My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 37 (Masih Teka-teki)


__ADS_3

Mansion keluarga Mateo.


Luzio membawa Nicolette ke kamar mereka.Ia membaringkan Nicolette perlahan di ranjang mereka.


"Aku kenapa hem?mana yang sakit?." Tanya Luzio.


"Aku hanya sedikit pusing saja, tadi setelah aku minum wine aku tiba-tiba seperti ini dan muntah lumayan banyak." Tuturnya kepada sang suami.


"Apa?! Wine!? Aku takut kau keracunan sayang.Aku akan menelpon dokter Bryan sekarang juga." Ucap Luzio panik.


Melihat suaminya yang panik, Nicolette langsung menggenggam tangan suaminya itu.


"Hei,lihat aku tidak kenapa-kenapa.Ini mungkin karena aku kelelahan dan sering tidur larut malam.Mungkin aku masuk angin."


"Tapi sayang, akhir-akhir ini kau sering terlihat pucat.Aku takut kau kenapa-kenapa." Ucap Luzio lagi.


"Tidak,percayalah padaku."


Akhirnya Luzio memilih mengiyakan kemauan istrinya itu.


Nicolette di beri Vitamin dan pereda pusing oleh Luzio.Setelah meminum itu, Nicolette pergi mengganti pakaiannya lalu bergegas tidur di pelukan sang suami.


......................


Di suatu tempat.


Tampak Kim tengah berkutat dengan beberapa monitor.Ia sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh bosnya.


"Bagaimana hasilnya Kim?." Tanya Benvolio.


"Sampai saat ini Mr.X (sebutan untuk musuh Luzio) masih belum keluar dari persembunyiannya.Ia terus mengirim orang alih-alih dia." Jelas Kim kepada atasannya itu.


"Namun,perihal kekurangan Dominic ada satu anggota keluarganya yang keberadaannya tidak diketahui dan di duga melakukan operasi plastik." Tambahnya lagi.


Benvolio terus berpikir,kenapa menemukan orang satu ini sangat sulit sekali.Bahkan sudah dua kali ia mengecoh.


"Baiklah Kim,terus awasi orang yang menurutmu mencurigakan." Ia lalu pergi meninggalkannya Benvolio.


......................


Keesokan harinya,Di kampus.


Nicolette sedang berada di perpustakaan kampus,temannya yang lain sudah pulang karena ada beberapa urusan.Dan entah kenapa suana perpustakaan agak sepi,hanya ada beberapa orang saja.


Ia membaca beberapa buku botani untuk materi skripsinya.Sebentar lagi ia akan rampung menyusun skripsinya itu.


"Nic,Awas!." Teriak seorang laki-laki sambil mendorong tubuh ke kanan.Nicolette nyaris saja terkena panah jarum.


"Kau tidak apa-apa?." Tanya laki-laki itu panik yang ternyata adalah Dante.


Nicolette terkejut dan terdiam.Ia berusaha mencerna apa yang barusan terjadi.


Setelah membantu Nicolette berdiri,ia kemudian mencabut jarum yang tertancap di rak buku.Jarum itu lumayan besar.Dante mencabutnya kemudian mencium jarum tersebut.

__ADS_1


"Sial!.Ini jarum beracun arsenik!." ujar Dante.


"Terimakasih kau sudah menolong ku.Tapi,siapa yang menembakan jarum ini?" ujar Nicolette bingung.


Sementara di markas Black Devil....


Kim baru saja mendeteksi Mr.X di kampus yang sama dengan Nicolette.Setelah ia menghubungi mata-mata,mereka melaporkan kejadian yang di alami Nicolette.Kemudian ia menghubungi Benvolio.


"Kalian terus awasi area di sekitar sana.Aku kan menjemput nyonya." Ujar Benvolio lagi,kemudian ia bergegas pergi menjemput nyonyanya itu.


Di perpustakaan tampak Nicolette terdiam,ia sedang memikirkan kenapa setiap akan ada bahaya selalu Dante yang muncul.Namun ia tidak mau berpikiran negatif terhadap temannya itu mengingat selama ini Dante selalu bersikap baik dan tidak mencurigakan.


Sementara Dante,ia malah sibuk memandanginya dengan lekat.Ia telah terpesona dengan kecantikan dan kemanisan gadis itu.


"Nyonya,mari pulang." Ajak Benvolio tiba-tiba dan membuyarkan lamunannya.


"Oh,hai Ben,baiklah aku akan pulang."


"Aku pulang dulu ya,Dante." Ucapnya seraya tersenyum kepada Dante.


Sementara Benvolio menatap curiga teman nyonyanya itu karena tatapan Dante kepada Nicolette seperti tatapan seorang lelaki yang tengah menatap pujaan hatinya.


Benvoliopun membawa Nyonyanya itu ke mansion utama.


......................


Kantor pusat Mateo Group...


Luzio sedang membaca data yang baru saja di kirimkan Kim lewat laptopnya.Ia membaca semuanya dengan teliti.


Ia begitu khawatir dengan istrinya itu,terlebih lagi setelah ia tahu kabar bahwa Nicolette mendapatkan penyerangan tiba-tiba di perpustakaan.Ia tidak mungkin menambah bodyguard lagi mengingat Nicolette tidak nyaman dengan itu.


Ia menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.Ia menghembuskan nafas kasar.Ia memejamkan mata,banyak sekali yang harus ia pikirkan.


Nada dering smartphonenya membuyarkan lamunannya.Ternyata itu adalah sebuah panggilan dari Kim.


"Ya,Kim.Ada apa?." Tanya Luzio setelah mengangkat panggilan dari Kim.


"Bos,aku ingin melapor hasil analisis jarum beracun yang hampir mengenai Nyonya tadi.Datanya sudah saya kirimkan kepada anda Bos." Tutur Kim dari seberang sana.


"Baiklah,Kim.Saya akan membacanya." Jawab Luzio lalu mematikan panggilan telpon.


Jarum itu memiliki racun arsenik di dalamnya,yang jika menembus kulit seseorang jarum itu akan melepaskan peluru berupa kapsul kecil dan akan masuk menyebarkan racun arsenik tersebut.Dosisnya tidak mematikan,namun akan melumpuhkan target beberapa jam.Dari sini bisa di simpulkan bahwa ada seseorang yang ingin menculik istrinya lagi.Jika ia berniat membunuhnya,sudah pasti dosisnya lebih banyak.


Luzio benar-benar bingung sekaligus heran.Bagaimana bisa musuhnya berpikir bisa menculik Nicolette di area perpustakaan yang ramai pengunjung.Kemudian ia berusaha menelpon Benvolio.


"Ben,apa istriku aman?."Ucapnya pertama kali setelah panggilan tersambung.


"Aman,Bro.Ia saat ini sedang makan siang.Ada apa bro?."


"Aku ingin membahas masalah usaha penyerangan Nicolette tadi.Apakah posisi perpustakaan sepi?."


"Menurut hasil pengamatan mata-mata,mereka bilang kondisi perpustakaan memang agak sepi,karena di seberang jalan di area luar kampus ada yang mengadakan bazar,sehingga para mahasiswa banyak yang berkunjung kesana." Jelasnya kepada bosnya itu.

__ADS_1


"Ben,apakah semua ini kebetulan atau rekayasa?."


"Belum bisa di pastikan.Kim sedang menyelidikinya,Bro." Ujarnya lagi.


"Oke baiklah,setelah selesai nanti langsung saja berikan padaku."


"Baik,Bos." Kim lalu mematikan panggilannya.


Luzio melirik jam tangannya.Ternyata waktu sudah menunjukkan hampir pukul enam sore.Ia bergegas menutup laptopnya dan membereskan beberapa berkasnya lalu pulang.


......................


Di mansion keluarga Mateo.


Nicolette sedang duduk di belakang mansion sambil di temani Benvolio.Entah kenapa ia tiba-tiba ingin meminum teh bersama sahabat suaminya itu.Tapi dengan posisi duduk berdekatan tanpa pembatas apapun.


"Nyonya,aku pergi ya.Akan menjadi masalah jika nanti tuan melihat saya duduk bersama anda.?" Ujar Benvolio.Ia takut tuannya akan memenggal kepalanya.Ia paham betul tuannya itu sangat posesif.


"Kau takut dengan om-om itu?Hahahahah.Ben,Ben.Aku tidak perlu takut,lagi pula aku yang meminta kau untuk menemani aku." Ujar Nicolette santai.


Benvoliopun hanya diam sambil sesekali menoleh kearah pintu,ia takut jika tuannya itu tiba-tiba saja datang dan langsung menebas kepalanya.


"Ben,kau sudah bosan hidup ya." Terdengar suara orang yang paling menyeramkan jika sudah marah.Orang itu tentu saja Luzio.Ia berjalan ke arah mereka sambil menatap tajam Benvolio.


Benvoliopun refleks berdiri lalu berkata,"Maaf tuan,aku tidak bermak........." Benvolio belum selesai bicara,namun sudah di potong oleh Nicolette.


"Apa!?.Kau akan memarahinya?!.Aku yang meminta dia menemaniku minum teh." Ujar Nicolette sambil menatap kesal ke arah suaminya itu.


"Tapi sayang,aku tidak boleh dekat dengan laki-laki lain selain aku." Kini sifat galak Luzio berubah menjadi seperti seekor kucing.


Melihat kejadian itu, Benvolio pun menahan tawanya.


"Ben,berani kau tertawa!.Gajimu ku potong."


"Tidak tuan,maaf saya permisi sebentar." Tutur Benvolio lalu pergi.


" Berani kau memotong gaji Ben,tidak ada jatah membuat junior Luzio selama 1 bulan!" Ancam Nicolette dan berhasil membuat Luzio mengalah.


Kemudian seorang maid menghampiri mereka.


"Maaf tuan,nyonya.Di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan." Ujar maid itu.


"Siapa dia?."


"Tidak tahu tuan,tapi dia bilang dia ingin dan harus bertemu dengan tuan dan ia memaksa masuk.Dia berada di ruang depan tuan.." Ujar maid itu lagi.


Luzio dan Nicolette pun ke ruang depan.Nicolette berpikir orang gila mana yang berani menerobos masuk ke mansion keluarga Mateo.


Setelah sampai di ruang depan,Nicolette terkejut melihat siapa yang datang.Wajahnya langsung berubah dan matanya memerah.


...****************...


Segini dulu ya guys,lanjut besok.Jangan lupa tinggalkan jejak kalian🤗

__ADS_1


Vi amo tutti💜


__ADS_2