
Hari terus berganti,waktu terus berlalu hingga tak terasa usia kandungan Nicolette sudah masuk minggu ke 12.Dan Nicolette sudah lulus sidang skripsi.Ia menyelesaikan skripsinya lebih cepat
Saat ini,ua begitu antusias mempelajari sebuah buku.Buku tersebut berisikan tuntunan dan tata cara bagaimana merawat bayi dan menjadi ibu siaga.Baginya ia perlu membaca dan mempelajari buku tersebut mengingat ini adalah yang pertama kali baginya.
Hari-hari Nicolette di penuhi dengan rasa mual di pagi hari dan terkadang rasa mual itu pindah ke suaminya.
Luzio tidak pernah mengeluh,karena ia tau ini hal yang normal.
......................
Siang hari di mansion utama keluarga Mateo...
Nicolette tampak sedang berada di perpustakaan pribadi yang terletak di sebelah kamarnya.Perpustakaan itu di buat khusus untuknya karena ia sangat suka membaca buku.Dari pada membaca buku di luar,Luzio lebih memilih untuk membuatkannya perpustakaan pribadi.Nicolette tau suaminya itu sangat posesif,apa lagi sekarang ini ia sedang hamil.
Nicolette duduk sambil membaca buku seputar tentang cara merawat bayi dan tak lupa susu stroberi kesukaan yang ada di mejanya itu.
Ting...
Ting....
Ting.....
Suara notifikasi smartphonenya itu membuyarkan kefokusannya.Ia lalu membuka pesan tersebut.
Wajah yang awalnya tenang berubah menjadi penuh rasa penasaran.
"Hi,kau tidak perlu tau siapa aku dan dapat dari mana nomor ini.Tapi yang pasti aku punya informasi penting tentang suamimu.Datang lah di cafe Purple tanpa bodyguardmu.Kau tenang aku akan menjamin keselamatanmu."
Isi pesan itu membuat Nicolette penasaran.Ia menerka siapa orang itu dan maksudnya apa.Akhirnya karena rasa penasaran yang terlalu tinggi,ia memutuskan untuk datang ke kafe tersebut.
Ia izin dengan Luzio dengan alasan ngindam ingin makan cake di sana.Dan seperti Dewi Fortuna sedang berpihak kepadanya.Ia di izinkan Luzio dengan syarat membawa dua orang bodyguardnya.
......................
Cafe Purple...
"Kalian tunggu di luar saja,aku tidak akan lama.Lagi pula kafe ini milik sahabatku jadi sudah pasti aman." Titah Nicolette kepada dua orang bodyguardnya.
"Baik nyonya." Jawab ke dua bodyguard tersebut.
Sampai di Nicolette segera duduk di sebuah kursi dengan meja yang bertuliskan angka "21" yang sudah di pesan sosok misterius yang mengiriminya pesan.
Ia menikmati cake dan stroberi milk shake sambil menunggu orang tersebut.
"Kau sudah lama menungguku.?" Tanya seorang wanita berkaca mata hitam dengan topi lebar berwarna senada.Wanita itu duduk di kursi lalu melepas kacamata.Ia tampak menoleh kanan kiri karena takut ketahuan orang.
__ADS_1
"Em,belum juga."
"Aku adalah orang yang mengirimi mu pesan.Kau tidak perlu tau siapa aku yang pasti aku bukan orang jahat." Tutur wanita itu lagi.
Nicolette mengangguk pelan.Dari penampilan wanita itu memang tidak menunjukan bahwa ia orang jahat.
"Baiklah,lalu apa yang ingin kau katakan tentang suamiku.?" Tanya Nicolette lagi.
"Tapi maukah kau berjanji untuk selalu merahasiakan pertemuan kita ini.?" Pinta wanita itu.
"Iya,aku berjanji."
Lalu wanita itu menarik nafas dalam-dalam dan mulai bercerita."Sebelumya aku minta maaf padamu,mungkin ini akan menyakiti hatimu,tapi aku tidak bermaksud apapun.Aku hanya ingin kau tau.Beberapa tahun lalu Luzio pernah memiliki kekasih,namun karena suatu kesalahan pahaman mereka harus berpisah dan tanpa Luzio tau kekasihnya tengah mengandung.Ketika wanita itu meminta pertanggungjawaban namun Luzio mengelak dengan alasan bahwa itu bukan anaknya.Perempuan itu berusaha mati-matian menjaga dan berusaha agar bayinya lahir dengan selamat meskipun tanpa seorang ayah.Kini anak Luzio sudah berusia empat tahun dan wanita itu sedang kritis di rumah sakit karena kangker yang ia derita.Aku mohon,maukah kau membantuku mempertemukan wanita itu dengan Luzio?."
Nicolette tidak menjawab apapun.Buliran bening berjatuhan dari sudut matanya.Ia menggigit bibirnya berusah menahan isakannya.Sulit sekali rasanya harus menerima satu kenyataan yang menyakitinya.Setelah ia susah payah menyusun mozaik hatinya yang hancur karena kejadian beberapa bulan lalu,kini harus kembali hancur oleh perbuatan suaminya.
Namun,ia juga seorang wanita.Ia tidak ingin egois.Ia berusaha menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia berbicara.
"Em,aku tidak tau ingin berkata apa lagi.Tapi aku juga wanita,aku bisa merasakan apa yang wanita itu rasakan meskipun tidak sama persis.Baiklah.Aku akan mencoba untuk mempertemukan Luzio.Tapi Bolehkan aku melihat wanita itu dan anaknya?."
Permintaan Nicolette mungkin agak gila.Tapi ia tidak perduli lagi pula ia ingin membuktikan apakah ucapan wanita itu benar atau tidak.Lalu wanita itu memberikan alamat rumah sakit lengkap dengan ruangan tempat wanita itu di rawat.
"Datanglah besok,aku menunggumu di sana.Aku harus segera pergi,aku takut ada orang yang mencurigaimu." Lalu wanita itu pergi meninggalkan Nicolette.
Nicolette mengusap air matanya kasar.Ia lalu segera membayar makanannya lalu pulang.Bahkan cake kesukaannya tidak lagi enak saat ini.
......................
Sesampainya di mansion Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur.Ia menatap langit-langit kamar sambil memikirkan ucapan wanita tadi.Buliran bening kembali meleleh begitu saja dari sudut matanya.
Sakit dan kecewa sudah pasti ia rasakan.Kenapa suaminya itu tidak jujur sama sekali dengan masa lalunya?.Ia merasa sudah di bodohi sekarang.Sebagai wanita ia juga tidak mungkin akan memisahkan suaminya dengan anak kandungnya meskipun dari wanita lain.
Tok...tok...tok...
Terdengar suara pintu kamarnya di ketuk.Ia refleks bangkit dari tempat tidur lalu mengusap kasar air matanya.
"Nyonya,anda hampir melewatkan waktu makan siang." Ucap sang maid dari luar pintu kamarnya.
"Baik,saya akan segera turun." Jawab Nicolette.
Kemudian ia membasuh wajahnya untuk menyegarkan.Karena ia tidak mau wajah sedihnya di ketahui oleh banyak orang.Nicolette juga baru sadar jika ia belum makan siang dan meminum vitaminnya
"Maaf ya sayang,mommy hampir saja lupa memberimu asupan." Gumam Nicolette sambil mengusap perlahan perutnya lalu ia turun ke bawah.
Sampai di bawah ia mencoba menelan makanannya.Biasanya ia sangat suka sekali makan,tapi entah kenapa ia nampak tidak berselera.Ia hanya menyuap sebanyak empat kali lalu meletakkan sendoknya dan langsung meminum vitaminnya.
__ADS_1
"Nyonya,apa Nyonya bosan dengan menu ini? Jika ia saya akan membuatkan yang lain.Tuan berpesan bahwa saya harus memastikan Anda makan dengan baik dan cukup." Ucap koki Leo.Ia merasa tidak enak melihat nyonyanya makan hanya sedikit.
"Tidak perlu,saya hanya sedang tidak ingin makan.Lagi pula tadi saya sudah makan dua porsi cake di cafe." Jawabnya sambil tersenyum.Sejujurnya ia sedang berbohong agar urusannya tidak memanjang.Dua porsi cake apanya? bahkan 1 porsi cake saja hanya di makan pinggirnya.
Nicolette lalu kembali ke kamarnya.
......................
Di kantor utama Mateo Group.
Luzio sedang gusar karena istrinya itu sama sekali tidak membalas pesannya.Dintelpon pun tidak dia angkat.Ia menjadi tidak fokus bekerja.
Luzio menghubungi bodyguardnya di rumah untuk bertanya tentang Nicolette.Mereka mengatakan bahwa istrinya itu baru saja selesai makan dan saat ini sedang di lantai atas.
"Aneh sekali,tidak biasanya dia seperti ini jika tidak sedang ada masalah.Tapi apa masalahnya.Apa aku melakukan kesalahan?." Gumam Luzio dalam hatinya.Ia bingung memikirkan tingkah istrinya hari ini.
......................
Hari cepat sekali berlalu.Saat ini jam dinding menunjukkan pukul enam sore lewat tiga puluh menit.
Luzio baru saja pulang dari kantor dan langsung menuju kamarnya.Ia merasa khawatir sekaligus heran dengan istrinya yang mengacuhkannya hari ini.
Luzio membuka pintu kamar perlahan.Di lihatnya sang istri tengah tertidur di sofa.Luzio tersenyum memandangi wajah istrinya itu.
"Apa kau lelah sekali Hem? Apa Luzio junior membuat mu sangat kelelahan hari ini sehingga kau mengabaikan aku?." Monolognya sendiri sambil mengusap wajah manis istrinya.Luzio lalu memindahkan istrinya agar tidur di kasur.Lalu setelah itu ia membersihkan diri.
Setelah mandi dan salin,ia duduk di sofa sambil meminum segelas wine.
Tiba-tiba nada dering smartphonenya mengangetkannya.
"Iya,ada apa?" Tanya Luzio singkat kepada sang penelepon.
"Dia kembali tuan."
Wajahnya langsung berubah panik.
"Awasi terus pergerakannya.Dan jangan sampai lengah." Titahnya kepada sang penelepon.Lalu panggilan tersebut berakhir.
Luzio menaruh Smartphonenya dan gelas winenya.Ia mendekati sang istri lalu berkata sendiri," Aku tidak tahu apakah kau akan memaafkan aku jika aku jujur tentang semuanya?.Aku masih menempatkan wanita lain di sudut hatiku,tapi jujur kaulah yang utama hanya saja aku belum sepenuhnya melupakannya." Ia lalu ikut merebahkan diri di kasur.
Ia tidak tahu bahwa kini sang istri tengah berusaha menahan tangisnya.Ya, Nicolette terbangun ketika ia mendengar nada dering smartphone Luzio.
...****************...
Segini dulu ya😇 terimakasih buat yang masih stay
__ADS_1
Te amo💜