
"Semua rencanaku sebelumnya gagal,kenapa sulit sekali membunuh Luzio.Kenapa malah sekarang aku memiliki perasaan yang rumit." Gumam laki-laki itu lagi lalu menghela nafasnya.
Ia kemudian menekan nomor di smartphone miliknya dan berusaha menghubungi seseorang.
"Awasi semua gerak-geriknya dan laporkan kepadaku!".Titah lelaki itu.
......................
Ke esokan harinya,di mall....
Nicolette tengah berkeliling mall bersama tuan Mateo dan beberapa bodyguard di belakang mereka.
"Kau tidak ingin membeli itu?." Tanya tuan Mateo sambil menunjuk ke arah sebuah display yang menampilkan berbagai karakter Avengers keluaran terbaru.
Nicolette tersenyum kemudian ia menjawab,"Tidak kek,aku sudah punya banyak di mansion."
"Tapi dari kakek belum kan?ayo kita pilih beberapa biar kakek yang membayarnya." Ujar sang kakek sambil menarik lembut tangannya.
"Ah,tidak usah kek."
"Sudah tidak apa-apa,ayo."
Akhirnya Nicolettepun mengikuti sang kakek.
"Aku tau,kau gadis manis penyuka karakter Avengers dari Marvel.Kau bahkan sangat menyukai mereka,jadi pilihlah sebanyak yang kau mau." Tutur sang kakek saat ia sedang melihat-lihat karakter Avengers yang tersusun rapih di lemari etalase kaca.
Nicolette mengambil satu karakter Captain America dan satu karakter Spiderman.Lalu memasukannya kedalam keranjang.
"Hanya itu saja?Kau bisa ambil lagi jika kau mau." Tawar sang kakek lagi.
"Tidak kek,ini sudah cukup."
"Baiklah,kita segera ke kasir."
Tuan Mateo pun membayarnya sementara Nicolette tampak girang sekali mendapatkan mainan kesukaannya.Entah kenapa meskipun usianya sudah tergolong dewasa,ia tidak bisa lepas dari mainan itu ia bahkan punya ratusan koleksi Merchandise Avengers berbagai ukuran dan bentuk.
Sementara di seberang sana tampak seorang lelaki sedang menghubungi seseorang.
"Halo bos, Nicolette sedang di mall bersama tuan Mateo dan beberapa bodyguard.Aku yakin mereka membawa senjata."
"Kalau begitu,cukup awasi pergerakan mereka." Blasa Bos lelaki tersebut lalu mematikan panggilan telponnya.
Sementara bodyguard tuan Mateo mendapatkan informasi dari mata-mata bahwa ada yang sedang menguntit mereka.Sebagian bodyguard langsung mengejar penguntit tersebut.
"Cepat amankan Nyonya mudan dan Tuan besar!" Teriak salah satu bodyguard.Bodyguard lainnya langsung membentuk lingkaran lalu membawa Nicolette dan tuan Mateo ke dalam mobil.
"Ada apa sebenarnya?." Tanya tuan Mateo penasaran.
"Ada yang sedang menguntit kita tuan, sebaiknya kita pulang saja." Jelas seorang bodyguard.
"Ya Tuhan apa lagi ini.Kenapa dunia tidak bisa damai untuk ku kemana-mana." Ucap Nicolette.
"Hei,tenang.Ada kakek di sini.Kita akan aman dan selamat oke.Sekarang pasang seat belt mu." Ucap sang kakek sambil menenangkannya.
Nicolette merasa dunia sangat sempit baginya.Ia tidak bisa bebas bahkan ke mall saja ia di ikuti oleh musuh.
Mobil merekapun melaju menuju mansion utama.
__ADS_1
......................
Mansion utama keluarga Mateo....
Nicolette dan tuan Mateo baru saja tiba di mansion.
"Sudah ku bilang bukan,jangan pergi ke mall." Suara Luzio terdengar menyeramkan.
"Kau bisa tidak jangan berisik.Tenangkan istrimu bukan malah mengoceh." Gerutu sang kakek.
"Aku tidak apa-apa Zi,kakek menjagaku dengan baik." Tutur Nicolette.Ia tak ingin hanya karena kejadian tadi membuat keadaan semakin ribut.
"Kau naiklah dulu ke atas.Aku harus berbicara beberapa hal kepada kakek."
"Baiklah,aku akan naik.Tapi kau janji jangan berbicara yang akan menyinggung kakek." Pintanya kepada sang suami.Luzio mengangguk.
Setelah Nicolette berlalu,Luzio mengajak kakeknya ke ruang kerjanya.
"Kek,tadi aku juga mendapatkan laporan dari Kim.Intinya istriku tidak bisa lepas dari pantauan kita sedikit pun.Musuh begitu berambisi untuk menyakitinya." Ucap Luzio dengan serius.
Sang kakek yang sedang duduk pun berdiri dan berkata," Salah satu alasan aku tidak ingin kau menikah dengan gadis lugu dan manis adalah karena aku takut banyak orang yang akan mengincarnya dan menjadikannya kelemahanmu.Terlebih lagi dia sedang hamil sekarang pasti musuh sangat mengincarnya.Karena Nicolette sudah menjadi istrimu,maka kakek harap kau bisa menjaganya."
"Iya kek,aku pasti akan menjaganya dengan baik."
"Oh ya Zy,orang yang menguntit kami di mall sudah di tangkap dan di bawa ke markas mu.Sepertinya musuh yang menginginkan istrimu bukan hanya satu." Tutur sang kakek lagi.
"Aku tau itu kek.Aku akan mengurus nanti karena malam ini aku harus ke New York membereskan tikus-tikus di sana."
"Jika kau ingin pergi,sebaiknya Nicolette tinggal di mansion Nicole dulu.Itu akan lebih aman baginya." Sang kakek coba memberi saran.
"Iya kek akan aku bicarakan kepadanya nanti."
"Baik kek,hati-hati." Luzio kemudian membungkuk kepada sang kakek.
......................
Sementara di suatu tempat.
"Kenapa sampai bisa tertangkap?! seperti itu saja kalian tidak becus.Tunggu hukuman dariku!." Ucap laki-laki itu.
Ia begitu marah mengetahui orangnya tertangkap.
"SIAL!,jika aku tau akan sesusah ini,sudah dari dulu aku membawanya bersamaku.Haruskah aku sendiri yang turun tangan?" Gerutu laki-laki itu.Ia begitu kesal sekarang.
......................
Mansion keluarga Mateo...
Nicolette baru saja selesai meminum vitaminnya,lalu ia duduk di sofa kamarnya itu.
"Mommy harus lebih berhati-hati lagi mulai sekarang.Di luar sana ada banyak sekali orang yang ingin mommy celaka.Tapi kau tidak perlu takut sayang,ada Mommy dan Daddy yang akan menjagamu." Ucapnya lembut sambil mengelus perutnya yang masih rata itu dengan kasih sayang.
"Tentu saja aku akan menjaga kalian berdua." Balas Luzio yang tiba-tiba sudah ada di dalam kamar.
"Sejak kapan kau ada di situ Zy?."
"Belum lama." Suaminya tersebut langsung ikut duduk di sebelahnya sambil ikut mengelus perutnya.
__ADS_1
"Kau baik-baik di dalam ya nak.Kami semua sangat menantikan kehadiranmu di dunia ini."
Nicolette tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.
"Kakek sudah pulang,ia menitipkan salam untukmu."
"Kenapa cepat sekali?.Padahal aku ingin makan malam bersama kakek."
Suaminya mengendikkan bahunya,lalu menggenggam tangannya dan berkata ,"Sayang,nanti malam aku harus kembali ke New York,kantor cabang ku bermasalah.Demi keselamatanmu dan Luzio junior, aku terpaksa harus menitipkanmu kepada mami dan papi."
Nicolette menghela nafasnya.Entah kenapa kali ini rasanya ia tidak ingin jauh-jauh dari suaminya itu.
"Kau mau meninggalkan aku lagi?."
"Hanya beberapa hari sayang.Aku janji akan pulang tepat waktu."
"Baiklah." Ia mengerucutkan bibirnya.
Luziopun mengigit gemas pipinya.
"Au,sakit Zi."
"Maaf sayang,kau menggemaskan aku jadi tidak tahan.Andai saja malam ini aku tidak pergi.Aku akan menerkam mu." Ucap Luzio lagi.
"Is dasar mesum!." Nicolette lalu memukul lengan suaminya itu.Wajahnya sekarang memerah akibat ulah suaminya.
Tak terasa malam hari pun tiba.Setelah makan malam,Ia di antarkan suaminya ke mansion keluarga Nicole.
......................
Mansion keluarga Nicole...
Tuan dan Nyonya Nicole sangat senang menyambut kedatangan anaknya dan menantunya itu.
"Akhirnya kalian kemari juga." Ucap nyonya Laurenzio.Ia tersenyum sumringah.
"Em,mi,Pi sebelumnya maaf.Kedatangan ku kemari ingin kembali menitipkan Nicolette.Aku harus ke New York lagi."
"Ah tidak apa-apa,ini juga rumah kalian.Kalian bisa kesini kapanpun.Benar kan Pi?."
"Iya,Zi.Kau hati-hati ya."
"Iya mi,Pi.Terimakasih.Sayang aku berangkat dulu ya?."
Tanpa berbicara Nicolette langsung berhambur memeluk suaminya.Ia menangis.
"Berjanjilah kau akan kembali dengan selamat."
"Astaga sayang,aku hanya pergi mengurus kantor cabang ku bukan berperang." Ucap suaminya sambil menahan tawa.Luzio gemas sekali melihat tingkahnya.
"Tapi aku tetap khawatir."
"Sudah sayang,Luzio tidak lama.Biarkan dia pergi,nanti ia terlambat." Tutur nyonya Laurenzio kepada Nicolette.
Iapun melepaskan pelukannya.Dan setelah pamitan Luziopun berangkat meninggalkannya.Ia memandangi mobil sang suami sampai tidak terlihat lagi.
...****************...
__ADS_1
Maaf guys,beberapa hari kedepan aku bakal telat up.Soalnya ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan😇
BORAHAE SEMUANYA 💜