My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 35 (Mood Nicolette)


__ADS_3

Purple Restourant.


Di sebuah ruangan VIP untuk ukuran satu keluarga besar sudah di pesan oleh Marcello agar makan malam mereka lebih tenang.Tak lupa mereka mengundang tuan Mateo untuk makan malam bersama.


Berbagai hidangan terkenal dari beberapa negara di pesan oleh Marcello.Tak ketinggalan ia memesankan adik manisnya itu susu stroberi.


Mata Nicolette tampak berbinar melihat segelas susu stroberi dengan ice cube di dalamnya.


"Mari kita makan." Ajak sang papi kepada kakek sang suami.


"Saya mohon maaf jika belum sempat mengundang Tuan Mateo untuk makan malam di rumah saya." Lanjut papinya lagi.


"Ah,tidak apa-apa.Ini juga sudah makan malam.Terimakasih sudah mengundang saya tuan." Balas kakek Luzio sambil tersenyum kepada mereka semua.


Merekapun menikmati makan malam tersebut.


......................


Sore hari di mansion keluarga Mateo.


Tampak Nicolette sedang duduk di kursi mengerjakan skripsinya.Ia sangat sibuk,pulang kuliah langsung mandi lalu mengerjakan skripsi.Ia terus berkutat dengan buku-buku tebal dan laptopnya.


"Ah,berhenti dulu.Leherku sudah pegal." gumamnya lalu menutup laptopnya itu.


Tiba-tiba saja ia ingin pergi ke toko kue langganannya.


"Maaf nyonya,anda mau kemana?." Tanya seorang bodyguard saat melihatnya hendak masuk mobil.


"Oh,aku ingin membeli cake." Jawabnya.


"Apakah nyonya sudah izin dengan tuan?."


"Sudah,dan kalian tidak perlu mengawalku.baiklah saya berangkat dulu." Jawabnya lagi lalu ia bergegas masuk mobil.Ia menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi.


Nicolette berbohong dengan bodyguardnya itu,padahal ia sama sekali tidak meminta izin kepada Luzio.Nicolette tau jika ia izin maka pasti suaminya itu tidak akan mengizinkannya apa lagi tanpa membawa bodyguard.


Dalam waktu tiga puluh menit,ia telah sampai di toko kue langganannya.Ia memesan cake stroberi vanila dan susu.


"Terimakasih." Ucapnya kepada penjaga kasir di toko itu sambil mengambil satu lima paper bag berisi cake.Ia membelikan semua orang di mansionnya.


......................


Mansion keluarga Mateo.


Lucas tengah marah karena ketika ia pulang ia tidak mendapati istrinya di mansion.Terlebih lagi ketika bodyguardnya melapor dan barulah ia tahu bahwa istrinya itu tengah berbohong.


Matanya memerah dan rahangnya mengeras.Entah kenapa istrinya itu suka sekali membuatnya marah.


Tak lama kemudian terdengar suara mesin mobil memasuki mansion dan berhenti.Ya,itu Nicolette yang baru saja pulang.


"Ekhem,darimana kau!?kenapa kau tak memberitahu ku!?kenapa kau berbohong!?." Tanya suaminya itu beruntun.


Ia lalu menghentikan langkahnya dan terkejut.

__ADS_1


"Eh,kau sudah pulang?mau cake?." Ia bertanya kepada suaminya berharap dapat mengalihkan pertanyaan suaminya tadi.


"Aku bertanya dan jawab!." Kini mata suaminya itu menatapnya tajam.


"Ma-maaf.Aku pergi ke toko cake." Ia menunduk ketakutan.


"Kenapa kau tidak memberi tahuku!? Kau anggap apa aku ini!?." Suara suaminya agak meninggi dan membuat matanya berkaca-kaca.


Ia tidak menjawab apapun lalu menjatuhkan paper bag berisi cakenya dan lari ke kamar tamu sambil menangis.Ia mengunci rapat pintunya.


"Hei! Aku belum selesai bicara!." Ujar suaminya sambil menyusul istrinya itu.


Sampai di depan pintu kamar tamu, suaminya itu mengetuk pintu berulang kali namun ia enggan membukanya.Entah kenapa rasanya sangat sakit ketika saat Luzio meninggikan suara kepadanya.Ia duduk sambil memeluk lututnya dan menangis tersedu-sedu.


"Babe,Maaf aku kelepasan.Tolong buka pintunya." Teriak Luzio sambil mengetuk pintu kamar,namun ia tidak menghiraukan.


Sementara di luar pintu kamar Luzio mengusap wajahnya kasar.Ia menyesal telah memarahi istrinya itu.Ia merasa bersalah.


"Ah bodoh kau Luzio! Kenapa kau tidak bisa mengontrol emosimu!." Rutuk Luzio kepada dirinya sendiri.


"Sayang,maaf kan aku.Aku salah.Ayok kita beli susu stroberi dan karakter Avengers kesukaanmu." Bujuk Luzio.


Kemudian terdengar suara pintu kamar terbuka.


"Kau tidak membohongi ku kan?." Tanya Nicolette sambil mengelap air matanya menggunakan lengan bajunya.


Melihat ekspresi istrinya yang berubah itu,Luzio menahan tawanya.Ia berusaha keras mengulum tawanya.


"Tidak sayang.Ayo kita pergi ke mall.Tapi sudah ya menangisnya.Maafkan aku,aku kelepasan, aku khawatir kau kenapa-kenapa." Ia lalu memeluk istrinya itu.


Lalu cakenya yang ia beli tadi ia bagikan kepada seluruh orang yang ada di mansion dan ia menyisakan dua untuknya dan Luzio.


"Nah Ashley,yang ini kau simpan saja di lemari pendingin ya.Sisanya silahkan kalian makan."


"Baik nyonya, terimakasih banyak." Ucap maidnya itu.


"Sama-sama." balasnya lalu tersenyum.


Kemudian ia dan Luzio pergi ke mall.Luzio bahkan tidak mengganti pakaiannya.


......................


Di mall


Nicolette tampak antusias memilih karakter Avengers limited edition di sebuah toko merchandise Avengers.Sementara Luzon hanya bisa tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.Entah kenapa istrinya itu sekarang cepat sekali berubah suasana hatinya.


Setelah Nicolette selesai memilih,Luzio menyerahkan blackcard milik kepada penjaga kasir.


"Terimakasih suamiku." Ucapnya lalu mencium lembut pipi suaminya.


"Hentikan ekspresi mu itu sayang,aku ingin menerkam mu sekarang juga." jawab suaminya itu sambil memandangnya penuh kegemasan.


Setelah selesai berbelanja merchandise Avengers,mereka lalu pergi ke tempat aneka susu.Nicolette membeli tiga kardus susu stroberi kemasan kotak kecil.

__ADS_1


Setelah selesai,Luzio menyuruh bodyguardnya untuk membawakan semua barang belanjaan milik istrinya itu.Merekapun pulang.


......................


Di mansion keluarga Mateo.


Mereka sudah tiba di mansion.Barang-barang Nicolette di susun di tempatnya di bantu oleh para bodyguardnya.


"Sudah hampir penuh ya? Haruskah ku buatkan ruangan khusus untuk mainan mu ini?." Tanya sang suami sambil mendekati istrinya yang tengah memandangi lemari kaca yang hampir penuh dengan karakter Avengers.


"Tidak perlu,nanti kalau sudah penuh baru aku butuh ruangan baru." Jawabnya.


"Terimakasih ya,kau sudah membelikan mereka untukku.Aku begitu sayang dengan uang mu." Ujar Nicolette dengan senyum jahilnya.


"Aku sudah mulai berani hem?Kau mau ku terkam?." Ujar suaminya sambil menatap nakal kearahnya.


"Ish Zio,kau bau.Kau lebih baik mandi dulu.Da." Ia lalu pergi keluar kamar meninggalkan suaminya itu.


......................


Tak terasa dua minggu telah berlalu begitu cepat.


Hari ini Nicolette berencana ke kantor Luzio setelah pulang kuliah nanti.Ia ingin makan cake bersama Luzio di kantor.Kebetulan juga ia sudah lama tidak ke kantor suaminya itu.


"Ben,nanti antar aku ke kantor Luzio ya,tapi sebelum itu antar aku membeli cake dulu." Ucapnya kepada Benvolio lewat panggilan telpon.


"Baik nyonya." Jawab Benvolio singkat.


Ialu ia menutup panggilan telepon.


Saat ini Nicolette tengah berada di kantin kampus bersama-sama temannya.


"Nic,kau akhir-akhir kelihatan pucat sekali,apa kau sakit?." Tanya Laura kepadanya.


"Tidak,hanya saja aku sering merasa mudah lelah.Mungkin Anemia biasa." Jawab Nicolette lagi.Memang ia tidak merasakan apapun selain mudah lelah.


"Kau sebaiknya minum vitamin atau ke dokter Nic." Ujar Anna memberi saran.


"Ia Nic,akan repot jika kau pingsan di kampus.Kau berat,kami tidak kuat menggotong mu." Cahrlie buka suara sambil bercanda.


"Ish kau ini,aku tidak gemuk ya!." Ia kesal sekali dengan ucapan temannya itu.


"Tapi Nic,Cahrlie ada benarnya juga.Aku agak gemuk sekarang.Iya kan?." Tanya Lova kepada semua temannya itu.


"Hah?apa iya?." Ujarnya sambil melihat tubuhnya sendiri.


Sebenarnya ia juga merasa begitu, pakaiannya agak sedikit sempit sekarang.


"Ah entah lah,yang penting aku masih hidup." Ujarnya lagi.


"Ya,jika kau tidak hidup maka tuan Luzio akan menjadi gila." Timpal Kim yang dari tadi memilih diam.


...****************...

__ADS_1


Terimakasih buat yang selalu setia dan menunggu 🤗


BORAHAE SEMUANYA 💜


__ADS_2