
Setelah pulang kuliah,Nicolette di jemput Benvolio dan di antar ke kantor Mateo Group.
Mobil mewah merk Mercedes Benz C-Class melaju dengan kecepatan sedang,membelah jalan kota.
"Ben,nanti mampir di toko kue langganan ku ya?." ucapnya kepada Benvolio.
"Baik Nyonya." Jawab Benvolio singkat.
Beberapa menit kemudian mobil mereka berbelok ke arah sebuah toko kue.Setelah sampai, Nicolette memesan beberapa cake stroberi dan cake coklat.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka ke kantor Luzio.
......................
Kantor pusat Mateo Group.
Nicolette di antar Benvolio ke ruangan Luzio sampai depan pintu.
"Zio,aku datang." Serunya kepada sang suami.
Melihatnya datang,Luzio langsung menghampiri dan memeluknya erat.
"Bagaimana kuliahmu hari ini,Manis?."
"Seperti biasa.Oh ya ini cake untuk mu." Lalu ia mengajak suaminya itu duduk di sofa.
Ia membukakan kue tersebut untuk suaminya.Nicolette memakan cake itu dengan lahap.Sudah beberapa hari ini ia selalu memakan kue stroberi setiap hari.
Sementara suaminya itu hanya memandangnya sambil tersenyum gemas.Di mata Luzio, Nicolette adalah gadis manis yang menggemaskan.
......................
Mansion keluarga Mateo.
Satu Minggu kemudian.
Ini adalah weekend,baik Luzio maupun Nicolette sama-sama libur.Namun,tetap saja mereka akan sibuk di ruang kerja sehabis sarapan.
Di dalam ruangan kerja tampak Nicolette sedang duduk di sofa sambil membaca buku,sedangkan Luzio sibuk berkutat dengan laptopnya dan beberapa berkas.
"Uh,kepalaku kenapa jadi sakit seperti ini ya." Gumam Nicolette pelan sambil memijat keningnya.
Luzio yang melihatnya kemudian menghampirinya dan bertanya"Aku kenapa Babe?kau sakit Hem?." Ia tampak panik melihat istrinya yang sedikit pucat.
"Tidak Zi,mungkin aku hanya kelelahan saja karena terus mengerjakan skripsi.Akhir-akhir ini aku memang sering begini." Tuturnya.
"Tapi kau pucat sayang,aku panggilkan dokter Bryan ya?."
"Tidak usah Zy,nanti setelah aku minum obat akan sembuh sendiri,Aku boleh minta tolong,." ucapnya sambil memegang tangan suaminya.
Lalu Luzio pun mengambil sebutir obat pereda sakit kepala dan segelas air.Ia memberikannya kepada Nicolette.
"Kita lebih baik di kamar saja sayang agar kau lebih bisa leluasa beristirahat."Ujar Luzio sambil memapah istrinya menuju kamar.Nicolettepun menurut.
Sampai di kamar ia di baringankan perlahan oleh Luzio.Dengan telaten Luzio memijit keningnya.Entah karena efek obat atau memang karena nyaman,pijatan Luzio membuatnya terbuai dan tertidur.
Sang suami pun tersenyum melihat istrinya itu.Ia terus memandangi wajah cantik istrinya yang tenang terlelap.
__ADS_1
Namun pandangan Luzio berhenti di area pipi istrinya itu.Pipi Nicolette terlihat agak sedikit chubby dan membuat Luzio semakin gemas ingin mengigit pipi istrinya tersebut.
"Kau semakin berisi sayang,apa karena kau sangat bahagia menjadi istriku sehingga kau selalu enak makan dan sehat." Gumam Luzio kepada istrinya itu.
Ia lalu ikut berbaring di sebelah istrinya dan memeluk istrinya.Ia menyusul istrinya yang tengah tertidur pulas itu.
Sore hari pukul tiga.
Luzio dikejutkan dengan tangisan istrinya.Ia tadi tengah mandi dan tiba-tiba saja istrinya menangis tersedu-sedu.
"Ada apa sayang?." Tanya Luzio panik,ia berlari dari kamar mandi hanya menguntungkan handuk sebatas pinggang saja.
"Kenapa kau meninggalkanku!." Ucap istrinya itu.
"Astaga sayang,aku hanya mandi tidak kemana-mana.Berhentilah menangis" Tuturnya sambil mengelap air mata istrinya itu.
"Aku ganti pakaian dulu ya,nanti aku temani lagi." Ucapnya lagi kepada sang istri.Nicolette mengangguk pelan.
Setelah Luzio mengganti pakaiannya,ia menghampiri istrinya.Ia duduk bersandar di headboard dan istrinya langsung peka menjadikan paha berotot Luzio sebagai bantal.
"Zi,kau jangan kemana-mana ya,aku tidak mau jauh dari mu.Aku suka baumu." Ujar Nicolette jujur.Saat ini bau Luzio menjadi candu baginya.
"Kau ini ada-ada saja sayang,ini bau parfum yang setiap hari aku pakai."
"Tapi beberapa hari ini baunya sangat menenangkan aku." Ujar Nicolette sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Luzio.Ia merasa nyaman sekali.
"Nanti malam ada undangan dari kolega kerja ku,ia mengadakan pesta makan malam.Kau temani aku ya." Ajak Luzio.
"Baiklah."
Luzio dan Nicolette bersiap-siap.Nicolette mengenakan dress lengan panjang berwarna abu-abu lembut,ia merias tipis wajahnya.Sementara Luzio memakai stelan formal berwarna senada,lengkap dengan dasi dan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
Nicolette bercermin,ia merasa memang tubuhnya agak berisi sekarang bahkan dress yang biasa agak longgar kini menjadi hampir pressbody.
"Apakah akhir-akhir ini aku terlalu banyak makan ya." Gumamnya sambil berkaca.
"Sayang,aku sudah siap?."
"Sudah,ayo.".Merekapun berangkat menuju acara pesta makan malam tersebut.Acara pesta tersebut di adakan di hotel mewah di pusat kota.Luzio tidak lupa membawa beberapa bodyguardnya
......................
Hotel.
Setelah tiba mereka langsung menuju ruangan tempat pesta di adakan.
Luzio tampak sedang menyalami beberapa koleganya sambil mengenalkan Nicolette.
Acara makan malampun di mulai,semua tamu undangan menikmatinya.
Setelah makan malam,mereka bersantai dan saling mengobrol.
"Wah,nyonya Luzio ternyata lebih cantik dari yang orang ceritakan ya." Ucap istri kolega Luzio.
"Ah terimakasih atas pujiannya Nyonya,anda juga tampak cantik." Balas Nicolette
"Perkenalkan,aku Madiaz,istri dari kolega suamimu, Robinson." ucap perempuan itu.Nicolettepun menerima uluran tangan wanita tersebut.
__ADS_1
"Sayang,aku tinggal berkumpul bersama mereka dulu ya.Nyonya Madiaz,aku titip istriku ya." Ucap suaminya.
"Baik Tuan,dengan senang hati.Mari kita ke sana." Ajak wanita itu kepada dirinya.
Luzio mengobrol dengan perkumpulan lelaki pengusaha dari berbagai daerah,sedangkan Nicolette ia mengobrol dengan wanita-wanita.
"Kau kelihatan masih muda sekali,berapa umurmu?." Tanya seorang wanita paruh baya yang berpenampilan ala sosialita.
"Dua puluh tiga nyonya." Jawabnya.
"Wah masih muda sekali.Bagaimana bisa Tuan Luzio memiliki istri semuda dan secantik ini." Seru wanita yang lain.
Nicolette hanya tersenyum mendengar ucapan mereka.Nicolette kemudian meneguk wine yang tersedia.
Satu dua teguk,wine itu terasa normal saja baginya,hingga ketika ia meneguk untuk yang ke tiga kalinya entah kenapa tiba-tiba rasa wine itu menjadi aneh.Padahal biasanya ia sangat menyukai wine bahkan tequila sekalipun.
Ia merasa kepalanya berputar-putar sekarang dan perutnya seperti di aduk-aduk.Ia pamit kepada yang lain untuk ke toilet sebentar.
Di toilet ai memuntahkan semua isi perutnya,bahkan ia sampai memutahkan cairan bening.Ia merasa bingung.
"Apa wine itu ada racunnya?." gumamnya dalam hati.Tapi kemudian ia berpikir lagi,jika wine itu ada racunnya mungkin ia sudah mati kejang-kejang sekarang dengan mulut berbusa.
Setelah ia memutahkan isi perutnya,ia lalu membasuh tangan dan mulutnya di wastafel.
Ia merasa sangat lemas sekali dan tidak kuat untuk berjalan,sehingga ia berpegangan di dinding sambil berjalan menuju keluar toilet.
Sementara itu,Luzio yang menyadari istrinya tidak ada ia langsung panik dan menanyakan istrinya kepada salah satu wanita yang di sana.
"Dia sedang di toilet tuan dia bilang perutnya tiba-tiba sakit,anda tidak perlu khawatir karena tadi ia di ikuti oleh dua orang bodyguard anda." Jelas nyonya Madiaz.
"Baiklah, terimakasih nyonya." Jawab Luzio lalu menyusul istrinya ke toilet.
"Apakah istriku ada di dalam?." Tanya Luzio kepada bodyguardnya yang berdiri tegak di depan pintu toilet wanita.
"Iya tuan." Jawab mereka.
"Sayang,kau tidak apa-apa?." ucap Luzio dari luar.
"Iya,aku akan segera keluar." Jawab Nicolette dari dalam.
Beberapa menit kemudian ia keluar dan langsung di sambut kepanikan Luzio.
"Sayang,kau kenapa?wajahmu pucat.Ayo kita pulang saja." Ucap Luzio panik.
Nicolette hanya mengangguk pelan,ia begitu lemas sekarang.Luzio langsung menggendong istrinya itu ala bridal style.Ia pamit kepada koleganya.Ia tidak perduli semua mata yang menatap kearah mereka.
"Wah ternyata di balik sifat dingin tuan Luzio,ia sangat penyayang kepada istrinya itu." Ucap seorang wanita.
Wanita lain ikut menimpali" Beruntung sekali nyonya Nicolette menjadi istri tuan Luzio,Ia tampan bahkan ia adalah CEO terkaya"
Sementara Luzio membawa Nicolette pulang.Ia tampak khawatir melihat kondisi istrinya saat ini.
......................
Hy guys,masih ada yang baca kah?😁 terimakasih 🤗
BORAHAE SEMUANYA 💜
__ADS_1