
Hari ini Nicolette sedang di perpustakaan kampus.Ia butuh beberapa sumber untuk bahan skripsinya itu.Dan sudah beberapa hari juga ia selalu pulang telat.Ia tidak lupa mengabari Luzio jika ia pulang telat.Jika tidak mengabari,tentu saja Luzio akan kesetanan di kantornya.Pikiran Luzio tidak akan tenang jika istrinya itu tidak memberikan kabar.
Nicolette sedang fokus membaca buku botani.Sesuai dengan prodi yang ia ambil,yaitu Biological Sciences (Plant Science).Itu adalah prodi yang fokus mempelajari tanaman.
"Hi nyonya Mateo.Bolehkah aku bergabung?" ucap seorang laki-laki yang ternyata ia adalah Vin.
"Oh hai Dante,silahkan saja"jawab gadis itu.
"Kau sedang mengerjakan skripsi ya? semangat ya"ucap Dante lagi.
"Ah iya Dante,aku harus segera menyelesaikannya"jawab gadis itu lagi.
Hening,karena mereka fokus pada pekerjaan mereka masing-masing.Hingga satu jam telah berlalu.Nicolette bersiap untuk pulang.
"Kau mau pulang?bagaimana kalau aku teraktir kau es krim?"Tawar Dante kepada Nicolette.
"Em,boleh"
Nicolette ingat-ingat dia juga sudah lama tidak menikmati es krim.Akhir-akhir ini Luzio sibuk sehingga jarang ada waktu untuknya.
Mereka sudah sampai di sebuah toko es krim.Nicolette memesan es krim stroberi susu kesukaannya.Gadis itu menikmati.Sementara Dante,ia sibuk memandang wajah gadis itu.Ia begitu terpesona dengan kecantikan gadis itu.Caranya makan yang imut membuat Dante semakin gemas.
"Maaf,ada sisa es krim di bibirmu"ucap Vin lalu membersihkan sudut bibir Nicolette dengan tisu.
Gadis itu tertegun beberapa saat.Ia merasa aneh dengan lelaki itu.Apakah harus mengelap sudut bibirnya?padahal bisa saja Dante mengatakannya tanpa harus mengelapnya.
...****************...
Di Mateo Group
"AH,SH-IT!"
Dan Brak!
Luzio membanting smartphone malah miliknya setelah mata-matanya mengirimkan sebuah foto di mana sedang menunjukkan seorang lelaki sedang menyentuh bibir istrinya itu.
"Kau benar-benar menguji kesabaran ku!,jika seperti ini maka sebaiknya kau tidak usah kuliah lagi!".
Ia menyeringai.Ia benar-benar marah sekarang.Kemudian ia meneguk segelas air putih dan menelpon seseorang.
Ia lalu mengambil ponsel cadangannya dari dalam nakas dan menghubungi seseorang.
"Cepat selidiki seorang laki-laki ini.Fotonya sudah ku kirim" titah Luzio lewat sambungan teleponnya.Ia juga penasaran dengan laki-laki yang selalu berusaha mendekati istrinya itu.
Luzio duduk di kursi kebesarannya sambil memegangi pelipisnya.Kepalanya terasa sakit sekali sekarang.Istrinya itu benar-benar suka sekali membuatnya marah.
__ADS_1
......................
Di mansion keluarga Mateo.
Di kamar utama,tampak Nicolette baru saja selesai berganti pakaian.Sudah menjadi kebiasaan rutinnya mandi sehabis pulang kuliah.Ia duduk di sofa yang sudah tersusun rapih di kamar itu.Gadis itu bermain dengan smartphonenya.
Tiba-tiba ia teringat dengan Dante.Jika di bandingkan dengan Luzio yang kaku,Dante jauh lebih bersikap hangat dan manis.Nicolette tersenyum-senyum sendiri mengingat tingkah Dante yang periang dan hangat.
"Apa yang kau pikirkan Hem? sampai-sampai kau tersenyum seperti itu",Suara bariton khas milik suaminya itu mengagetkannya.Ya,Luzio sudah pulang dan ia tidak menyadari jika suaminya itu sudah masuk ke dalam kamar mereka.
"Oh,kau sudah pulang.Aku tidak memikirkan apapun"
"Kau yakin?"Tanya suaminya lagi sambil melepas jas dan menggulung lengan bajunya lalu ikut duduk di sebelahnya.
"Aku tidak memikirkan apapun,apa masih kurang jelas!?"jawab gadis itu ketus.
"Kau pasti sedang memikirkan Dante sialan itu kan?jauhi dia agar suami mu ini tidak membunuh orang lagi" ucap Luzio sambil mengelus pipinya.
"Aku sudah pernah bilang padamu,aku tidak suka milikku dekat dengan pria lain apa lagi sampai seperti ini".Lalu Luzio mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto kepada gadis itu.
Nicolette terkekeh sinis melihat foto itu.
"Apa kau mengirim penguntit untuk memata-matai aku?Luzio,Luzio kau ini seperti bocah"
"Terserah apa katamu,tapi yang pasti aku akan membunuh siapapun yang berani mendekati mu.Aku tidak mengizinkanmu untuk mendekati orang lain"balas Luzio penuh penekanan.
Kini gadis itu tampak marah dengan suaminya.Ia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pemikiran suaminya itu.
"Kalau begitu mulai besok kau akan di kawal bodyguard bahkan di dalam ruangan kelas sekalipun"
"Kau memang sialan!" ucap gadis itu lalu pergi meninggalkan suaminya itu ke luar kamar.
Luzio hanya mengusap wajahnya kasar.Nicolette sangat susah di atur.Ia benar-benar kesal sekarang.
......................
Keesokan harinya di mansion keluarga Mateo....
"Aku tidak mau di kawal bodyguard mu itu!"
"Mau tidak mau,aku tetap akan melakukannya"
Ya, sepasang suami istri itu tengah berdebat.Nicolette benar-benar marah.Ia merasa ia tidak mendapatkan kebebasannya.
"Cepat masuk,atau kau akan ku buat men-desah di bawah kungkungan ku sampai besok pagi".Ancam Luzio.
__ADS_1
"FU-CK YOU!" ucap Nicolette sambil mengacungkan jari tengahnya.Ia masuk mobil dan membanting kuat pintu mobil mahal milik suaminya itu.
Sepanjang jalan ia hanya memasang wajah cemberut.Ia benar-benar benci dengan Luzio yang suka mengatur dirinya.
Dan sampailah mereka di kampus Nicolette.Gadis itu tidak berkata sepatah kata apapun ia lalu keluar mobil sambil membanting pintu dengan keras.Luzio terdiam.Ia benar-benar frustrasi dengan tingkah istrinya itu.
"Kalian awasi dan jaga istriku,jangan biarkan laki-laki lain mendekat kecuali beberapa teman akrabnya"titah Luzio kepada bodyguardnya itu.
"Siap tuan!" jawab mereka serentak.
Lalu Luzio menghidupkan mesin mobilnya dan melaju ke arah kantornya.
Memasuki lorong kampus, Nicolette menjadi pusat perhatian banyak orang.Parasnya yang cantik dan rambutnya yang tertiup angin membuat semua orang terpana melihatnya.Belum lagi di tambah empat orang bodyguard di belakangnya membuatnya terlihat seperti putri yang sedang di kawal.
"Hei Nic,wah ada apa gerangan kau tiba-tiba sudah di kawal oleh bodyguard? apa kah Tuan Luzio takut kau di culik?"tanya Charlie dengan nada mengejek.
"Diam kau Charlie! aku sedang malas bercanda!" jawabnya ketus.
"Oh ayolah Nic,aku hanya bercanda" ucap Charlie lagi.
"Ada apa dengan mu hem?wajah mu kusut sekali" tanya Lova.
"Iya tidak biasanya kau seperti ini"timpal Anna kepada temannya itu.
"Kalian tau,si Luzio sialan itu sangat Posesif.Aku benci sekalian aku jadi seperti di kekang"
"Ya itu tandanya dia takut kehilanganmu Nic,dia sangat menyayangi mu Nic"timpal Laura.
"Iya aku tahu,tapi apakah harus seperti ini?.Aku jadi tidak bisa kemana-mana"Ucap Nicolette dengan wajah kesalnya.
"Sudahlah Nic,itu tandanya tuan Luzio benar-benar menyayangi mu.Meskipun agak berlebihan tapi percayalah itu yang terbaik untukku"ucap Kim yang sedari tadi diam.
"Ya mau bagaimana lagi,aku harus menerimanya.Dia mengancamku jika aku tidak mau di kawal bodyguard maka dia akan membuatku men-desah sampai besok pagi.Bayangkan betapa gilanya si om-om sialan itu"tutur Nicolette dengan jujur.
Teman-temannya pun tertawa mendengar penuturannya.
"Hahaha,Tuan Luzio memang terbaik!" ucap Charlie sambil terkekeh.
"Diam Charlie atau ku pecahkan telur mu!" balas Nicolette dengan tatapan tajamnya dan seketika Charlie mengehentikan tawanya.Ia paham betul dengan teman dekatnya itu.
Dulu Nicolette pernah bilang akan mematahkan tangannya jika ia terus menertawainya.Charlie kira ia hanya bercanda sampai tangan kanannya benar-benar di patahkan oleh Nicolette dan ia harus berakhir dua minggu berada di rumah sakit.Tapi tetap saja,Charlie paling suka mengejek temannya itu karena menurutnya wajah Nicolette sangat lucu jika sedang kesal.Ya,alasan Charlie memang sedikit aneh.
......................
Halo guy,bagaimana tahun baru kalian?pada jalan-jalan kemana?.Semoga tahun ini kehidupan kalian lebih baik dari tahun sebelumnya ya🤗
__ADS_1
BORAHAE SELAUT PARA READERS KU 💜