
Sayang,aku datang.Dan oh hai calon mantan istri Luzio." Ujar wanita itu.
Nicolette langsung berdiri dan menghampiri Ruby,wajahnya menampilkan senyum iblis yang seakan haus darah.
Plak!
Plak!
Dua tamparan mendarat di pipi mulus Ruby.
"Ups! Sorry *****!,kau harusnya tau kau sedang berurusan dengan siapa dan di mana.Menjijikan sekali!." Ujar Nicolette sambil tersenyum elegan.
Ruby ingin balik menamparnya namun segera di sergah oleh Luzio.
"Berani kau menyentuhnya,akan ku pastikan besok kau sudah tidak bisa menghirup udara segar lagi."
"Ben,urus wanita ular ini!." Titahnya kemudian kepada Benvolio.
Kim menyeret Ruby dan di bawa kemarkas di iringi oleh Benvolio.Ruby terus berteriak meminta tolong dan meminta agar di lepaskan.Namun,Luzio yang melihat kejadian itu diam saja.Ia tidak perduli sama sekali dengan Ruby.
Setelah Ruby berlalu.Nicolette kembali melihat ke arah suaminya itu.
"Kau kenapa bisa tidak makan berhari-hari hem?.Apa kau tidak takut mati?" Lalu ia mengusap pelan rahang tegas suaminya itu.
"Percaya atau tidak,kau lah sumber kehidupanku." Ujarnya lembut.
"Ya,aku percaya.Mari kita lupakan kejadian sebelumnya dan cepatlah membaik.Aku ingin kau temani berbelanja karakter Avengers limited edition kesukaanku." Ujarnya sambil tersenyum jahil.
"Ya,ya,ya.Aku akan segera sehat dan akan menemani mu membeli mereka." Kemudian suaminya itu mencubit lembut pipinya.
......................
Markas Black Devil....
Ruby tengah di ikat di sebuah kursi dengan kondisi tangan dan kaki terikat dan mulut yang di tutup dengan sapu tangan.
Benvolio mengenakan sarung tangan lalu melepaskan ikatan pada mulutnya.Ia merasa jijik jika kulit tangannya harus bersentuhan langsung dengan kulit wanita itu.
Lalu ia mencengkram erat dagu wanita itu,"Katakanlah siapa yang menyuruhmu.Aku tau kau mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak karena ini."
"Tidak akan!." Jawabnya singkat.
"Oh,Jadi kau mau video ini tersebar ya!?" Ancam Benvolio sambil menunjukan videonya tengah melakukan adegan yang menjijikan dengan dua orang lelaki.
Ruby terkejut melihat video itu.Ia berpikir bagaimana bisa Benvolio memiliki video itu sedangkan tidak ada orang yang tau jika selain menjadi model ia juga merangkap menjadi pela-cur yang melayani beberapa bos dan pejabat.
"Dan satu lagi,aku tau kau itu sebenarnya tidak hamil.Kau hanya mengarang cerita dan menyewa seorang dokter untuk membuat surat keterangan palsu bahwa kau tengah hamil!" Jelas Benvolio lagi.
__ADS_1
Ruby terdiam sambil matanya terus mengalir buliran bening.Niat awalnya ingin hidup baik-baik saja kini harus berantakan akibat menerima tawaran dari seseorang.Ia merasa menyesal telah berbuat sejauh ini.Ia sadar bahwa apa yang sudah di takdirkan menjadi milik orang tidak bisa menjadi miliknya.
"Baiklah.Aku akan mengakuinya sejujur-jujurnya.Aku di perintah oleh seorang laki-laki.Ia tidak memberi tahuku siapa namanya.Ia hanya bilang bahwa ia adalah seorang yang mengenal Nicolette dengan baik.Ia hanya ingin Luzio hancur dan Nicolette menjadi miliknya." Ujarnya dengan suara yang bergetar.Ia tahu meskipun ia bebas dari Benvolio,namun besok mungkin orang itu akan membunuhnya.
"Jadi,bisa kau bebaskan aku?.Aku mohon?,aku tau aku salah.Maafkan aku." Ia begitu tampak memelas sekarang.
"Melepaskan mu ya?.Aku pikir-pikir dulu ya." Ujar Benvolio lalu pergi meninggalkan Ruby di ruang bawah tanah itu.
Ruby terus berteriak sambil menangis,namun Benvolio menuliskan telinganya.Urusan membebaskannya atau tidak ada pada tuannya.
......................
Mansion keluarga Mateo...
Dua hari telah berlalu dan keadaan Luzio sudah membaik dan hari ini ia bersiap-siap berangkat ke kantor.
Tapi ia tampak panik ketika sehabis sarapan istrinya itu tiba-tiba saja berlari ke toilet.Terdengar dari luar pintu suara Nicolette sedang memuntahkan isi perutnya.Luzio berlari panik dan memaksa masuk.
Ia memijit tengkuk istrinya itu.Ia begitu khawatir.
"Babe,lebih baik sekarang kita kerumah sakit atau aku akan memanggil dokter Bryan."
Nicolette menggeleng lemah,ia mengarahkan Luzio agar membimbingnya,ia ingin membasuh mulutnya di wastafel.
Setelah selesai ia berkata kepada suaminya itu,"Aku tidak apa-apa,Zy."
"Sayang,sampai kapan kau bilang tidak apa-apa?kau sudah begini tapi masih saja tidak mendengarkan suamimu ini.Sekarang juga aku akan menelpon dokter Bryan!." Ujar sang suami.Luzio sudah sangat khawatir melihat kondisi istrinya itu.
Tanpa menjawab apapun,Luzio langsung menggendongnya ala bridal style.Setelah sampai di kamar utama,ia di baringkan dengan perlahan.Kemudiam suaminya menelpon dokter Bryan.
Tak butuh waktu lama,dokter Bryan sudah tiba di mansion.Ia langsung menuju kamar dan memeriksa Nicolette dengan teliti.
"Hei,kau mau mati!?." Ujar Luzio emosi melihat dokter Bryan akan memetik perut Nicolette menggunakan stetoskop.
"Bagaimana aku bisa tau keadaan pasien dengan akurat jika tidak di periksa?." Dokter Bryan tampak kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
"Tapi kan bisa bagian yang lain."
"Zi,sudahlah.Lagian dia cuman memeriksa saja."Nicolette menimpali.
Luzio pun terdiam,ia tidak bisa membantah istrinya.Meskipun sebenarnya ia tidak suka sahabatnya itu melihat perut mulus istrinya.
Setelah selesai memeriksa,dokter Bryan tersenyum kearah sepasang suami istri itu.
"Selamat ya,kalian akan menjadi orang tua.Usia kandungannya sudah enam minggu.Untuk memastikannya lagi silahkan cek ke dokter spesialis Obgyn."
"Ha!?Hamil!?." Ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
"Iya,kau harus hati-hati karena di trimester pertama kehamilan keadaan janin sangat rentan." Ibuh sang dokter lagi.
"Aku akan menjadi seorang ibu?." Tanya Nicolette lagi,ia masih tidak percaya dan menangis haru.
"Iya sayang,kita akan menjadi orang tua.Terimaksih sayang." Kemudian Luzio memeluk istrinya itu.Mereka lupa jika masih ada dokter Bryan di sana.
"Ekhem!.Baiklah aku permisi dulu.Segera pergi untuk cek ke dokter spesialis Obgyn.Aku sudah menuliskan resep beberapa Vitamin dan anti mual.Silahkan di tebus." Lalu dokter Bryan menyerahkan selembar kertas.
"Em,maaf aku lupa kau masih di sini saking bahagianya aku.Terimakasih kau sudah mau datang sepagi ini." Jawab Luzio sambil tersenyum.
Dokter Bryan pun berlalu.
Setelah itu Luzio mengantar Nicolette untuk cek ke rumah sakit milik keluarga Mateo.
......................
Di rumah sakit Mateo Group...
"Dok,apa itu anakku?." Tanya Luzio antusias.
"Benar Tuan,itu anak anda.Saat ini usianya baru enam minggu dan ukurannya masih sangat kecil." Jelas sang dokter.
Nicolette dan Luzio tengah berada di ruangan USG.Mereka berdua begitu senang bisa melihat calon bayi mereka lewat layar monitor.Apa lagi Luzio,ia begitu girang dan antusias.
Setelah selesai melakukan USG dan menebus obat,mereka kembali ke mansion.
......................
Markas Black Devil...
"Aaaaaakh,hentikan!." Seorang wanita ketika besi panas menempel di punggungnya.
Wanita itu adalah Ruby,ia sedang di siksa.Luzio memerintahkan anak buahnya untuk terus menyiksanya.
"Aku,aku mohon hentikan.Bukankah keluarga Mateo tidak menyakiti wanita atau anak-anak?." Ruby terus memelas.
"Hahahaha." Tawa Benvolio pecah mendengar perkataan wanita tersebut.
"Memang benar,keluarga Mateo tidak menyakiti perempuan dan anak-anak.Tapi bagi tuan Luzio kau bukan perempuan,kau hanyalah monster yang mengerikan.Kau berani sekali memalsukan data dan menyakiti nyonya kami.Sudah sepantasnya kau mati dan mayatmu di makan binatang liar!." Ucap Benvolio lagi dengan berapi-api.
"Max,cepat eksekusi dia!." Titah Benvolio kepada salah satu bodyguard.
Benvolio kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.Ia tidak perduli dengan jeritan Ruby yang terus memohon agar di lepaskan.
Setelah bekerja lama dengan Luzio,perlahan hati Benvolio menjadi beku.Ia begitu dingin dan juga cuek,untuk urusan perempuan bahkan ia belum memikirkannya sama sekali.Ia seorang cassanova yang gemar menghabiskan malam di ranjang dengan berbagai wanita.
Ia hanya sedang menikmati hidupnya dengan caranya dan ia merasa bahagia.
__ADS_1
...****************...
Terimakasih yang sudah mampir🤗