My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)


__ADS_3

Ia hanya sedang menikmati hidupnya dengan caranya dan ia merasa bahagia.....


Setelah sampai di mansion ke-3, Benvolio segera melapor kepada Luzio lewat panggilan telpon.


Luzio mempunyai beberapa mansion.Mansion utama ia tempati bersama sang istri tercinta.Mansion ke-2 adalah tempat tinggal sang kakek.Tuan Mateo memutuskan untuk tinggal di mansion ke-2 karena ia ingin mengelola kebun anggur yang terletak di sekeliling mansion,sedangkan mansion ke ke-3 ditempati oleh Benvolio,Kim,dan beberapa orang kepercayaan Luzio lainnya.


......................


Setelah Nicolette dan Luzio sampai di mansion,mereka langsung menuju kamar utama.Dari mulai turun mobil hingga di kamar, Nicolette tidak di biarkan menginjak lantai marmer sedikitpun.Suaminya begitu protektif,jadi ia di gendong Luzio hingga sampai di kamar.


"Sayang,jika kau butuh apa-apa,kau panggil saja aku ya." Ujar sang suami setelah membaringkannya di kasur.


"Tapi aku ini sedang hamil Zio,bukan sekarat." Ucapnya.Ia sangat kesal dengan suaminya itu yang memperlakukannya secara berlebihan.


"Ingat,kata dokter kau tidak boleh kelelahan.Itu akan berbahaya untuk mu dan juga Luzio junior.Kau menurut saja sayang." Lalu kecupan singkat mendarat di keningnya.


"Ya,ya,ya terserah kau saja.Aku ngantuk Zy,ingin tidur sebentar." Jawabnya.


Sang suami lalu menyelimutinya dan membelai lembut rambutnya hingga ia terlelap.


Setelah Nicolette tidur,Luzio pergi ke balkon untuk menelpon Benvolio.Ia tidak mau jika suaranya nanti akan menganggu tidur istrinya itu.


"Ben,aku ada tugas untukmu."


"Ya,katakan saja." Jawab Benvolio dari seberang sana.


"Bisakah kau menjemput kakek ku untuk makan malam di mansion?.Ada hal penting yang harus kuberitahu." Ujar Luzio lagi sambil tersenyum sumringah.


"Tentu saja bisa.Apa ada masalah lagi bro?kenapa tiba-tiba sekali." Tanya Benvolio.Ia takut sahabatnya itu mendapatkan masalah lagi.Biasanya jika ia mencari sang kakek pasti ia sedang terkena masalah besar.


"Tidak Ben,ini tentang kabar bahagia.Kau tau,benihku ternyata sudah tumbuh dengan subur."Ujar Luzio lagi dengan antusias.


"Cepat juga ternyata.Kalau begitu selamat ya."


"Tentu saja cepat.Kau tau aku ini jago dalam segala hal." Ujarnya sombong.


"Ya,ya,ya.Terserah kau saja." Ujar Benvolio malas.


"Baiklah,tapi jangan kau bocorkan dulu.Biar aku saja yang memberitahu semua orang."


Dan klik, telpon di tutup begitu saja oleh Luzio.Sementara di sebrang saja Benvolio tengah menggerutu kesal karena tuannya itu selalu saja menyebalkan dan semena-mena dengannya.


Luzio malam ini berencana membuat acara makan malam dua keluarga sekaligus mengumumkan berita kehamilan istri.Ia sudah bisa membayangkan betapa bahagianya mereka nanti setelah mengetahui bahwa ia berhasil membuat Luzio Junior.


Setelah selesai menelpon Benvolio,Luzio menelpon dosen Nicolette agar istrinya itu bisa kuliah di rumah saja,ia tidak mau Nicolette kelelahan karena harus berkuliah.


......................

__ADS_1


Di mansion keluarga Nicole.


"Pi,ada apa ya tiba-tiba menantu kita mengundang kita makan malam di mansion Mateo?." Ucap nyonya Laurenzio kepada suaminya setelah ia menerima panggilan dari menantunya itu.


"Dia yang menelpon tadi?.Mungkin mereka rindu dengan kita sayang."


"Hem,sepertinya begitu."


"Pi,hari ini aku harus mengurus beberapa dokumen di butik,aku berangkat dulu ya." Pamit nyonya Laurenzio kepada suaminya.


"Kebetulan aku juga ingin mengunjungi kebun anggur kita,bagaimana kalau kalau kita berangkat bersama saja." Ujar tuan Lucas kepada istrinya itu.Sang istri hanya mengangguk lalu merekapun berangkat bersama.


......................


Sementara di mansion ke-2 keluarga Mateo.


"Tumben sekali anak berandal ini mengundang ku makan malam,apa sedang ada masalah?" Gumam tuan Mateo.


Ya,tuan Mateo sepemikiran dengan Benvolio,karena memang Luzio tidak pernah memanggil sang kakek jika tidak sedang dalam masalah serius.Jika hanya rindu,maka Luzio yang akan datang ke mansion ke-2.


......................


Malam hari pun tiba, sesuai dengan rencana yang di buat Luzio,semua orang berkumpul untuk makan malam.


Berbagai hidangan di sajikan di meja makan tersebut, lengkap dengan dessert dan minuman lainnya.Mereka menikmati makan malam tersebut.


"Sebenarnya aku mengadakan makan malam ini hendak memberi tahu sesuatu." Ujar Luzio sambil berdiri dan tersenyum.


"Apa itu?." Tanya tuan Lucas penasaran.


"Kalian akan segera menjadi kakek dan nenek,dan kak Marcello akan menjadi om." Ujar Luzio lagi.


Mereka semua tersenyum bahagia.Bahkan Marcello menangis terharu.


"Oh,akhirnya aku akan menjadi seorang om." Ucap Marcello sambil mengusap air matanya.


"Syukurlah,jaga baik-baik mereka berdua ya bocah berandal.Jangan sekali-kali kau buat Nicolette kelelahan." Tambah tuan Mateo.Ia juga begitu senang.


"Terimakasih ya sayang.Selamat dan semoga kalian sehat selalu" Ucap nyonya Laurenzio sambil memeluk putrinya dan mengusap lembut perut Nicolette.


Tidak hanya Nicolette dan Luzio saja yang sangat senang,dua keluarga pun ikut senang.Tuan Mateo bahkan sampai memberi seluruh maid dan bodyguard hadiah sebagai rasa syukurnya karena akan segera memiliki cicit.


"Kami pulang dulu ya,jaga baik-baik ya Luzio anak dan calon cucu kami." Ucap Nyonya Laurenzio sebelum pulang.


"Kakek juga pamit ya."


Merekapun pulang.Kini tinggal Nicolette dan Luzio,mereka masuk kedalam.Mereka sedang duduk di sofa ruang keluarga.

__ADS_1


"Zi,jika aku ingin sesuatu apa kau akan menurutinya?." Tanya Nicolette kepada suaminya.


"Tentu saja sayang,aku akan menuruti semua keinginan mu tanpa terkecuali."


"Tapi janji ya."


"Iya sayang,aku janji.Memang kau mau apa Hem?." Tanya sang suami sambil mengelus lembut rambutnya.


"Emmm,aku,aku mau minum teh bersama Benvolio malam ini juga." Ujarnya ragu-ragu.Entah ia dapat keberanian dari mana.


Wajah Luzio yang penuh senyum seketika berubah setelah mendengar permintaan istrinya itu."Sayang, apa tidak ada permintaan yang lain?kenapa harus Benvolio?".Suaminya sangat kesal dengan permintaannya.


"Maaf,bukan aku yang mau,tapi baby yang mau." Jawabnya lirih sambil menunduk.Ia sedang menahan tangisnya.Ia tahu pasti suaminya itu akan marah.


"Baiklah, baiklah,kau jangan menangis.Aku akan menurutinya.Tinggu sebentar,aku menghubungi Ben dulu."Suaminya kini tengah menahan kesal.Bagaimana ia tidak kesal,di masa ngidam pertama istrinya,justru istrinya lebih memilih minum teh di temani orang lain.Ingin sekali rasanya Luzio menghukum Benvolio saat ini juga.


"Ben,cepat ke mansion utama!" Titah Luzio lewat panggilan telpon lalu mematikannya.


Benvoliopun kembali di buat terheran-heran dengan tingkah laku sahabatnya itu.Karena ia masih mau hidup,ia tidak mungkin menolak perintah dari sahabatnya sekaligus bosnya itu.


Setelah sampai di mansion utama,ia pun langsung menemui Luzio.


"Ada apa kau mengambil ku?" Tanya Benvolio.


"Istriku ingin minum teh bersamamu.Temani dia dan jangan coba-coba mengambil kesempatan atau kepalamu akan terpisah dengan tubuhmu!." Ucap Luzio dengan tatapan tajamnya.


Benvolio menelan ludahnya kasar.Luzio begitu menakutkan sekarang.


"Ish,kau ini jangan kasar kepada Ben." Ujar sang istri..


Akhirnya dengan terpaksa, Benvolio menemani istri sahabatnya itu minum teh.


"Ben,kau ini tampan kenapa kau masih betah menyendiri?." Tanya Nicolette setelah menyeruput tehnya.


"Em,itu karena aku tidak tertarik menjalani suatu hubungan nyonya."Jawab Benvolio.


"Tapi kau ini tampan,baik,hangat tidak seperti Luzio yang kaku dan seperti kutub Utara."


Mendengar penuturan Nicolette, Benvolio tertawa terbahak-bahak,ia sampai lupa jika Luzio memantau mereka di seberang sana.


"Ben,kau mau mati ya!." Teriak Luzio dari seberang sana.


......................


Halo guys, terimakasih yang masih baca cerita ini.Dukung author ya biar lebih semangat lagi🤗


*BORAHA**E SEMUANYA 💜*

__ADS_1


__ADS_2