
"Sebenarnya kedatangan kami kemari........"
"Sebenarnya kedatangan kami kemari tidak ada apa-apa mi." Ujar Nicolette berbohong.
"Luzio akan pergi keluar negeri untuk urusan bisnis,aku tidak bisa ikut dan aku juga tidak ingin di tinggal.Karena itu aku menangis dan memutuskan untuk tinggal di sini sementara waktu sampai ia kembali.Jika aku di mansion maka aku akan terus bersedih melihat bayangan kami di setiap sudut mansion Mateo." Lanjutnya lagi.
Luzio terdiam,ia merasa sangat bersalah kepada istri itu.
"Benar begitu,Luzio?!" Tanya ayah mertuanya.
"Em,iya Pi,benar.Aku menitipkan Nicolette di sini agar ia lebih merasa nyaman.Aku takut saat aku tidak ada musuh akan menyerbu mansion ku."
"Ya sudah kalau begitu,Papi kira kalian ada apa."
"Syukurlah,mami lega jika karena itu Nicolette sampai menangis.Ah maklum pengantin baru memang selalu ingin bersama." Ucap maminya seraya tersenyum.
Selang beberapa lama kemudian,Luzio pamit pulang.Dengan berat hati ini terpaksa berjauhan dengan istrinya itu.
......................
Keesokan harinya,di kantor pusat Mateo Group.
Luzio menjadi tidak konsen bekerja,bahkan ia sampai meluapkan amarahnya kepada pegawainya.Ia benar-benar kesal sekali dan terus memikirkan Nicolette.
"Hei,Bro.Kau kenapa? Kenapa kau malah menandatangi surat jual beli,padahal aku meminta surat perjanjian." Ujar Benvolio yang tiba-tiba datang,lalu menyerahkan dokumen yang salah ke pada Luzio.
"Oh,apa iya?.Maaf Ben,aku begitu pusing sekarang." Ujarnya sambil menerima dokumen tersebut lalu meletakkan di mejanya.
"Ada apa,kau tidak biasanya seperti ini?apa ada hubungannya dengan Nyonya Nicolette yang tiba-tiba menginap di mansion Nicole?."
Luzio kemudian berdiri dan memandang ke arah luar jendela.Ia menghembuskan nafas kasar.
"Aku ingin bercerita dengan mu Ben."
Lalu ia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.Tampak raut wajahnya berubah menjadi penuh sesal dan amarah yang menjadi satu.
"Bodoh!.Bagaimana bisa seorang bos mafia sepertiku sebodoh itu! Kau seharusnya menyelidikinya dulu!." Benvolio sangat kesal dengan kebodohan sahabatnya itu.
"Oleh karena itu,aku minta kau selidiki kejadian di New York dan ini juga." Kemudian Luzio menyerahkan amplop yang berisikan hasil pemeriksaan dari sebuah rumah sakit yang menerangkan bahwa Ruby tengah mengandung.
"Baiklah,kau harus lebih berhati-hati dengan wanita ular itu Bro,ingat jika sampai keluarga Nicole tau bayangkan akan jadi apa kau."
Benvoliopun pergi meninggalkan sahabatnya itu.Ia juga merasa geram dengan Ruby.
......................
Di kampus.
"Nic,kenapa akhir-akhir ini kau kelihatan berbeda,terlebih lagi hari ini.Kau terlihat sedang bermasalah." Laura begitu penasaran dengan temannya itu.Ia juga khawatir.
"Ah entahlah,Ra.Aku tidak tau apakah aku harus bercerita kepada kalian atau tidak." Ujarnya lirih.Mata Nicolette tampak sedang membendung air matanya.
Charlie pun ikut bersuara,"Ceritakan saja.Kami teman mu Nic.Meskipun aku selalu membuatmu kesal tapi percayalah aku juga perduli padamu."
__ADS_1
"Jika ada apa-apa jangan kau pendam sendiri Nic,ayo cerita." Ujar Anna menimpali.
Nicolette menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu.Pertaahannya runtuh dan air matanya mengalir deras.
"Bereng-sek juga Luzio itu!" Geram Lova kesal sambil memeluk sahabatnya itu.
"Tenangkan dirimu Nic,aku akan mencoba membantumu." Kim pun ikut bersuara.Dalam hatinya ia kasian dengan Nicolette sekaligus kaget kenapa bosnya bisa sebodoh itu.
Nicolette mengusap air matanya.Ia lalu tersenyum.
"Tapi jika memang itu anak Luzio,aku akan melepaskannya.Aku tidak mungkin menjauhkan anak dari ayahnya bukan?lagi pula aku belum bisa memberikan Luzio keturunan."
"Apapun yang terbaik bagimu,kami mendukungnya Nic." Ujar Anna lagi.
......................
Sementara di kantor Mateo Group.
Tampak seorang wanita dengan pakaian glamor namun elegan lengkap dengan kaca mata dan tas jinjing merk terkenal sedang berlenggang berjalan menuju resepsionis.
"Tolong katakan pada Luzio,Ruby mengunjunginya." Titahnya kepada seorang resepsionis wanita di loby.
Resepsionis tersebut langsung menelpon atasannya itu.Tak berapa lama kemudian ia mengatakan bahwa Ruby di persilahkan masuk.
"Hai sayang!." Seru Ruby dengan nada yang menjijikan bagi Luzio.
"Ada apa kau kemari!."
"Jangan marah-marah sayang,aku hanya ingin kau menemaniku makan siang.Ini keinginan anak kita."
"Cih,dasar ular!.Tidak bisakah kau tidak menggangguku!?."
"Husst,jangan marah-marah."
"Jika itu bukan anakku,akan ku pastikan kau mati mengenaskan dan tidak akan pernah bertemu anakmu setelah ia lahir!."Ancam Luzio.
Sebenarnya di hati Ruby ia agak takut dengan ancaman Luzio, mengingat Luzio adalah CEO terkaya dengan kekuasaannya yang luas pasti sangat mudah untuk melenyapkannya.Namun,ia mencoba berpikir positif.
"Ini anakmu Zio,tega sekali kau." Ia kemudian berpura-pura menangis.
"Berhentilah bertingkah yang menjijikan atau ku suruh satpam menyeret mu keluar!."
"Aku akan berhenti,tapi kau harus temani aku makan siang."Ujarnya lagi.
Meski Luzio bersifat kejam,ia tidak bisa melihat wanita menangis apa lagi sedang mengandung anaknya meskipun ia belum yakin itu anaknya.Ia mengiyakan keinginan Ruby dengan berat hati dan terpaksa.
......................
Sementara di Markas Black Devil......
Kim sedang sibuk berkutat dengan monitornya.Ia mencoba mencari data.
"Nah,dapat!." Ujarnya setelah mendapatkan sebuah informasi.
__ADS_1
Surat keterangan rumah sakit yang di berikan Luzio di buat oleh seorang dokter yang tiba-tiba saja menghilang.Lalu Kim berusaha meretas data rumah sakit tersebut untuk informasi yang lebih akurat.
"Seperti wanita ular itu tidak tahu jika selain CEO,tuan Luzio juga adalah seorang bos Mafia.Tentu saja ia punya hacker handal." Ujarnya sambil tersenyum miring.
......................
Di sebuah restoran Jepang...
Nicolette tiba-tiba saja ingin makan ramen,ia mengajak teman-temannya untuk makan bersama.Kim tidak ikut karena ia berkata kepada mereka bahwa Kim di perintah ayahnya untuk menjemput kakaknya di bandara,padahal Kim sedang bekerja.Ya,tidak ada yang tau jika Kim adalah bawahan Luzio.
Nicolette makan dengan lahap,sampai tiba-tiba pandangannya menangkap sosok yang tidak asing baginya.Sorang lelaki dan wanita yang tengah menikmati makan siang bersama di meja di pojok restoran itu.
Tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja.Hatinya sangat sakit.Nafsu makannya pun menghilang.
Melihat Nicolette seperti itu, teman-temannya menjadi panik.
"Hei,Nic.Kau kenapa?."Tanya Anna.
"Aku,aku...hiks...hiks...." Nicolette tidak mampu berkata-kata dan hanya menangis.
"Bawa aku pergi dari sini." Ujar Nicolette kemudian.
Anna pun membawa Nicolette keluar di iringi yang lain.Dan Charlie pergi membayar makanan mereka
langkah,Laura terhenti kemudian ia memegang lengan Lova.
"Lova,mari kita beri pelajaran wanita setan itu!" Ujar Laura berapi-api.Ia melihat Luzio tengah makan dengan seorang wanita.Wanita tersebut menyandar manja kepada Luzio.Mereka tahu Nicolette menangis karena itu.
Byurr!!!
Jus yang di pesan Ruby di siramkan ke wajahnya oleh Laura.
"Hei kau wanita ular!.Kau tidak tahu malu merebut suami orang!" ujar Laura berapi-api.
Plak!
Sebuah tamparan dari Lova mendarat di wajah Luzio.
"Dan kau lelaki sialan,kau berani membuat temanku menangis!"
Mereka kemudian pergi meninggalkan Ruby dan Luzio.Mereka tidak perduli dengan semua mata yang mengarah kepada mereka.
Ruby yang mendapatkan perlakuan seperti itu berteriak kesal.
Sementara Luzio hanya bisa menahan amarahnya sambil menunduk,ia kemudian menyeret Ruby untuk keluar dari tempat itu.
Sementara Nicolette dan teman-temannya sudah berada di dalam mobil.Nicolette terus menangis di pelukan Anna.Hatinya benar-benar hancur.
Ia semakin terluka melihat kejadian di restoran barusan.Apakah iya harus benar-benar menyerah dengan semuanya?
...****************...
*Hola semuanya,apa kabar kalian?.Semoga kalian sehat selalu, terimakasih untuk yang sudah membaca cerita ini.Dukungan kalian penyemangatku🤗
__ADS_1
BORAHAE SEKEBON SEMUANYA 💜*