
Keesokan harinya,di mansion keluarga Mateo....
Tampak Nicolette baru selesai sarapan dan langsung meminum susu ibu hamil yang sudah ia buat tadi.
"Ah,Luzio kenapa belum juga pulang ya?." Monolognya sendiri.Ia begitu merindukan aroma Luzio saat ini.
"Sayang,aku pulang!" Teriak sebuah suaranya dari arah pintu tengah.Ia menoleh dan langsung tersenyum.Ternyata suaminya pulang.
Mereka saling berlari dan berhambur,memeluk erat-erat seperti sepasang suami istri yang sudah terpisah bertahun-tahun.
"Ekhem!." Ujar Benvolio.Ia lalu pura-pura melihat ke arah lain.
Mereka asik berpelukan sampai melupakan bahwa di sana ada Benvolio yang masih single.
"Oh,Zi ada Ben di sini." Ia langsung malu menyadari ada Benvolio di ruangan itu.
"Tidak apa-apa.Lagi pula aku rindu padamu."
Setelah drama berpelukan tadi,kini mereka pindah ke belakang mansion.
"Ben,belikan aku buah jeruk Sunkist,apel Fuji, spaghetti carbonara,spaghetti brulee. Sekarang" Ujar sang suami tiba-tiba.
Nicolette mengernyitkan dahinya.Ia merasa heran dengan permintaan sang suami.
"Kau ingin itu semua Zi?."
"Iya,aku ingin sekali memakan itu."
Sementara Benvolio hanya bisa mengeluh dalam hati.Sejak kemarin sahabatnya itu memang suka sekali makan yang aneh-aneh.Ia pun segera pergi untuk membeli permintaan sahabatnya itu.
"Zi,tumben sekali kau ingin makan jeruk Sunkist,biasanya baunya pun kau tidak suka." Nicolette masih heran dengan permintaan suaminya itu.
"Aku hanya ingin saja sayang.Oh ya bagaimana Luzio junior,apa dia membuat mu pusing di pagi hari?." Tanya suaminya sambil mengelus perutnya.
"Tidak,entahlah sudah dua hari ini aku tidak pernah mual dan muntah di lagi hari."
"Pantas saja.Sepertinya rasa mual dan muntah mu berpindah padaku sayang." Ujar Luzio.
"Hah!? maksudmu?." Nicolette kembali terkejut dengan penuturan suaminya.
Luzio kemudian menceritakannya sindrom hamil simpatik yang tengah ia rasakan.Luzio juga menceritakan saat ia memaksa Benvolio untuk mengganti parfumnya karena ia sangat mual mencium bau parfum yang Benvolio pakai.
"Hahahaha." Tawa Nicolette seketika pecah.
"Kau ini Zi,kasian Ben kau buat seperti itu."
"Aku tidak mengerjainya sayang,tapi sungguh aku mual mencium bau parfumnya." Ujar Luzio.
Mereka terus bercengkrama dan kadang tertawa bersama.
......................
Di sebuah restoran mewah...
Benvolio sedang menunggu pesanan untuk bosnya di buat.Ia menunggu sambil memainkan smartphone miliknya.
__ADS_1
"Ah,tampak bahagia sekali mereka.Semoga sepulang dari sini aku bertemu jodohku juga." Gumam Benvolio dalam hatinya saat melihat postingan di media sosial yang menampilkan sebuah foto sepasang suami istri bersama seorang bayi perempuan di pantai.Ia tersenyum dan kemudian memberikan "suka" kepada postingan tersebut.
"Pesanan nomor 35,atas nama tuan Benvolio Zico!." Ucap seorang pegawai restoran.
Benvoliopun menghampirinya dan mengambil pesanan tersebut setelah membayarnya.
Benvolio melirik jam tangannya,ia agak terlambat sepuluh menit karena restoran sedang ramai.Ia berjalan tergesa-gesa menuju parkiran.
Bruk!.Ia menabrak tubuh seorang wanita tanpa sengaja.Untung tidak ada yang terluka dan makanan pesanan Luzio tidak jatuh.
"Maaf,aku tidak sengaja.Mari ku bantu." Benvolio mengulurkan tangannya,membantu wanita itu berdiri.
"Terimaka....Oh hai tuan Ben,masih ingat aku?." Tanya wanita itu yang tak lain adalah Laura sahabat Nicolette.
"Tentu saja aku masih ingat.Kau nona Laura bukan?".
"Iya,aku Laura.Sedang apa kau dia sini?." Tanya Laura lagi.
"Aku sedang membelikan suami sahabatmu makanan." Ucap Benvolio sambil menunjukan paper bag yang ia bawa.
"Baiklah,kalau begitu aku permisi dulu.Luzio sudah menunggu makanannya." Lalu Benvoliopun pergi setelah meninggalkan sebuah senyuman untuk Laura.
Laura terpaku mendapatkan senyuman dari Benvolio.Ia begitu terpesona dengan ketampanan Benvolio.
......................
Mansion utama keluarga Mateo...
Makan yang di pesan Luzio sudah di bawakan oleh Benvolio.Luzio hanya mencicipinya sedikit.
"Aku sudah tidak ingin lagi.Ben,kau habiskan ini ya.Ayo sayang kita ke kamar." Luzio dan Nicolette pergi ke kamar.
Sementara Benvolio sedang menatap sepasang suami-istri yang tengah berjalan ke arah kamar tersebut.Ia begitu kesal.
"Oh dewa Neptunus.Tidak bisakah manusia itu tidak menyusahkan aku satu hari saja." Ia mengeluh frustasi.
Benvolio benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa ia menghabiskan dua porsi makanan?.Bahkan ia tadi sudah sarapan.Akhirnya dengan terpaksa Benvolio memakan makanan tersebut.
Sementara di kamar, Nicolette dan Luzio tengah menonton drama korea yang berjudul "A Business Proposal". Nicolette yang memaksa sang suami untuk menemaninya menonton drama tersebut.Suaminya itu tidak suka menonton drama Korea yang terlalu romantis,bagi Luzio itu tidak ada di dunia nyata.
"Wah,tampan sekali Hyo Seop di drama ini." Ujar Nicolette antusias.
"Kau berani-beraninya memuji lelaki lain di hadapanku." Ujar Luzio kesal.
"Hussst,diamlah.Aku sedang menonton." Ujar Nicolette acuh sambil terus memandang ke arah TV.
Luzio tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah menyangkut perihal kesukaan istrinya.Ia akhirnya memilih diam dan mau tak mau ikut menonton juga.
Hingga tibalah di sebuah adegan pemeran mempresentasikan menu masakan buatannya.Luzio meneguk ludahnya.Jakunnya naik turun.
"Sayang,aku ingin ravioli kimchi.Soertinya rasanya juga enak." Suaminya itu.
Nicolette kembali di buat heran oleh Luzio.
"Itu mana ada di dunia nyata Zi,itu hanya ada di drama ini."
__ADS_1
"Aku tidak perduli aku tetap akan meminta koki untuk membuatnya.Kau tunggu sini ya sayang." Ujar sang suami lalu pergi ke luar.
......................
Di dapur mansion...
Luzio menghampiri koki pribadi mansion.
"Koki Leo,aku ingin makan ravioli kimchi.Buatkan segera!."
Mendapat titah dari Luzio,sang koki langsung gelagapan.Bagaimana bisa ravioli di campur kimchi? Ravioli adalah makanan khas Italia sedangkan kimchi adalah makanan Korea.
Namun karena profesional,sang koki tidak menolak.Ia segera mempersiapkan segala bahannya.Sang koki tidak mungkin menolak permintaan tuannya yang sudah mengajinya tiga kali lipat lebih banyak dari tempat lain dan juga memfasilitasi dirinya beserta anak istrinya.
Dengan cekatan sang koki memotong dan mengolah bahan-bahan,ia di bantu oleh beberapa maid di mansion tersebut.
tiga puluh menit menit telah berlalu,dan makanan pesanan tuannya tersebut sudah jadi.Koki Leo membuatkan dua porsi,siapa tahu Nyonyanya nanti juga ingin mencobanya.
Setelah di beritahu,Luzio dan Nicoletteopun ke ruang makan.
Luzio dan Nicolette menikmati makanan aneh permintaan suaminya tersebut.
"Em,ini enak sekali koki Leo,aku minta menu ini harus selalu ada ketika waktu makan."
"Benar koki Leo,ini rasanya lezat sekali." Nicolette menimpali.
Mendengar pujian dari tuan dan nyonyanya,sang koki merasa bangga.
"Terimakasih tuan dan nyonya atas pujiannya.Saya akan menyajikan ini setiap hari untuk anda berdua." sang koki lalu pergi ke belakang dengan perasaan senang.
......................
Malam harinya,di mansion keluarga Mateo...
Nicolette sedang bermanja-manja dengan sang suami.Ia tidur di lengan kekar sang suami sambil memeluknya erat.Luzio mengelus kepalanya sehingga menciptakan rasa nyaman.Sesekali Luzio mengecup lembut keningnya.
"Sayang, bagaimana kuliahmu?.Aku berencana membawamu liburan ke luar negeri jika kau sudah selesai skripsi." Ujar Luzio.
"Mungkin dua atau tiga hari lagi selesai.Aku bisa segera sidang."
"Hem,apa kau kesulitan sekali kuliah dengan kondisimu yang sedang hamil? Maafkan aku ya.Harusnya jika aku tidak memaksamu melakukan itu,pasti sekarang kau sedang menjadi gadis manis yang fokus dengan pendidikan dan mengejar cita-cita mu." Ujar suaminya penuh penyesalan.
"Hei,kau ini bicara apa?.Aku tidak kesulitan sama seki justru aku senang dan bahagia menikah dengan mu,apa lagi kita akan segera memiliki buah hati.Kau jangan terlalu menyalahkan dirimu Zi.Aku menyayangimu." Jawab Nicolette.Ia tidak mau suaminya itu merasa menyesal.Meskipun awalnya pernikahan mereka karena paksaan namun kini Nicolette benar-benar mencintai suamiku itu.
"Kalau begitu, terimakasih banyak untuk segalanya.Aku juga sangat menyayangimu sayang." Luzio lalu mencium dan menyesap lembut bibirnya.
"Mari kita tidur.Kau tidak boleh tidur terlalu larut malam."
Nicolette mengangguk.Kemudian ia mengeratkan pelukannya.
Beberapa menit kemudian mereka tenggelam ke alam mimpi masing-masing.
...****************...
Terima buat yang stay nungguin aku sampe sejauh ini.Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya,kalian penyemangatku author untuk selalu up tiap hari🤗
__ADS_1
BORAHAE SEMUANYA 💜