
"Kakak ku pasti akan senang setelah mendengar kabar keberhasilan ku." Gumamnya pelan.
Laki-laki itu lalu menyeruput kopinya dan tersenyum seperti penuh kemenangan.
......................
Sementara itu Nicolette masih berada di perjalanan menuju ke mansion.Pikiran yang berkecamuk membuatnya semakin tidak tenang.Entah apa,tapi yang pasti hatinya menjadi gelisah.
Tiba-tiba ada mobil truk menabrak mobil mereka hingga mobil mereka terpental jauh dan terbalik
Nicolette yang sudah bersimbah darah dan dalam keadaan setengah sadar ia masih sempat bergumam,"Ya tuhan, selamatkan bayiku." Kemudian ia menutup matanya rapat-rapat.
Orang-orangpun berkerumun untuk membantu mereka dan beberapa saat kemudian mobil ambulance dan mobil polisi tiba di lokasi itu untuk mengevakuasi mereka.
...........................
Kantor Pusat Mateo Group.
"Rapat saya batalkan!." Ucapan Luzio tersebut membuat semua orang melongo.
Luzio baru saja menerima telpon dari pihak rumah sakit.Tanpa berpikir panjang ia langsung meninggalkan rapat.Di iringi Benvolio di belakangnya,ia terus melangkah seperti orang kesetanan.Kelihatan dari sorot matanya ia begitu khawatir sekaligus marah.
"Bagaimana bisa ini terjadi Ben? Nicolette ku,kenapa harus dia,kenapa bukan aku?" Ucap Luzio frustasi sambil berjalan.
"Tenangkan dirimu Zi,kita akan ker rumah sakit sekarang." Ucap Benvolio yang mencoba menenangkan sahabatnya itu.
Merekapun berjalan mengendarai mobil menuju rumah sakit tempat Nicolette di rawat.
......................
Di rumah sakit.
Luzio mempercepat langkah kakinya,ia tidak perduli Benvolio bisa menyeimbangkan atau tidak.Yang ia pikirkan saat ini ada Nicolette dan calon anaknya.
Saat ini Nicolette masih di ruangan ICU.Dengan gelisah ia menunggu istrinya.Tak berapa lama kemudian dokter Bryan keluar dari ruang tersebut.
"Dok,bagaimana keadaan mereka?." Ya begitulah Luzio,ia tidak suka basa-basi.
"Begini Zy,Kami mohon maaf,kami hanya bisa menyelamatkan Istrimu saja.Anakmu telah pulang ke syurga Zi,kau harus sabar dan tegar.Istrimu setelah ini akan di pindahkan ke ruang operasi untuk mengangkat janinnya." Ucap dokter Bryan lalu menepuk pundak sahabatnya itu.
Seperti di hujam ribuan pisau,hati Luzio begitu sesak rasanya.Tubuhnya merosot di lantai hingga ia bersimpuh.Air matanya lolos begitu saja.
"Ya tuhan,kenapa ini harus terjadi kepada ku." Isak Luzio pecah begitu saja.
Benvolio yang melihatnya pun segera membantunya untuk duduk.
"Zi,tenangkan dirimu."
"Istrimu akan tambah kacau dan sedih saat ia sadar nanti dan melihat mu seperti ini." Tambah Benvolio lagi.
Luzio kemudian mengusap air matanya kasar.
"Ben,tolong selidiki semuanya ini dan tolong kabari kekek dan keluarga Nicolette pelan-pelan Zi." Pintanya kepada sahabatnya.
"Baik Zi,tapi kau harus tenangkan dirimu dulu.Aku pergi mengurus semuanya." Benvolio menepuk pundak sahabatnya itu sekali lagi.Lalu ia pamit.
Beberapa menit kemudian Nicolette di pindah ke ruang operasi.Bayinya yang belum sempat lahir di dunia terpaksa harus di angkat dari rahimnya.
Luzio masih setia menunggu di depan ruangan operasi.
Ia menyandarkan tubuhnya di tembok dan sesekali berjalan mondar-mandir dengan perasaan yang kacau.
Satu jam lebih Luzio menunggu istrinya dan akhirnya dokterpun keluar.
__ADS_1
"Dok, bagaimana keadaan istri saya Dok?"
" Istri mu berhasil selamat Zi,dia wanita yang kuat dan operasi juga berjalan dengan lancar.Sebentar lagi ia akan di pindahkan ke ruang rawat inap."
Luzio bernafas lega,meskipun ada hal yang menyakitkan setidaknya istrinya tersayang masih selamat.
"Terimakasih Dokter Bryan.Sungguh kau banyak berjasa di kehidupan ku.Aku tidak akan melupakan mu."
"Sama-sama Zi.Itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai tenaga medis.Baiklah aku pamit dulu,aku masih ada jadwal.Tolong nanti beri tahu istrimu secara perlahan.Aku percaya kau lelaki kuat." Dokter Bryan kemudian pergi berlalu.
......................
Di suatu tempat.
Plak! Bugh! Bugh!
Dante tengah mengajar seseorang.
"Susah kubilang jangan bertindak tanpa perintah ku.Apa kau bodoh ha!?.Apa kau tidak mau hidup lebih lama lagi!?"
"Ukhuk,ukhuk,kenapa kau malah memarahi ku kak?harusnya kau bersyukur sudah ku bantu." Jawab lelaki yang sudah babak belur itu.
Dante sangat marah ia kemudian menarik kerah baju adiknya itu,lebih tepatnya adik tirinya.
"Dengarkan aku manusia sialan.Jika aku tidak memerintahkan apapun jangan pernah lakukan apapun.Jika sampai dia mati maka kau juga akan mati di tangan ku!."
Dante kemudian menghempaskan lelaki itu dan pergi.Emosi dan khawatir tengah melanda Dante saat ini.
"Apakah dia tidak bisa berguna sedikit saja.!" Gumam Dante penuh emosi.
......................
Kembali ke rumah sakit...
Luzio setia duduk di samping Nicolette sambil memegangi tangannya.Sementara nyonya Laurenzio tengah menangisi Nicolette di pelukan tuan Lucas.
Beberapa jam kemudian Nicolette tampak menggerakkan jarinya.Perlahan ia membuka matanya.
"Sayang kau sudah bangun,mi,semuanya Nicolette sudah bangun." Seru suaminya.
Yang lain segera mendekatinya.
Nicolette masih mengumpulkan kesadarannya.Ia melihat ke sekitarnya.Ia mencoba bergerak namun tubuhnya sangat sakit terutama bagian perutnya.Seketika wajahnya panik.
"Zi,anak kita masih ada kan?" Tanyanya pelan.
Sang suami bingung harus bagaimana menjelaskannya.Tangan Nicolette di genggam erat-erat oleh suamiku itu lalu berkata,"Sayang,tidak perlu memikirkan yang macam-macam dulu ya,kamu harus sehat dulu."
"Kenapa perut ku sakit Zi,katakan dia baik-baik saja kan?katakan Zi?!." Ia mulai menangis kembali.Firasatnya sangat buruk.
Melihat Nicolette yang panik,Nyonya Laura mencoba menenangkan putrinya.
"Sayang,sudah.Anakmu pulang ke syurga lebih dahulu.Kau harus ikhlas sayang."
"Tidak mi,tidak mungkin.Anak ku pasti masih ada kan?katakan kalau dia masih ada mah.Aku mohon.Dia tidak boleh pergi mah." Isakannya semakin pecah dan tangisannya berubah menjadi histeris.
Melihat Nicolette yang histeris,Marcello segera memanggil dokter.Kemudian Nicolette di suntik obat penenang.
"Tolong jangan buat pasien semakin bersedih.Ia tidak boleh terlalu banyak pikiran dulu." Jelas dokter Bryan.
"Tapi putri ku akan baik-baik saja kan dok?" Tanya Tuan Lucas.
"Iya tuan,selagi ia tidak banyak pikiran kondisinya akan cepat pulih.Jadi mari kita hibur pasien dan buat ia tidak memikirkan yang berat-berat dulu.Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya." Dokter Bryan pun pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
Kini semua mata tertuju pada Nicolette yang kembali terpejam.Obat penenang yang di suntikan tadi membuatnya tertidur.Hati mereka hancur melihat Nicolette seperti itu,apa lagi Luzio.Ia merasa sangat terluka setelah tau anaknya tidak bisa di selamatkan dan melihat kesayangannya harus terbaring di situ.
"Zi,sudah Zi.Sebaiknya kau mandi dulu dan makan lah walau sedikit." Ucap sang kakek.
"Aku tidak lapar kek." Jawabnya tanpa menoleh.Luzio terus memegangi tangan Nicolette.
"Jika kalian ingin makan,makanlah biar aku yang menjaga Nicolette." Tambahnya lagi.
Mereka hanya bisa pasrah melihat Luzio.Toh ia memang keras kepala.
Tak berapa lama kemudian Benvolio masuk.
"Permisi tuan dan nyonya,juga kakek.Maaf jika sayang mengganggu.Saya ada perlu dengan Luzio." Ucap Benvolio penuh kesopanan.
"Ada apa Ben?" Yang di caripun langsung bertanya.
"Kita perlu bicara sebentar,di luar ada polisi." Jelas Benvolio.
Luziopun bangkit,ia mencium tangan istrinya sebelum ikut dengan Benvolio.
"Aku titip istriku pada kalian,nanti setelah urusanku beres.Aku akan kembali." Ia pun keluar di iringi Benvolio.
Di luar sudah ada polisi yang menunggu.
"Jadi bagaimana?." Tanya Luzio kepada mereka.
"Begini tuan,kami agak kesulitan mencari pelaku karena tidak ada saksi mata,kami hanya menemukan sepotong video rekaman CCTV di pinggir jalan,itupun tidak terlalu jelas.Tapi bisa di simpulkan ini seperti sudah di sengaja mengingat rem truk tersebut tidak blong." Jelas polisi tersebut.
Luzio menghembuskan nafasnya kasar.
"Tenang Zi,jangan lupakan kita punya Kim." Benvolio mencoba menenangkan sahabatnya.
"Baiklah pak,tolong tangani kasus ini dengan serius." Ucap Luzio.
Polisi tersebut pamit.
Benvolio lalu menghubungi Kim.
"Kim,bagaimana Kim?"
"Saya sedang mencari data tersangka lewat rekaman video CCTV nya tuan.Saya pastikan 1 jam saya akan mendapatkan data dari pelaku." Jawab Kim mantap di seberang sana.
"Baiklah Kim, aku percaya padamu." Ucapa Benvolio lalu mengakhiri panggilan telpon tersebut.
......................
Di markas Black Devil....
Kim tengah berkutat dengan monitor yang menampilkan database orang-orang.Ia tengah meng-hack badan catatan sipil dan situs pemerintah lainnya untuk mendapatkan informasi tentang pelaku.
Tak berapa lama kemudian foto yang di ambil dari screenshoot rekaman video tersebut menemukan kecocokan dengan data dari seseorang.
"Gotcha!.Dasar bedebah sialan,bersiaplah kau untuk di bantai tuan Luzio." Ucap Kim.
Ia berhasil menemukan data pelaku karena kecelakaan tersebut.
"Tinggi dulu...." Gumam Kim setelah menemukan kejanggalan............
...****************...
Maaf kemarin author ngga sempet up karena ada sedikit masalah.Terima kasih buat yang masih setia nunggu.
ILY SEMUANYA 💜
__ADS_1