
Kini,suara decapan dua insan yang sedang bertaut lidah memenuhi kamar itu.
Tangan suaminya sudah menelusup di balik bajunya dan mere-mas lembut kedua benda bulat miliknya.Ia melenguh lirih.Tubuhnya semakin menggeliat tak karuan saat suaminya itu menyesap kedua benda miliknya.
Luzio lihai sekali memuaskannya.Kini tangannya berhasil masuk ke dalam bagian bawah sana.
"Ahhhh,zi.Uhh emmmph." ia hanya bisa mende-sah sambil mengigit bibir bawahnya itu.Tangan Luzio asik bermain di bawah sana dan yang satunya lagi memanjakan gundukan miliknya.Mulut Luzio dengan sangat ganas menyesap benda padatnya.
Pelan tapi pasti,kini dua insan itu sudah sama-sama tidak memakai sehelai benang pun.
Nicolette merasa sangat melayang sekarang.Luzio tengah menyesap lembut bagian tonjolan kecil di bawahnya sana,bahkan lidah liar suaminya itu ikut menerobos masuk.
"Ahhh,ahhh,uhhh,Zio.I wanna cum now" ucapnya terbata-bata.Ia akan mencapai puncak sekarang dan beberapa menit kemudian...
"Ahhhhhhhh!" sebuah erangan panjang karena ia sudah mencapai puncaknya.Kini ia sudah terkulai lemas.
"Kau curang sayang,milikku bahkan belum memasuki milikmu" Luzio tersenyum nakal sambil membaringkan kepalanya di perut istrinya itu.
Nicolette sudah berkeringat dan hujan di luar sana menambah kesan nik-mat suana percintaan mereka.
Setelah nafasnya teratur,suaminya itu kembali beraksi.Jari suaminya itu sudah maju mundur di bawah sana.
Lalu ia bangkit dan merubah posisi menjadi ia yang menduduki Luzio.
"Biar aku saja yang memuaskanmu kali ini"
Entah ia kerasukan apa sehingga ia menjadi sangat liar sekali.Ia menyesap pucuk milik suaminya itu dan memaju mundurkan kepalanya.
"Ohhh,yeahhh,yes baby.Ahhh like this." Rancau Luzio.Ia menikmati permainan mulut sang istri.
Setelah di rasa milik Luzio sudah sangat keras, Nicolette lalu memasukkannya dan mendudukinya.Ia menekannya dalam-dalam.
"Uh sayangh.Sejak kapan gadis manis ku ini berubah menjadi nakal seperti ini Hem?." Ucap Luzio sambil tersenyum.
"Shuuuut,nikmati saja Zio"
Lalu Nicolette naik turun dengan pelan.Mereka berdua mengerang kenikmatan.Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka.Apa lagi wajah Nicolette saat ini.Dengan rambut yang terurai ke samping,wajah yang cantik dan mata sayu semakin menambah hasrat Luzio.Lalu ia membalikkan tubuhnya agar berada di atas istrinya itu tanpa melepaskan miliknya.
Ia memompa pelan dan beritme.Tangan kanannya tak lupa memainkan benda bulat milik Nicolette dan ia menyesap bibir ceri milik istrinya itu sambil menautkan lidah.
Kamar itu kini di penuhi dengan suara erangan mereka berdua,bahkan suara hujan pun terkalahkan.Mereka berdua benar-benar di buat mabuk oleh percintaan mereka.
"Ahhhhhhhhhh" erangan panjang kembali terdengar.Mereka mencapai puncak.
Tubuh Luzio ambruk di samping tubuh istrinya itu.Nafas mereka tersengal-sengal.
__ADS_1
"Terimakasih sayang." ucap Luzio sambil mencium pipi istrinya itu lalu memeluknya.
"Kita istirahat dulu,lalu mandi ya?" Ujar Nicolette lirih.
"Iya sayang, istirahat lah.Pasti lelah sekali bukan?kau boleh tidur sepuasmu" ucap Luzio lagi.
Lalu Luzio memindahkan tubuh istrinya itu ke kasur dan ikut berbaring di samping istrinya.Nicolette mencium pipi suaminya itu dan menenggelamkan kepalanya ke dada bidang milik suaminya itu.Mereka kelelahan setelah dua jam lebih bercinta.
......................
Malam hari di mansion keluarga Mateo.
Jam dinding menunjukkan pukul tujuh malam.Mereka baru saja bangun dari tidur mereka.Tadi sore itu begitu melelahkan bagi mereka.
Setelah mereka membersihkan diri,mereka turun untuk makan malam.
Mereka terkejut terutama Nicolette saat melihat sosok yang kini tengah duduk di sofa ruang tengah.
"Bisa-bisa kalian membuat keponakan ku tanpa menutup pintu"Ucap lelaki itu yang tidak lain adalah Marcello.
Mereka berdua memang lupa menutup pintu kamar dengan rapat sehingga mungkin suara percintaan mereka terdengar dari tangga.
Wajah mereka berdua mendadak memerah karena malu.Luzio berdehem untuk menghilangkan rasa malu mereka.
"Hehehe,kakak ada apa kemari?" tanya Nicolette kepada kakaknya itu.
"Jadi kakak dari tadi sore!?." Nicolette terkejut, bisa-bisa kakaknya itu menunggu mereka selama itu.
"Ya!" jawabnya kesal.
"Kalau begitu lebih baik kita makan bersama saja.Kebetulan kami akan makan malam"Tawar Luzio kepada kakak iparnya itu.
Lalu mereka mengajak Marcello makan malam bersama.Selama makan malam mereka sama-sama diam.Nicolette dan Luzio terdiam karena malu.Bisa-bisanya mereka lupa menutup pintu.
Setelah makan malam selesai mereka duduk di ruang tengah.
"Sampaikan kepada mami, terimakasih cakenya ya kak."
"Hem!" jawab Marcello singkat.
"Maaf karena kami belum sempat mengunjungi mansion Nicole kak, akhir-akhir ini kami agak sibuk." Luzio berusaha menjelaskan kepada mereka akhir-akhir ini.
"Iya kak, sekarang aku sibuk menyusun skripsi dan Luzio terkadang harus terbang ke luar kota." Balas Nicolette.
"Ya aku mengerti itu,tidak apa-apa toh kalian bisa berjumpa mami dan papi lewat panggilan video"
__ADS_1
Mereka mengobrol banyak dan Marcello merasa sudah saatnya ia pulang.
"Aku pulang dulu,kalian berkunjung lah sesekali ke mansion Nicole.Mami dan papi merindukan kalian"
"Iya kak,kami akan segera berkunjung kesana"jawab Nicolette itu
"Hati-hati di jalan kak." Luzio dan Nicolette mengantarkan Marcello sampai ke depan mansion.
"Oh iya Zi,jangan panggil aku kakak.Meskipun sekarang kau adalah adik iparku tapi aku masih merasa aneh dengan panggilan itu.Kau cukup panggil aku bro saja"
"Ah baiklah kak,em maksudku bro" Ucap Luzio.Ia masih agak kaku dan butuh pembiasaan.
Mobil Marcello telah berlalu meninggalkan mansion mereka.
......................
Kamar utama mansion keluarga Mateo,
Mereka duduk di balkon sambil menikah wine.
"Baby,kau harus hati-hati lagi ya.Musuh ku kemungkinan seorang mahasiswa di kampusmu." Luzio membuka pembicaraan.
"Hah?bagaimana bisa" tanya Nicolette.Ia merasa heran dengan perkataan suaminya itu.
Lalu Luzio menceritakan semua dari A-Z.Ia bagitu takut jika istrinya itu kenapa-kenapa mengingat Nicolette pernah di culik ketika sedang di kampus.
"Iya Zi, aku akan berhati-hati lagi.Kau tidak usah khawatir ya" tutur Nicolette lembut sambil mengusap lembut pipi suaminya itu.
Kini Nicolette tau bahwa Luzio mengirimkan ia banyak bodyguard beberapa hari lalu karena musuh kian menggila.
"Mari kita tidur.Tidak baik kita tidur terlalu larut malam kecuali kita melakukan tanam benih"Ucapnya suaminya itu dengan nada menggoda.
"Ish, kau ini selalu saja begitu.!"
Nicolette tampak geram dengan suaminya itu.Entah kenapa suaminya itu seperti kelebihan hormon saja.Ia lalu berbaring di kasur,menarik selimut dengan kasar.
"Baby,kau ini kenapa sih?mood mu cepat sekali berubah." Tanya suaminya itu namun ia hanya diam saja.
Tubuhnya lelah,matanya pun sudah lelah dan sangat mengantuk.Ia lebih memilih mengabaikan suaminya itu dan tenggelam ke lautan mimpi.
Tak berapa lama Luzio mendengar dengkuran halu,rupanya istrinya itu sudah tertidur.Ia lalu mengecup kening istrinya, memeluknya dan ikut menyusul ke lautan mimpi.
......................
Hi everyone,! Have a nice day.Terimakasih sudah mampir jangan lupa dukung author terus ya🤗
__ADS_1
BORAHAE SEKEBON SEMUANYA 💜