Kedepannya tuhan pasti akan memberikan kita lagi."Tutur suaminya lagi sambil membelai rambutnya.
Namun Nicolette tetap saja menangis.Luzio akhirnya membiarkannya menumpahkan segala kesedihan.Ia terus menangis di pelukannya hingga tertidur.
......................
Keesokan harinya...
Hari ini Luzio cuti karena ingin mengajak Nicolette jalan-jalan.Luzio ingin hanya berdua saja dengan Nicolette tanpa bodyguard.Namun,Luzio tetap menyelipkan pistol revolver untuk berjaga-jaga jika suatu waktu mereka dalam bahaya.
"Kau siap sayang?.Kita akan naik roller coaster tertinggi di negara ini." Ujar Luzio setelah membeli dua tiket.
"Tentu,sudah lama aku tidak kesini.Terakhir kali beberapa bulan lalu itupun sebelum aku jadi istrimu." Ujar Nicolette antusias.
Mereka lalu menaiki roller coaster.
Ada alasan tersendiri kenapa Luzio mengajak Nicolette jalan-jalan.Ia ingin agar istrinya bisa melupakan hal yang sudah terjadi.Meskipun itu mustahil tapi setidaknya ia berharap istrinya itu tidak terlalu bersedih.
Selesai mencoba beberapa wahana,Luzio melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul satu siang.
"Sayang,ayo kita makan dulu.Kau pasti lapar kan?" ajaknya kepada Nicolette.
Nicolette mengangguk.Mereka berjalan menuju sebuah restoran mewah yang ada di dalam taman hiburan tersebut.
Setelah makan mereka lanjut untuk mencoba beberapa wahana permainan lainnya.
......................
Tak terasa malam telah tiba.Sepasang suami istri itu kini sedang di dalam perjalanan untuk pulang.Mereka sudah puas berjalan-jalan dan sebelum pulang Luzio menyempatkan untuk mengajak istrinya berbelanja beberapa pakaian dan,ya beberapa karakter Avengers limited edition kesukaan Nicolette.
Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai di mansion dan mereka segera turun.
__ADS_1
"Kau lelah Hem?." tanya Luzio kepada istrinya sambil berjalan menuju kamar.
Nicolette menggeleng sambil tersenyum membuat Luzio gemas ingin mengigit pipi istrinya itu.
Sampai di kamar mereka langsung membersihkan diri.Setelah itu seperti biasa mereka bersantai di balkon.
Luzio menikmati segelas Vodka sementara Nicolette menikmati susu stroberi kesukaannya.Mereka duduk di balkon sambil menikmati angin malam dan pemandangan dari atas balkon.
Nicolette menggenggam tangan suaminya secara tiba-tiba, tentu saja Luzio kaget dan langsung menaruh gelas Vodka miliknya ke meja.
"Zi,aku minta maaf jika aku sudah mengecewakan mu.Kita gagal jadi orang tua,padahal aku tau kau sangat menginginkannya lahir dan tumbuh sehat.Aku merasa gagal menjadi seorang istri.Dan terimakasih kau telah berusaha menghibur ku agar aku tidak terlalu bersedih atas kejadian kemarin" Ucap Nicolette seraya membendung air matanya.Ia tidak mau menangis dan membuat suaminya itu khawatir.
Luzio lalu menangkup pipinya lalu berkata,"Hei sayang, berhentilah merasa bahwa kau gagal menjadi istri.Bagiku kau segalanya dan sudah lebih dari cukup.Sudah ku bilang kau tidak salah hanya saja tuhan lebih sayang padanya.Berhentilah bersedih,ketika kau menangis hatiku terluka sayang." Suamiku itu lalu membawanya kedalam pelukan hangatnya.
"Mari kita menata ulang kembali,aku harap kedepannya kau tidak bersedih lagi.Kau boleh mengingatnya tapi tidak boleh mengisinya sayang,dia juga pasti sedih di sana jika tau mommynya terus bersedih seperti ini."
Nicolette diam,iya merasa begitu beruntung memiliki suami seperti Luzio.
"Ah iya,aku tidak boleh terus bersedih seperti ini.Aku harus bangkit." Ujarnya bersemangat.
Luzio tersenyum lalu mengecup keningnya dan berkata,"Nah seperti itu sayang,kau harus jadi wanita kuat." Ujar suaminya lagi.
Mereka saling berpelukan hingga beberapa saat.Dan ketika mereka mulai mengantuk,mereka masuk ke dalam untuk tidur.Besok Luzio ada jadwal pertemuan dengan beberapa perusahaan.
......................
Di mansion ke dua keluarga Mateo.
Tampak tuan Mateo sedang berdiri di balkon memandang ke arah luar jauh di sana yang menyajikan pemandangan khas malam hari.Ia meneguk anggurnya.
"Ah mungkin besok aku perlu menghibur Nicolette,ia pasti sangat sedih." Gumamnya pelan.
Tuan Mateo sedang memikirkan cucu menantunya itu.Bagaimapun ia juga sangat menyayangi istri dari cucunya itu.Meskipun ia juga sebenarnya sedih tapi ia tidak mau memperlihatkannya.Ia khawatir Nicolette akan rapuh jika melihat orang di sekelilingnya ikut bersedih.
......................
Di suatu tempat yang tampak seperti sebuah rumah bergaya Eropa klasik,tampaklah seorang lelaki sedang duduk di kursi.
"Ah iya,entah kenapa semakin hari aku semakin tertarik dengan mu.Meskipun kau sudah memiliki suami,tidak ada salahnya bukan mencoba mendapatkan mu." Seringai lelaki itu sambil memandangi sebuah foto di ponselnya yang tidak lain adalah foto Nicolette.
"Pertemuan yang tidak terduga membuat aku seperti akan melenceng dari rencana awalku.Uh menarik sekali,kenapa orang secantik dirimu harus bersuami seperti si bereng-sek itu.Bukankah kau lebih cocok dengan ku?." Ujarnya lagi.Ia tampak gila sekarang karena terus mengobrol dengan foto Nicolette
Lelaki itu kemudian meletakkan ponselnya ke meja dan kembali menyesap sebatang nikotin yang terus terjepit di sela jari jemarinya.Entah apa yang ia pikirkan tapi intinya dia sangat ingin menemui Nicolette dan mungkin ia juga terobsesi dengan istri mafia gila itu.
Ia bahkan membatalkan jadwalnya agar besok bisa bertemu dengan Nicolette.Ia tau besok adalah hari sabtu di mana gadis itu akan ke mall untuk berbelanja camilan.Ia tahu kebiasaan Nicolette karena sebelumnya ia telah menguntit gadis itu.
...*************...
__ADS_1
Halo guys,maaf kemarin author ngga up karena lagi kurang fit.Terimakasih buat yang udah nunggu dan baca karya aku.ILY semuanya 💜